Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Rayuan maut


Dia cukup lega karena seperti nya malam ini Daddy tidak pulang kerumah, sebab biasanya kalau Daddy nya berada dirumah sebelum sesi hilang menghilang ,di jam 11 malam lebih Daddy nya pasti sudah berada di rumah, menikmati makan malam lantas langsung masuk ke kamarnya.


Bik Sumi sibuk membereskan semua sisa makan malam yang tadi dilahap oleh nya, setelah itu memeriksa seluruh pintu agar tertutup dengan rapat dan sempurna, kemudian buk Sumi langsung kembali ke rumah belakang untuk istirahat.


Ailee masih sibuk mengerjakan PR PR miliknya sambil mendengarkan lagu kesukaan nya, sesekali membalas chat teman-teman nya yang bergosip soal cowok-cowok tampan di kelas mereka.


Tampan?


Ailee tampak berfikir,siapa cowok tampan dikelas mereka?


Louis, yah Louis merupakan cowok tampan yang menjadi idola dikelas mereka.


Louis


Ailee mengetik kata Loui di group mereka.


Kau menyukai nya? aku akan mendekatkan Louis pada mu.


ketik Mina


Bercinta dengan nya pasti menyenangkan, aku yakin dibalik ce..lananya tersimpan benda luar biasa.


Lea membalas


Adam jauh lebih tampan


vio membalas


Kau ber..ciuman dengan nya di akhir Minggu kemarin breng..sek hahahaha


umpat Lea sambil tertawa.


Kalian semua gila


balas Ailee kesal.


mereka benar-benar gila.


pada akhirnya Ailee engga membalas chat group teman-temannya, lanjut mengerjakan PR nya untuk waktu yang cukup lama entah hingga jam berapa. Pada akhirnya sesi kantuk nya menerjang pula, dengan buku-buku yang masih berserakan, Ailee mulai memejam kan matanya.


Tapi entah jam berapa terasa seseorang berada di atas tubuhnya, bibir nya terasa begitu basah, seakan-akan sebuah lidah mencoba masuk ke dalam kerongkongan nya.


satu tangan terasa berada di atas da.danya dan satu lagi ada di sekitar pa..ha nya.


Antara sadar dan tidak, ailee merasa sapuan itu pindah ke bawah sana, menggelitik dan


Ailee spontan membuka bola matanya.


"Daddy?"


sang Daddy sudah ada di bawah sana, entah apa yang dilakukan nya, seolah-olah lidah nya bermain disana, membuat sensasi aneh yang membuat Ailee menggila.


"Daddy..Akhh"


niat hati ingin marah, tapi tekanan lidah di bawah sana serasa menyalurkan aliran yang sangat luar biasa, membuat otaknya bekerja tidak sempurna, sebuah suara halus mendayu-dayu keluar dari bibirnya, dia merasa ji..jik mendengar suara nya sendiri.


"Dad..dy hen..tikan"


nafasnya jelas tersengal-sengal, perasaan apa ini? semakin lama semakin aneh, semakin membuat dia menggila, tiba-tiba sesuatu teras ingin pecah disaat lidah itu masih dengan nakal bekerja dibawah sana keluar masuk dengan cara gila.


"keluarkan baby"


seketika tangan aile mencoba menyentuh apapun yang ada disana, menarik Sprai di sisi kiri kanannya, dia mau pipis, yah dia mau pipis rasanya.


"Aku ingin pipis Daddy, hentikan"


pekiknya kemudian.


"Lakukanlah, Daddy menunggu"


dan benar saja sesuatu terasa keluar dengan sempurna hingga berganti rasalega yang luar biasa, Daddy nya langsung berdiri, lantas meraih tisu yang ada di atas nakas, mengelap mulutnya kemudian membuang tisu itu kesembarang tempat.


Daddy nya langsung naik ke atas kasur, berbaring disampingnya seperti tanpa dosa, memeluknya lantas berbisik.


"Aroma nya Begitu menggoda baby"


seketika wajah Ailee memerah, apalagi saat sapuan bibir itu kembali terasa.


lantas tiba-tiba daddynya telah memejamkan matanya.


tidak ini apa? ini salah?kenapa daddynya melakukan semua itu?


Ailee benar-benar dilanda kegelisahan mendalam.


Dia pada akhirnya Berusaha untuk bangun dari tidurnya, mencoba membersihkan dibwah sana yang rasanya aneh, bau dan ber..Len..dir.


Seketika Ailee menangis terisak di kamar mandi.


Ini salah, yah ini salah. Ada apa dengan daddynya? kenapa daddynya melakukan semua itu? bukankah dia putri nya? kenapa daddynya seakan-akan pulang kali ini memperlakukan dirinya sebagai seorang gadis dewasa yang boleh Daddy nya sentuh kapan saja dan dimana saja.


