Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Permintaan sulit


Saat untie Selena dan uncle bahrat kembali, Ailee dengan cepat masuk ke ruangan Aland sambil membawa beberapa bungkus makanan dan buah-buahan.


"Daddy?"


Aland yang tampak sibuk dengan pekerjaan nya jelas terkejut, Seketika Aland menoleh saat sadar siapa yang datang.


"Ailee?"


jelas saja Aland cukup kaget saat tahu-tahu Ailee sudah berada di kantor nya, dengan gerakan cepat Aland mendekati tubuh Ailee, memeluknya lembut lantas mencium kening nya cukup lama.


"Siapa yang mengantar mu?"


Aland bertanya sambil mengerutkan dahinya, melepaskan pelukannya secara perlahan.


"Naik grab"


Jawab Ailee cepat.


Aland menarik pelan nafasnya.


"Sayang Daddy tidak suka itu, bukankah Daddy selalu bilang jika ingin pergi kemana-mana bilang Daddy dulu, biar sopir yang mengurus semua nya"


"Tapi daddy?"


seketika ekspresi Ailee berubah, seolah-olah air matanya akan tumpah.


Aland jadi serba salah, dia fikir sejak hamil Ailee begitu sensitif, padahal dia hanya berusaha untuk lebih waspada dengan keselamatan Ailee.


"Sayang begini, maksud Daddy bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? kamu berada di luar jangkauan daddy, jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi bagaimana caranya Daddy memaafkan diri Daddy sendiri hmm?"


Aland mencoba menyentuh lembut wajah sang istri kecilnya,menatap dalam bola mata itu. Ailee tampak diam, menundukkan pelan kepalanya.


"Maafkan aku, dad"


"Kau tahu sayang, belakangan ada sedikit permasalahan dan konflik yang memanas, jadi Daddy harap jangan terlalu sering Kesana-kemari tanpa Daddy hmm"


Ailee mencoba mengangguk pelan.


Aland kembali memeluk Ailee sejenak, memejamkan bola matanya sesaat.


"Masih merasa mual?Masih sering muntah?"


Aland bertanya sambil membawa Ailee agar duduk di kursi sofa.


"He em kadang-kadang iya, jika tidak sesuai dengan menu makanannya"


Aland mengangguk pelan.


"Sebaiknya kita cari seseorang yang bisa mengatur menu makanan sehat untuk ibu hamil"


Aland bicara sambil berusaha berfikir.


"Daddy akan coba telpon Edo untuk menanya kan apakah ada orang yang cocok mengisi pekerjaan tersebut"


"Apa itu tidak berlebihan?"


Ailee tertawa kecil.


"Aku fikir daddy terlalu keras berfikir sejak kehamilan ku"


Aland mengulum senyum.


"Hmm mungkin karena ini yang pertama, jadi sedikit membingungkan untuk Daddy, mungkin setelah yang ke dua atau ke tiga nanti sudah jadi terbiasa"


Ailee tampak membulat kan bola mata nya saat Aland berkata ke dua dan ke tiga.


"Jangan bilang Daddy ingin memiliki banyak anak-anak"


Aland terkekeh.


"Bukan kah rumah akan jadi cukup ramai jika kita memiliki banyak anak"


Ailee tampak cemberut.


"Tapi aku cukup tersiksa karena rasa mual dan mabuk Daddy"


Aland kembali terkekeh.


"Daddy harap bisa menggantikan nya"


"Ish"


Ailee memunyungkan bibirnya.


Aland dengan cepat meraih wajah Ailee, mencubit lembut pipi itu.


"Bukan kah kamu suka kita melakukan nya,semakin sering semakin cepat mendapatkan banyak anak-anak"


goda Aland


"Daddy"


Ailee mencubit kesal perut Aland, wajahnya jelas memerah sempurna.


Aland tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Ailee, kemudian dengan cepat dia memasuk kan tubuh itu kedalam dekapannya.


"Oh sayang"


Kau tahu ailee? kau adalah satu-satunya orang yang bisa mengembalikan senyuman ku, jangan pernah pergi dari hidupku, jika tidak entah bagaimana caranya aku bisa bertahan hidup nanti nya.


Ucap Aland dalam hati.


"Daddy"


Ailee berusaha bicara sambil mengintip dan mencoba untuk menatap bola mata Aland.


"Boleh aku minta sesuatu?"


Aland tampak menaikkan alisnya.


"Boleh aku berkunjung ke tempat tinggal untie aishe?"


Bammmm


Permintaan orang hamil jelas terlalu aneh untuk Aland.


"Aku sangat merindukan untie"


"Tapi"


Aland berusaha untuk menolak, dia fikir itu sedikit tidak masuk akal.


"Pleaseee!!!"


Ucap Ailee sambil mengeratkan pelukannya.