Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kado istimewa


Aland jelas kelabakan saat tahu-tahu sejak pagi Ailee terus mengeluarkan isi perutnya, bik Sumi juga agak bingung, ingin bicara soal kemungkinan tapi melihat sang majikan terus marah-marah dengan semua orang jelas membuat dia panik dan tidak juga kesampaian untuk bicara soal kemungkinan non Ailee nya....


Edo mau tidak mau menahan telinga dan perasaan nya saat Aland mengamuk tidak jelas.


"Kalau terjadi apa-apa pada istri ku, kau orang pertama yang akan aku beri pelajaran"


Bentak Aland kesal.


"Wah gila, ngapa-ngapain istri kamu tidak kok jadi aku yang kena"


Edo memijat kepalanya yang tiba-tiba sakit.


"Jangan sentuh tubuh istriku"


oh tuhan, shit.


umpat Edo


"kamu fikir dokter bisa memeriksa Pasien tanpa disentuh? kamu fikir aku malaikat atau peri? tinggal bicara abrakadabra langsung bisa sehat istri kamu?"


Bagi Edo Aland sudah mulai kehilangan akal warasnya saat ini.


"Aku akan minta dokter Risa kemari, tunggu dia tiba dalam 20 menit"


"Kenapa lama sekali?"


Oh God


"Aland ini Jakarta please, macet, you know macet? masih untung 20 menit bagaimana jika 2 jam?"


Oh God


Edo terus memutar bola matanya kesal.


Dia fikir baru kali ini melihat sang sahabat begitu gila, bicara tidak masuk akal, marah-marah dalam keadaan tidak jelas. Bahkan sebelum dokter Risa datang, Aland lebih persis seperti gosokan panas yang hilir mudik Kesana-kemari tanpa bisa berhenti.


"Aland, stop ngapain kamu mondar-mandir Seperti itu sejak pagi?"


Bukan nya otak menjadi waras, semakin di ladeni Aland semakin menggila.


"Kau tidak lihat? istri ku sudah berapa kali muntah-muntah sejak tadi? selama menunggu teman mu siapa tadi nama nya? Risa? sudah 3 kali dia terus-menerus muntah"


oceh Aland kesal.


"Mungkin kena diare itu, coba kasih obat diare"


Eko bicara cepat, mencoba meraba kotak obat-obatan yang terletak tidak jauh dari tempat dia duduk .


"Ailee sudah memakan nya tadi pagi, semua di keluarkan tanpa sisa"


Seketika Edo kembali memijat-mijat kepalanya.


"Kenapa lama sekali? apa teman mu seekor siput? selalu bergerak lamban ketika dalam keadaan terdesak?"


"Ini baru 10 menit berlalu Aland"


Seolah tidak peduli ucapan Edo, Aland tetap saja mengoceh.


"Jika di film India, teman mu adalah para polisi nya"


protes Aland lagi.


Oh ya Tuhan.


Edo menggeleng-geleng kan kepalanya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar Ailee kembali memuntahkan isi perutnya.


Pada akhirnya Aland melesat masuk ke kamar, membantu memijat-mijat tengkuk Ailee, mengolesi tengkuk dan perut Ailee dengan minyak angin.


"Yang mana yang tidak enak?"


Alan jelas tampak cemas setengah mati.


Air mata Ailee terus tumpah sambil mengeluarkan isi perutnya, dia fikir sedikit saja makanan masuk pasti akan keluar tanpa pamrih.


Mencium bik Sumi masak pun dia benar-benar tidak suka, bagi nya seluruh aroma didapur membuat kepalanya Seketika pening mendadak.


"Semua nya terasa tidak enak"


keluh Ailee sambil membaringkan tubuhnya.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar, tampak edo dan perempuan seusia Edo menyeruak masuk ke dalam.


"Selamat siang, semua"


perempuan itu tersenyum begitu ramah, meletakkan tas yang ada di tangan nya kemudian mencoba mendekati Ailee dan Aland.


"Oke, kita akan lakukan pemeriksaan"


ucapnya lagi.


"Boleh tinggalkan kami sebentar?"


Aland jelas merasa keberatan.


"Saya tidak akan menculik istri anda"


dokter itu mengulum senyuman nya.


"Kemungkinan hanya 10 menit lebih sedikit"


"Come kawan, sebaiknya kita keluar sebentar"


Edo bicara sambil berusaha menarik tangan Aland.


pada akhirnya laki-laki mengalah juga.


Masih menunggu dengan gelisah hasil dari pemeriksaan nya, Aland tampak berusaha bersandar sejenak di kursi sofa yang ada di ruang tamu.


Seketika dia berdiri saat mendengar pintu kamar terbuka, dokter perempuan itu tampak mengembangkan senyuman terbaiknya.


"Bagaimana?"


Aland bertanya sambil mengerutkan dahinya.


"Di trimester awal banyak ibu-ibu yang mengalami morning sickness Walau tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Pada beberapa wanita, morning sickness yang gejalanya parah dapat berlanjut menjadi hiperemesis gravidarium. Tapi untuk istri anda semua baik-baik saja, masih dalam tahap wajar"


Aland tampak tidak mengerti, mengerutkan keningnya beberapa waktu.


"Sepertinya pemicu mual istri anda karena aroma yang tidak dia sukai atau bahkan makanan yang dikonsumsi nya, perbanyak makan buah, minum air putih dan boleh makan sedikit ice cream jika istri anda suka"


"Maksud nya bagaimana?"


Aland berusaha mencerna ucapan perempuan itu dengan perasaan bingung, Edo hanya tertawa geli melihat ekspresi Aland, sang dokter perempuan mengulum senyumnya.


"Usia kandungan istri anda 5 Minggu, selamat anda akan jadi seorang ayah"


Dan seketika Aland membulat kan bola matanya, menatap Ailee yang tampak tersenyum ke arah nya dari dalam kamar.


"Oh tuhan"


Aland bingung bagaimana cara mengungkap kan semua nya, secepat kilat lari menuju ke arah kamar, secepat kilat menyambar tubuh Ailee.


"Oh tuhan, oh tuhan, sayang.."


Aland langsung memeluk tubuh Ailee dengan jutaan perasaan yang tidak dapat dia jelaskan dengan kata-kata.


"Ini kado istimewa"


bisik aland sambil mengeluarkan sedikit air matanya.


Ailee seketika ikut menangis didalam pelukan Aland sambil mengulum senyum nya.