Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Roti jepang


Saat tiba di Indonesia, Ailee jelas mengerutkan dahinya berfikir kenapa mereka melewati jalan yang berbeda dari biasanya,. ini jelas-jelas bukan jalan kembali ke mansion lama mereka.


"Daddy, kita mau kemana?"


Ailee bertanya pada Aland yang masih memejamkan matanya disamping dirinya, sopir daddynya tampak fokus membawa mobil didepan.


"Pulang ke rumah"


jawab Aland pelan.


"Aku fikir ini bukan jalan pulang ke mansion kita, Daddy?"


"Kita pindah ke mansion baru"


Alan bicara cepat masih sambil memejamkan matanya.


"Pindah lagi?"


tanya nya cepat.


"He em"


Ini sudah ke berapa puluh kali nya dia berpindah tempat, dia hanya heran apa daddy nya begitu suka membuat dirinya berpindah-pindah tempat Kesana-kemari, hal ini terlalu sering terjadi sejak dia masih di bangku sekolah dasar.


Karena itu sangat sulit sekali untuk dirinya mendapat teman sejak dulu, Sebab baru saja dia mau dekat dengan beberapa tetangga untuk dijadikan teman tiba-tiba Daddy nya memindahkan tempat tinggal nya.


Bahkan dia juga sempat pindah sekolah Beberapa kali dulu tanpa alasan yang jelas, selalu harus mengulang pergaulan nya dan berbaur dengan teman-teman sekelasnya yang baru


Ailee menghela pelan nafasnya, tapi sepersekian detik kemudianTiba-tiba saja perut ailee terasa begitu sakit, dia berusaha untuk menekan nya beberapa kali.


Aneh!


fikir nya dalam hati sambil meringis pelan.


"Ada apa?"


Saat mendengar ringisan Ailee, Dengan cepat Aland membuka bola matanya.


"Entahlah, kapan kita tiba di tempat tinggal baru Daddy?"


Aland melirik ke arah jam tangannya.


"Mungkin sekitar 25 menitan lagi"


Ailee hanya mengangguk pelan, masih mencoba memegang perutnya lantas bersandar ke belakang.


"Daddy akan hubungi Edo, apa begitu sakit?"


Aland jelas mengerutkan dahinya, secepat kilat mencari apapun yang ada didalam tas ailee.


"Kamu tidak bawa minyak angin?"


tanya nya kemudian.


"Bawa"


jawab Ailee pelan.


Secepat kilat Aland meraih minyak angin lantas menuangkan ke tangan nya,menarik baju Ailee dengan cepat kemudian mengoleskan minyak angin itu ke perutnya.


"Apa kamu salah makan?"


tanya nya cepat sambil terus mengoleskan minyak angin tersebut ke Perut Ailee.


Ailee masih menggeleng pelan.


"Aku tidak tahu"


"Berbaring lah, akan Daddy pijat"


"Hmm"


Ailee hanya menurut, mencoba berbaring dengan perasaan tidak nyaman di paha Daddy nya.


ucap Ailee lagi pelan


"Ya?"


Aland masih tidak paham, mencoba memijat pelan perut ailee, menghubungi Edo untuk beberapa waktu.


********


Bik Sumi tampak bahagia melihat kedatangan nona muda nya Ailee dan tuan nya Aland, setelah liburan beberapa waktu akhirnya kembali juga, tapi seperti biasa lagi-lagi mereka pindah ke mansion yang baru.


"Loh kenapa non?"


bik Sumi bertanya saat Ailee tergesa-gesa masuk dari arah depan, melesat menuju ke kamar mandi.


"Dia bilang sakit perut, dokter Edo akan kemari"


jawan Aland cepat.


"Ah, akan saya buatkan air hangat buat non Ailee"


setelah mengangkat koper mereka, bik sumi langsung melesat ke dapur membuat minuman hangat untuk Ailee.


"Datang bulan non?"


Ailee mengangguk.


"Masih ada pembalut bik?"


"Kayak nya habis"


Seketika Ailee menoleh ke arah Aland yang seperti nya buru-buru ingin keluar.


"Daddy mau kemana?"


Ailee mengerut kan dahinya.


"Ke Indomaret, ada yang mau dititip?"


seketika Ailee melebarkan senyuman nya.


"Titip roti Jepang 1 pak besar dad"


"Ya? roti Jepang?"


Aland mengerutkan dahinya.


bik Sumi langsung mencoba menahan tawa nya.


"Nggak apa-apa non?"


Ailee mencoba mengulum senyum nya.


"Bilang aja yang pakai sayap ukuran panjang 42cm"


"Ada roti Seperti itu?"


"Ad, roti Jepang bersayap ukuran 42cm dimakan khusus dimalam hari"


Aland tampak bingung, hanya mengangguk pelan lantas beranjak dari sana.


"Dokter Edo sebentar lagi kesini, tunggu Daddy pulang baru boleh dia memeriksa mu, tidak boleh menyentuh sebelum ada Daddy"


"He em"


Ailee mengangguk cepat sambil mengembang kan senyuman nya.


"Ngerjain nya nggak tanggung-tanggung"


oceh bik Sumi kemudian, Ailee terkekeh sambil memegang perut nya yang perih.


"Minum dulu air hangat nya"