Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Tidak saling mengenal


Pagi-pagi sekali Belle sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke acara reuni para murid SMP yang diselenggarakan oleh beberapa teman lama di salah satu Kafe di Jakarta pusat. Sebenarnya dia cukup malas pergi namun karena salah satu teman baik nya di masa SMP merayu dengan tenaga ekstra akhirnya Belle luluh juga dan bersedia untuk ikut gabung acara reunian.


Setelah bangun dari tidur, Belle sibuk berkutat membereskan apartemen nya. Dia fikir seharusnya dia memperoleh liburan di hari weekend tapi karena ada jutaan kegiatan yang harus dia lakukan, pada akhirnya dia pasrah juga, menunda liburan nya dan menyelesaikan urusan Ina yang baru saja berjalan 2 hari, menjadi OB dan koki di rumah orang asing.


ckckckckck


Belle hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya.


Oh tuhan,masih ada 5 hari kerja lagi.


pekik Belle dalam hati.


Pada akhirnya Belle dengan gerakan cepat membersihkan dirinya, mempersiapkan diri untuk melesat pergi secepat nya sebelum terlambat.


Tapi kadang rencana tidak sesuai realita nya, setelah berkutat pada banyak hal di apartemen nya dari beres-beres, masak dan lain sebagai nya tanpa sadar akhir nya dia nyaris lupa waktu juga.


Setelah sesi mandi dan berganti pakaian, sejenak Belle melirik kearah jam di dinding kamar nya.


Oh tuhan 08.35 pagi, sudah sedikit terlambat.


ucap Belle panik.


Gadis itu menggunakan sepatu kets nya dengan terburu-buru, dia keluar dari kamar apartemen nya dengan cepat, berniat turun dengan tergesa-gesa ke bawah melewati elevator lift, namun seketika bola matanya membulat saat pintu lift di depan nya hampir tertutup.


"No.... pleaseeee"


pekik nya pelan sambil berlarian ke arah lift, dengan nafas tersengal-sengal.



Seketika Belle mengembangkan senyumannya saat seseorang dari dalam sana mencoba menahan pintu lift itu agar tidak tertutup.


"Terima kasih, om"


Belle menundukkan cepat kepalanya kehadapan laki-laki yang ada dihadapannya itu setelah dia masuk ke dalam kamar lift, membalikkan tubuhnya dengan perasaan riang.


Belle fikir hampir saja terlewatkan.



Sang laki-laki tampak melirik sejenak ke arah Belle, memperhatikan penampilan anak kecil itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, Seketika hidungnya Seperti mencium aroma yang tidak asing dari gadis itu, dia sempat mengerutkan keningnya, tapi beberapa waktu Kemudian dia membuang pandangan nya dengan cepat.



Lift terus berjalan turun menuju ke bawah, Sepersekian detik kemudian tiba-tiba handphone laki-laki tersebut berdering untuk beberapa waktu, Seketika dia langsung mengangkat nya.


"Hmm"


Dia Hanya menjawab seadanya.


"Aku menuju ke lantai bawah,kau bisa menunggu ku disana"


Kemudian secepat kilat laki-laki itu mematikan panggilan nya.


Saat pintu lift terbuka, Belle kembali menundukkan kepalanya ke arah laki-laki itu, melesat lebih dulu meninggalkan nya dengan langkah tergesa-gesa lantas dia berlarian kecil ke arah depan.


Sedangkan laki-laki itu tampak menatap tajam ke arah depan, tampak seorang perempuan berjalan anggun menghampiri dirinya.


"Kau sudah siap dengan permainan nya, Winda?"


laki-laki itu bertanya cepat sambil meraih erat pinggang Winda, mencoba mencium aroma wangi dari perempuan itu


"Tidak pernah sesiap ini, Bern"


Laki-laki it terkekeh melihat ekspresi Winda.


hingga akhirnya mereka beranjak dari sana, dan sampai pada satu bangunan yang bernuansa cukup gelap.


"Selamat datang di dunia mafia, Winda.


Saat masuk ingatlah kau akan sulit untuk keluar kembali"



Bisik bern sambil menaikkan ujung bibirnya.


********


Visual di atas Belle dan Bern


cucok apa nggak maafkan outhor 😳😎😀😘😍🙏