Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Ingin memulai semuanya dari awal


"Mau makan apa?"


Aland bicara sambil menuangkan susu khusus ibu hamil kedalam gelas tinggi yang ada di hadapannya, menuangkan air hangat kemudian mengadukannya secara perlahan , Ailee tampak tiduran di atas kursi sofa dengan perasaan tidak nyaman.


"Takut muntah lagi"


jawab Ailee cepat sambil menggelengkan kepalanya.


"Buah-buahan cukup baik, bik Sumi juga sedang mencarikan rujak buat Ailee"


Ailee kembali menambahkan.


Sejak semalam keinginan dia mengunyah buah-buahan segar ditambah beberapa bumbu kacang, pasti terasa segar.


Dia sama sekali tidak curiga dan tidak menyangka bakal hamil, sebab dia fikir hanya mual dan demam biasa saja. Tapi herannya sejak Kemarin rasa mual yang mendominasi tidak mau berhenti padahal sudah minum obat, yang paling menyiksa saat semua isi perut nya harus keluar begitu saja.


Sejak tadi Ailee mencoba menghitung masa haid terakhir nya, hmm benar juga sebelum menikah Ailee sempat datang bulan dan mengerjai daddynya soal minta di belikan roti Jepang, terus setelah itu sama sekali belum mendapatkan nya lagi , Seperti nya kejadian waktu di dapur benar-benar langsung jadi fikir Ailee.


"hmmm 5 Minggu berarti belum 2 bulan Daddy?"


ucap Ailee pelan sambil menghitung jari-jari nya.


"He em, kalau di hitung iya"


Aland mengangguk, bicara sambil membantu Ailee untuk duduk, memberikan susu ke pada ailee agar segera meminum nya.


"Kamu tidak mau kuliah?"


Aland tiba-tiba menarik nafasnya pelan.


Ailee berusaha menghabiskan susu nya terlebih dahulu, menatap wajah Aland dari arah balik gelas.


Dapat di lihat betapa seriusnya wajah Aland saat ini.


Ailee jelas menggeleng.


"Tunggu setelah lahiran, baru Ailee fikirkan"


ucap Ailee pelan.


"Maafkan Daddy"


ucap Aland pelan sambil mengacak-acak lembut poni nya.


"untuk apa?"


Ailee bertanya sambil memberikan gelas susu nya pada Aland, menggeleng pelan seolah-olah berkata tidak mau lagi, dia tidak kuat untuk menghabiskan nya.


"Membuat kamu kehilangan masa depan karena Daddy sudah egois menikahi kamu"


ucap Aland pelan.


Ailee diam sejenak, kemudian dia terkekeh.


"Tapi Ailee bahagia, sangat bahagia"


ucap nya cepat, menatap dalam bola mata Aland.


"Aku tidak pernah merasa kehilangan masa depan, sejak kecil Ailee selalu bermimpi untuk bisa hidup berdua dengan Daddy, tidak di benci Daddy, berbagi banyak hal dengan Daddy baik disaat suka maupun duka"


setelah berkata begitu Ailee memeluk cepat tubuh daddynya.


"Jangan pernah berfikir merasa bersalah, karena jika tidak Ailee akan berfikir Daddy tidak benar-benar mencintai Ailee"


Aland mengelus lembut Ailee, mencium aroma wangi dari puncak kepala sang istri.


Entah lah tapi realita nya dia benar-benar merasa bersalah karena menghancurkan masa depan Ailee sebelumnya, tapi anak ini juga seolah-olah telah mengisi kebahagiaan diri nya.


"Mungkin kita akan pindah ke Manhattan di akhir tahun ini"


ucap Aland pelan.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan Daddy di Indonesia?"


Ailee mencoba melepaskan pelukannya.


"Mungkin Daddy akan mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk mengurus semua nya"


"Meskipun hasil terkadang tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan, tapi Daddy Fikir sebaiknya kita kembali ke Manhattan, memulai kehidupan baru disana, melupakan semua hal yang ada di Indonesia"


sejenak ailee tampak diam, menatap bola mata Aland begitu dalam.


"18 tahun bukan waktu sebentar, kembali ke Indonesia lalu kembali lagi ke Manhattan, Terlalu banyak kenangan buruk disini yang harus Daddy ingat, ini waktunya melupakan dan melepaskan semua nya"


"Daddy"


ucap Ailee pelan, mencoba menyentuh wajah laki-laki itu secara perlahan.


"Asal ada kamu, ada anak-anak yang akan lahir dan memenuhi hari-hari daddu itu sudah cukup"


Aland meraih tubuh Ailee secara perlahan, lantas kembali membenamkan tubuh itu kedalam dekapannya.