
Eden tampak mengerutkan dahinya saat sebuah pesan baru masuk ke handphone nya, nomor baru yang sama sekali tidak dia kenal, tapi begitu coba dia hubungi sama sekali tidak dapat tersambung.
Tidakkah kamu tahu, jika kematian kakak mu dimanipulasi oleh seseorang? putri kakak mu bukan lah anak dari tuan Faith Yildiz, tapi dari laki-laki lain yang memang di cintai oleh kakak mu dan memang di pertemukan oleh tuan Faith Yildiz di satu tempat.
Laki-laki itu masih hidup, di satu tempat yang tidak terlihat.
Seketika Eden membulatkan bola matanya, rahangnya mengeras Seketika, dalam sekali pandangan dia menoleh ke arah Karl.
"Ada apa? belakangan temperamental mu begitu sering naik turun"
Eden berusaha menetralisir perasaan nya saat ini, dia mencoba mencerna kata-kata Selena beberapa waktu yang lalu.
"aku tidak tahu apa aku salah atau benar, tapi tidakkah kau merasa sedang di manfaatkan oleh seseorang secara halus?"
Eden fikir apakah Karl sedang bermain-main dibelakang nya? jangan-jangan ada sesuatu yang tidak dia ketahui yang telah dilakukan Karl sejak awal dia masuk ke Al Jaber.
"Aku sedang ingin sendirian, bisakah kau keluar dari ruangan ku saat ini juga?"
Eden menatap tajam bola mata pria itu.
Karl jelas mendengus, dia mengumpat dalam hati.
Shit, Kau fikir jika bukan demi semua milik Al Jaber yang ada di bawah telapak tangan mu, aku jelas tidak Sudi berteman baik dan sedikit tunduk pada mu.
Karl mencoba melangkah keluar dari ruangan Eden, tapi Seketika dia menghentikan langkah kakinya saat Eden berkata soal sesuatu.
"Apa kau ingat kakak perempuan ku Karl?"
"Ya?"
Karl jelas mencoba membalikkan tubuhnya.
"Aku menemukan sebuah catatan kecil di buku hariannya, dia bilang jika dia pernah bertemu dengan mu sehari sebelum kematiannya"
"Aku lupa soal itu, pria berumur kadang melupakan soal banyak hal dimasa lalu, tapi seingat ku bukankah dia menjadi istri simpanan Faith Yildiz beberapa tahun sebelum kematiannya"
Eden tampak mengencangkan genggaman nya.
"Seingat ku seperti nya Hanya kau yang memberikan pernyataan soal itu, tidak orang lain"
"Apa?"
Karl tampak tercekat.
"Lupakan saja"
Eden membalikkan cepat tubuhnya.
Karl jelas sedikit panik, dia Fikir apa mungkin Eden mulai menaruh ke curigaan soal kematian kakak perempuan nya saat ini?
Aries....!!!
Karl jelas berfikir, apa lagi yang telah di lakukan anak laki-laki nya saat ini, jika terus di biarkan maka bisa habis semua rencananya berpuluh-puluh tahun ini. Hanya 3 bulan lagi hingga semua Harta Al Jaber berpindah tangan ke tempat nya, tidak bisakah dia fikir putra nya itu lebih bersabar?.
Eden Seketika mengerat kan rahangnya, dengan perasaan kesal dia mencoba menarik kasar dasinya, dia berusaha duduk di atas kursi kerjanya, mencoba bersandar Sejenak sambil berusaha memejamkan bola matanya.
"Apa kau tidak merasa sedang dimanfaatkan? apa kau tidak merasa sedang di tipu oleh uncle Karl, Kevin? Jika uncle karl bisa memanipulasi DNA mu, menipu semua orang soal siapa dirimu sebenarnya dengan luar biasa, apa kau fikir dia tidak bisa memanipulasi kematian orang-orang terdekat mu juga dengan cara luar biasa?"
Kemarahan valentine di waktu itu jelas membekas di ingatannya, tapi dendam jelas mengalahkan segalanya. Dia masih begitu muda untuk mencerna seluruh perkataan orang lain, tapi saat ini di usia nya yang terlalu matang, dia baru berfikir.
Apa mungkin kematian ayah nya adalah sebuah tipuan atau bahkan manipulasi yang di buat Karl untuk diri nya? mungkinkah kematian kakak nya juga merupakan hal yang sama? seperti pesan terselubung yang dikirim seseorang padanya tadi, mengingat bagaimana rapinya mereka membuat kematian valentine di masa lalu.
Eden mengusap kasar wajahnya dengan sejuta perasaan yang kacau.