Ailee jelas menangis terisak dipagi hari, dia tetap kesal, marah dan benci pada kelakuan daddynya.


"Berhenti lah menangis"


Aland bicara cepat ke arah Ailee, dia kesal, marah tapi mencoba menahannya agar tangisan anak itu tidak semakin pecah.


"Kenapa Daddy melakukan itu?itu menjijikkan? kita ayah dan anak"


Ailee terus bicara sambil menangis.


"Baby dengar, beberapa Daddy melakukan itu pada putrinya"


Aland bicara sambil menyentuh kedua belah pipi indah itu.


"Tapi teman-teman ku tidak"


air mata Ailee jelas sudah membanjiri keadaan.


"teman-teman mu mungkin tidak, tapi di Manhattan rata-rata semua Daddy melakukan nya"


yeah persetan dengan kebohongan


umpat Aland dalam hati.


"Kau tahu Ailee? itu untuk melihat betapa bagus dan berkualitas nya dibawah sini"


Aland bicara sambil menyentuh lembut kepala Ailee, kemudian menepuk pelan dibawah sana.


"Memastikan jika tidak ada hal yang tidak wajar terjadi disini hmm"


ucap Aland lagi.


"Di Manhattan banyak Daddy melakukan nya, membuat putri nya tumbuh dewasa kemudian baru menyerahkan nya pada kekasih mereka"


seketika Ailee terdiam, menatap bola mata daddynya dalam-dalam.


"Ini belum seberapa, biasanya mereka saling menyatukan diri bersama, Daddy hanya menggunakan jari"


Aland menunjukkan jari tengah nya


"Dan lidah"


Aland menyeringai


"Orang-orang biasanya menggunakan adik kecil dibawah sana"


bisik aland lembut dibalik telinga ailee


"Kapan usia mu 17 tahun?"


bisik Aland lembut, menyentuh pelan cuping telinganya, menyesap nya dengan gerakan lembut.


Seperti kata Mina kemarin, yah sensasi aneh jelas terasa, membuatnya meremang, berlahan memejamkan matanya, Daddy nya begitu pandai membuat dirinya terbuai, dan rasanya memang Nik..mat.


"Daddy"


"Katakan pada Daddy kapan usia mu 17 tahun?"


"akhir Desember"


Ailee menjawab sambil menyentuh kepala aland


Aland menyeringai, dia terus bermain di balik lehernya


"Kau akan sempurna di usia 17 tahun, kita akan mengambil liburan baby"


dan tidak tahu apa yang terjadi, semua pakaian nya sudah menghilang, lagi-lagi daddynya ada dibawah sana.


"No..Daddy"


"Believe me baby"


kemudian li..dah itu bergerak sesukanya.


"No..Daddy ini sa..lah"


suara aneh itu kembali lolos dari bibirnya.


"Ini tidak salah, di luar negeri kita biasa melakukan nya sayang"


ucap Aland cepat, terus bergerak nakal dan menunggu Ailee sampai pada kesenangan nya. sesuai dugaan lagi-lagi Ailee menggila, berteriak tidak karuanan, mencoba memegang kepala Alan dan sepersekian detik kemudian sesuatu kembali tumpah dibawah sana.


"Bukankah menyenangkan rasa nya?"


bisik Daddy nya pelan, memeluk lembut tubuhnya, seakan terhipnotis Ailee hanya diam tanpa perlawanan.


"Setelah ini kau akan terbiasa, kau akan akan menggila jika tidak mendapatkan nya baby"


bisik aland sambil mencium lembut kepala nya.


"Berjanjilah jangan katakan pada siapapun sayang"


"Percayalah semua akan baik-baik saja hmm"


Aland terus bicara sambil membelai lembut rambut Ailee.


Seringai mengerikan jelas terpampang dibalik wajah tampannya, Aland yakin jalan yang dibawah nya semakin kesini akan semakin mudah.


Gadis kecil ini akan tergila-gila pada Daddy nya sendiri, bukankah sudah menjadi tradisi sejak dulu.


seorang gadis akan tergila-gila pada laki-laki pertama yang menyentuhnya dan memberikan nya kenikmatan hingga ke akar-akarnya.


Dan dia bisa memastikan sang putri pasti akan tergila-gila atas dirinya dan permainan nya dibawah sana akan menjadi candu untuk Ailee stelah usia 17 tahun nya.


gadis itu akan menjadi sekedar PE..muas naf..sunya saja, akan menjadi tempat balas dendam nya yang paling sempurna.


"Hmmm kau begitu wangi baby"


bisik aland lagi, mencoba terus menikmati wangi luar biasa setelah pe..lepasan dibawah sana tadi.