
Belle fikir terpaksa keluar dan turun sebentar ke depan menuju ke Indomaret 24 jam untuk membeli pembalut karena ternyata stok simpanannya habis, memang sudah cukup larut malam, hampir tengah malam dikala penghuni apartemen sudah terlelap semua, tapi tidak memaksa turun dan keluar sungguh sangat mustahil.
Saat turun menuju ke meja resepsionis, tampak hanya ada seorang resepsionis laki-laki yang tertidur lelap di atas meja dan 2 security yang tengah tertidur lelap di atas sofa, dengan gerakan terburu-buru Belle keluar menuju ke Indomaret diseberang.
Belle patut bersyukur karena posisinya tepat di seberang sana, jika jauh dapat dipastikan Belle akan mengurungkan niat nya.
Lebih baik bertahan dengan keadaan dari pada keluar di tengah malam yang takut berakibat cukup tidak menguntungkan Ke depan nya.
"Ada yang lain dik?"
sang kasir bertanya dengan ramah, sesaat setelah Belle meletakkan beberapa macam belanjaan.
"Mau melakukan pengisian pulsa?"
Belle menggeleng.
"Mau ambil promo nya dik, lagi ada diskon beli 2 gratis 1?'
kasir itu bicara sambil menunjuk beberapa jenis makanan yang ada di sisi kiri mesin pembayaran.
lagi-lagi Belle menggeleng.
"Baik, total nya 87.500 "
Secepat kilat Belle menyerahkan selembar uang 100 ribuan ke arah sang kasir.
"Kembaliannya 12.500 terima kasih"
"Terima kasih"
ucap Belle balik, lantas dengan cepat meraih kantong belanjaan nya kemudian langsung melesat keluar dari sana, berlarian kecil menuju ke arah apartemen nya.
Sejenak Belle merasa agak aneh karena tampak beberapa pria dewasa berpakaian serba hitam mondar-mandir di depan apartemen, karena sedikit ngeri Belle dengan gerakan cepat menggesek ID card nya lantas masuk ke dalam tanpa fikir panjang.
"Seperti penjahat"
guman belle pelan.
Gadis itu langsung melesat naik ke elevator lift,menutup pintu lift Dengan cepat lantas memencet lantai dimana dia tinggal.
Saat baru membuka pintu apartemen nya, Sejenak Belle mengerutkan dahinya sesaat melihat seseorang berjalan dengan sedikit kepayahan sambil tangan kanannya memegang dadanya sedang kan tangan kiri orang itu mencoba berpegangan pada pinggiran pintu apartemen nya, hanya tampak punggung nya tanpa tahu bagaimana rupanya.
"Tuan?"
Belle langsung berusaha membantu laki-laki itu, sesaat melihat seolah-olah laki-laki itu akan tumbang.
Seketika bola mata Belle membulat sempurna saat menyadari siapa laki-laki itu.
"Om?"
Yah itu adalah majikannya Ina, Bern Mc Lucas.
Tapi ada apa dengan laki-laki ini?
Fikir Belle.
Sepersekian detik kemudian terdengar kericuhan dilantai bawah, terdengar langkah kaki mencoba menaiki tangga yang terletak di sisi kiri apartemen dan tampak suara beberapa orang mencoba untuk menghalangi beberapa orang lainnya.
Belle jelas bingung, tapi Bern dengan gerakan cepat mendorong tubuh Belle agar masuk ke dalam apartemen nya diikuti oleh dirinya, mendorong Belle hingga tubuh mereka merapat sempurnah.
Sejenak Belle tampak panik, terdengar samar-samar kericuhan didepan, Bern mencoba mengintip dari lubang kecil Pintu apartemen Belle.
"Om.."
Belle ingin bicara, tapi Bern dengan cepat meletakkan jari telunjuknya ke depan bibirnya.
Seketika bola mata Belle membulat, dia cukup terkejut saat menyadari seluruh jemari laki-laki itu penuh dengan lumuran darah.
Bern seolah-olah memberikan Belle tanda agar jangan bersuara, cukup diam dan jangan melakukan pergerakan apapun.
Keributan diluar terus terdengar, hingga Seperti nya beberapa orang memaksa untuk masuk ke apartemen Bern, cukup lama hingga pada akhirnya keheningan terjadi.
Bern langsung mencoba bersandar pada bahu Belle, dia fikir dia benar-benar sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, darah di dada nya jelas terus keluar tanpa henti sejak tadi.
Belle tercekat ketika laki-laki itu memeluk dirinya, membenamkan kepalanya kedalam bahunya, dengan posisi mereka berada di belakang pintu sambil saling berhadapan dengan sempurna.
Seketika Bern memejamkan bola matanya dan tumbang saat itu juga.
"Om"
Belle terpekik pelan, mencoba menahan tubuh kokoh itu yang memeluk erat tubuh nya.