
Prangggg
Seketika Suara pecahan gelas memekakkan telinga di sepanjang sudut ruangan mendominasi berwarna putih itu.
Karl tampak begitu marah, menatap wajah sang putra nya Aries dengan jutaan kemarahan yang membara.
"Daddy katakan pada mu sekali lagi,jangan pernah bertindak gegabah, aries"
Bola mata Karl jelas memerah, dengan sekali dorongan dia menghantam tubuh putra semata wayang nya itu ke dinding kemudian menahan lengan nya ke leher aries.
"Kau tahu betapa jauh perjuangan ku hingga sampai ketitik ini? memanfaat kan Eden agar bisa mendapatkan semua milik Al Jaber hah?"
"Dad"
aries merasa lehernya tercekat karena cekikikan Daddy nya.
"Jika sekali lagi kau bertindak ceroboh, maka orang-orang akan tahu siapa yang berada di belakang eden"
"Semakin orang-orang merasa curiga,semakin rahasia lama terbuka secara perlahan"
"Aku hanya bermain pada para perempuan, tidak mengancam nyawa mereka"
"Kau Fikir aku tidak tahu apa-apa? kau yang membunuh valentine 18 tahun yang lalu hah?"
"Dad"
aries menelan salivanya
"Dia terlalu banyak tahu"
ucap aries cepat.
"Kau yang terlalu ceroboh dengan banyak hal, kau selalu bergerak di belakang ku, membunuh valentine, membunuh kakak perempuan Eden, jika kau kembali melakukan hal ceroboh pada Selena,akan aku pastikan untuk mencabut semua hak waris mu dari Al Jaber"
"Dad"
"Daddy"
aries mencoba melepaskan tangan Daddy nya dari lehernya.
"Dan jangan coba-coba mendekat Belle adik perempuan Eden, jika tidak Daddy tidak segan-segan untuk memindahkan mu ke tangan mommy mu"
"Dad"
aries berteriak kesal saat Daddy nya menyebutkan soal mommy nya.
"Keluar dari ruangan ini, bekerja di kantor mu sebaik-baiknya, aku akan mengawasi setiap gerakan mu, ingat itu baik-baik"
Karl bicara sambil mengeratkan rahangnya.
Aries dengan langkah kesal meninggalkan Daddy nya, mengepalkan telapak tangan nya dengan perasaan dongkol.
Dibalik pintu seorang wanita tua tampak diam bersandar tanpa suara, dia memejamkan pelan bola matanya.
23 tahun dia menyimpan banyak rahasia di rumah ini, ingin sekali rasanya dia membongkar seluruh kebejatan sang tuan nya. 3 keluarga hancur di balik tangan pria itu tanpa ampun, menyebabkan banyak sekali kesalahpahaman yang terjadi.
Dia fikir, siapa orang yang bisa dia percaya untuk mulai menguak semua peristiwa sejak 23 tahun yang lalu? dia sedang memikirkan seseorang yang mungkin dapat dia percaya untuk membuka soal kenyataan.
Kematian pria miskin dari keluarga Burja yang di setting oleh tuannya, menculik putra ke 2 Al Jaber dan mengganti nya dengan bocah putra Burja si Kevin Burja, memanipulasi kematian kakak perempuan Kevin Burja yang kini menjadi Eden Al Jaber seolah-olah itu perbuatan keluarga Faith Yildiz, anak perempuan kakak Kevin yang dimanipulasi sebagai putra Faith Yildiz padahal putra orang lain, pemerkosaan terhadap nona valentine, pembunuhan yang dilakukan aries malam itu pada valentine dengan menggunakan suntikan maut ke lengan nya, terlalu banyak masa lalu yang dia ketahui dan dia simpan hari ini.
Secepat kilat wanita paruh baya itu pergi dari sana,mencoba masuk ke kamarnya dengan degup jantung yang tidak beraturan, dia membuka laci nakas nya dengan tangan gemetaran, mencoba untuk menghubungi seseorang.
Kali ini mungkin kematian benar-benar semakin akan mendekati diri nya, tapi minimal dia fikir dia tidak mati dengan membawa jutaan penyesalan.