
Aishe berusaha untuk melompat melewati jendela toilet, pura-pura ingin buang air kecil pilihan cukup bijaksana. Dia fikir mana sudi dia menikah dengan laki-laki tua itu.
Tampan sih tampan tapi kan tua......!!!!
pekiknya dalam hati.
Oh ya Tuhan, kenapa lubang ventilasi nya kecil sekali????
aishe mulai mengoceh, melepaskan Hells nya mencoba memanjat kemudian masuk melalui lubang ventilasi, untungnya cukup muat untuk tubuh mungilnya.
oh tuhan, ada manusia yang lebih gila dari pada dirinya saat ini?
katakanlah tidak ada!!!
yah lebih baik dia gila karena naik lubang ventilasi dari pada harus menikah dengan laki-laki tua itu.
dia harus menahan malu karena ternyata toilet itu mengarah ke dalam kafe mall dimana mereka melakukan fitting gaun.
sejenak dia keluar jelas terjadi kehebohan, semua orang menatap bingung ke arah dirinya, berfikir bagaimana mungkin cewek cantik keluar lewat lubang ventilasi.
"Ha...ha..jangan terlalu di fikirkan"
ucapnya sambil membenahi Hells nya kemudian mengibas-ngibaskan tangannya lantas langsung berlalu dari sana.
aishe jelas bisa menarik lega nafasnya ketika berhasil kabur dari sana.
"Selamat....selamattt "
batinnya sambil terus berjalan ke arah depan, tapi sepersekian detik kemudian dia langsung dikagetkan oleh suara seseorang.
"Aishee......."
seketika dia membuka mulutnya tanda terkejut.
oh mommy ....
"Akhhhhhh"
aishe berteriak panik.
Murat sudah berdiri di ujung sana sambil menggeram kesal, menatap jengkel ke arah nya .
secepat kilat aishe lari dan kabur kesembarang arah, jelas dia panik dan terus berusaha untuk lari.
Tapi beberapa waktu kemudian dia baru sadar, semua bodyguard Murat sudah berdiri mengelilingi dirinya.
Akhhhhhhh......!!!!
seketika aishe terdiam, mengerutkan wajahnya, langsung membalikkan tubuhnya menatap ke arah murat yang berjalan mendekati dirinya.
"Daddy.. hehehehe"
aishe bicara sambil menaikkan 2 jarinya sambil tertawa dipaksa dengan melebarkan senyuman indahnya, menampilkan barisan gigi putih nya yang menawan.
"Peace...!!!"
seketika setelah berada didepan nya, Murat meraih 2 jarinya itu, kemudian menggenggam erat tangan gadis itu.
oh tuhan gadis macam apa yang aku hadapi sebenarnya????
batin Murat sambil menekan kepalanya yang tidak sakit.
"Daddy....Daddy...mari berdamai"
ucap aishe sambil mengikuti langkah Murat dengan terseok-seok, mencoba melepaskan genggaman tangan laki-laki itu dari pergelangan tangan nya.
seketika Murat menghentikan langkah nya
buggg.
"Akhhh"
aishe meringis, tubuhnya menabrak tubuh murat seketika, dia meringis memegang keningnya sambil mendongak menatap Murat.
"Kau tidak akan pernah bisa lari kemana-mana, jadi jangan bermimpi untuk kabur"
"Siap Daddy"
ucapnya sambil menegakkan tubuhnya.
"Tapi aku pulang ke apartemen boleh kan?"
"Aishee..."
Murat menggeram
ggrrrhhhh
seketika Murat berbalik, kedua tangan aishe naik ke atas dan tampak ingin mencekik leher Murat.
"Dan..."
"ah iya"
seketika aishe menurunkan tangannya karena terkejut dengan gerakan refleks Murat.
seketika laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Hahahah tidak ada Daddy"
aishe bicara sambil pura-pura tertawa
Dasar priaaaa tuuaaaaaaa...!!!!
pekik aishe kesal.
"Dan apa?"
aishe menaikkan alisnya.
"Dan kau boleh memilih pakaian manapun yang kamu sukai"
aishe membulatkan matanya.
terlihat indah dan menawan.
oh damn it.
umpat Murat
"Boleh pilih sesuka ku?"
"Hmm"
"Baiklah"
pilih sesuka mu dan buat dia jera, bangkrut atau apalah.
pekik aishe dalam hati.
sampai dia merasa gila atas keborosan calon istrinya.
aishe terkekeh dalam hati.
Secepat kilat masuk ke butik manapun yang di tunjukkan oleh Murat, memilih pakaian manapun yang dia suka.
Ashe jelaa kegirangan, ini waktunya balas dendam Fikir nya.
tapi ....!!!!
kenapa sejak tadi dia hanya bilang oke oke oke oke dan oke sih?????
rutuk aishe dalam hati.
memang tidak bangkrut kalau aku pilih setoko-tokonya?
"Semua Se toko-toko nya juga bisa?"
tanya aishe cepat
"Boleh"
"Oh God..."
aishe melongok, menoleh ke arah 2 pelayanan perempuan disamping nya.
"Ini butik milih MAJ company nona"
hahahaha baiklah
hahahaha aku pasti sudah gila
akhhhhh...!!!
jadi semua rencananya gagal begitu? tidak ada yang berhasil?
oh tuhan.
mommy......!!!!
pekik aishe kesal dalam hati.