
Aland mengerutkan dahinya sesaat berusaha menghubungi aishe namun terus gagal sejak pagi hingga tengah malam tapi tidak juga kunjung respon dan terus di abaikan.
"Kemana anak itu?"
Fikir nya dalam hati.
tidak lama setelah lewat tengah malam aishe menghubungi Dirinya, anak itu bicara dengan suara khas bangun tidurnya.
"Kau dimana?"
Aland bertanya sambil mengerutkan dahinya.
"Apartemen rekomendasi dari perusahaan?"
Alan kembali mengerutkan keningnya.
Yang dia tahu adik nya kerja di perusahaan di Prancis yang bergerak di bidang konstruksi, agak bingung juga Tiba-tiba saja perusahaan yang aishe geluti bisa memindahkan karyawan baru keluar negara. Tapi dia juga tidak harus terlalu heran karena yah aishe punya kemampuan menurut nya.
Sejak masuk SMP mereka tidak lagi tinggal bersama, aishe memilih menetap di Prancis ikut bibi mereka, dan Aland sibuk dengan perusahaan. komunikasi yang terjadi juga paling beberapa kali dalam 1 bulan, tapi untuk materi yang jelas selalu mengucur deras dari rekening Aland ke rekening aishe.
aishe jelas type gadis mandiri,dia begitu lincah dan tidak suka bergantung pada orang lain, hidup nya jelas begitu bebas tapi masih sangat terkontrol dengan baik.
Dia Tahu betul adik kecilnya bukan type gadis nakal yang suka keluar masuk diskotik,kencan dengan sembarang laki-laki, tidak minum bahkan merokok. aishe hidup penuh dengan ketelitian, sehat dan bukan gadis yang banyak ulah.
Dia hanya usil, jahil dan lincah, sangat cerewet dan begitu cerdas. Dia bukan type gadis yang suka diinjak, bukan type cengeng dan lemah juga bukan type gadis yang gampang jatuh cinta, karena itu melepaskan aishe tidak terlalu meninggalkan Kekhawatiran untuk Aland selama aishe tidak tinggal di Indonesia.
Tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba mereka memindah kan aishe ke perusahaan di Indonesia tanpa persetujuan aishe lebih dulu.?
hanya saja seingat Aland aishe meminta tempat tinggal kepada nya sebelum ke Indonesia, tapi sepertinya rencana aishe jadi berubah total.
"Kamu bersama seorang laki-laki?"
Aland bertanya cepat sesaat seperti dia mendengar suara seorang laki-laki bicara dengan aishe.
"Teman? ditengah malam?"
tanya nya lagi sedikit marah.
entahlah perasaan nya menjadi aneh, terdengar suara-suara aneh dan syara nafas adik nya itu terdengar tidak beraturan.
"Aishe ada apa dengan mu?"
Aland bertanya cepat dari seberang sana.
"Kau bersama laki-laki?"
Aland mengerutkan keningnya, cukup lama. tapi tiba-tiba Ailee bergerak memeluk erat tubuh Aland.
entah apa yang dibicarakan aishe Aland tidak begitu mendengar nya.
"Sebentar"
Aland bicara sambil membenahi posisi ailee
tahu-tahu Aishe ingin menutup panggilan nya
"Aku belum selesai bicara"
yah dia harus membicarakan kepergian mereka, takut nya aishe berkunjung disaat mereka pergi berlibur.
"akhir Minggu kakak akan ke Maladewa"
"Kakak, jika Seseorang tiba-tiba ingin menikahi ku, apa kakak akan mengizinkan nya?"
Pertanyaan aishe yang tiba-tiba terdengar cukup klise dan aneh, Aland diam sejenak kemudian menjawab.
"Kamu tahu sayang, Jangan pernah percaya pada laki-laki, jika dia tidak mengajak mu menikah lebih dulu, maka jangan percaya pada mereka"
"Selama laki-laki itu baik, dia tidak meniduri kamu sebelum menikah, kau boleh menikah tanpa harus menunggu kehadiran ku, aku akan mengizinkan nya, asal dia bukan suami seseorang juga bukan milik seseorang"
"Sebab kau akan menyakiti perempuan lain ketika kau mengambil milik orang lain"
yeah sangat menyakitkan ketika milik orang lain kau rebut begitu saja tanpa izin, jelas sangat menyakitkan!!!
seketika ingatan masa lalu menghantam perasaan nya.
oh damn it.
"Ah iya"
"Kakak tutup telpon nya
ucap Aland kemudian
"Selamat malam sayang"
"Selamat malam"
********
Setelah sesi berkeliling panjang sepanjang hari akhirnya rasa lelah menghantam aishe juga.
"Kaki ku rasa nya ingin lepas"
keluh Aishe sepanjang perjalanan, biasanya sang kakak begitu perhatian ketika dia mengeluh tapi laki-laki tua ini sangat menyebalkan, sama sekali tidak memperdulikan rengekan nya.
"Kau ini calon suami yang payah Daddy"
omel aishe, secepat kilat menaikkan kaki nya ke paha Murat.
seketika Murat membulat bola matanya, dia melotot tidak percaya ketika kaki gadis itu naik ke atas paha nya.
"aku bilang aku lelah akhhhh"
rengeknya kesal.
"Dipijat kek, di apakan kek"
oceh nya kesal
"Kau tahu Daddy, kau ini calon suami yang sangat membosankan, setelah membuat hidup ku terasa sulit, membuat kaki ku hampir lepas membuat seluruh tubuhku terasa pegal, tapi sama sekali tidak mempedulikan keluhan ku"
ocehnya panjang x lebar x tinggi.
"Benar-benar type suami yang payah"
ucapnya sambil menyandarkan dirinya dipintu mobil,tetap membiarkan kakinya Berada di atas paha Murat.
Murat sama sekali tidak merespon, hanya menatap aishe dengan perasaan yang sulit di artikan.
"Aku akan minta pelayan melakukan nya"
sepersekian detik kemudian yang di ajak bicara malah terlelap begitu saja.
"Hey..."
Murat bicara sambil menggoyangkan kakinya, aishe sama sekali tidak bergerak. secepat kilat dia menurunkan kaki gadis itu, mencoba membenahi posisi tidur Aishe.
Menyandar kan kepala itu ke samping nya, menempatkan kan nya ke sandaran kursi mobil tepat disampingnya, Murat menarik nafasnya berat.
Menghadapi anak ini membuat kepalanya acapkali merasa pusing tidak karuan, dia menatap dalam-dalam wajah gadis itu.
jika dilihat-lihat gadis itu memang cantik dan imut.
batin Murat.
what? wait wait wait, apa yang aku fikirkan.
Murat memijat kembali kepalanya yang tidak sakit.
brengsek!
Seketika iba-tiba kepala Aishe turun ke dadanya.
"Hey"
ucap Murat pelan sambil berusaha menyingkirkan kepala gadis itu dari dada bidangnya.
yang dibangunkan bukan nya bangun, malah semakin terlelap dalam dadanya, sejenak tiba-tiba tangan itu masuk ke dalam pinggang nya.
seketika Murat menegang.
"Nggg kak"
lirih terdengar suara Aishe dibalik telinganya, begitu halus nyaris tidak terdengar.