Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Seolah mengenal nya "Mengurai benang kusut"


Saat tantangan Winda terucap jelas saja Bern tidak ingin menolaknya, dia bahkan memiliki ide baru andaikan gadis itu gagal, menjadikan diri gadis itu one night stand cukup menarik untuk dirinya.


Bern jelas cukup tergoda sejak pertama kali melihat Winda, gadis itu terlihat begitu menggoda di matanya, menikmati tubuh gadis itu dengan izin setelah mengalahkan nya nanti Bern Fikir pasti sangat menarik.


"Kau benar-benar luar bisa"


puji bern pada Winda.


Kemudian pada akhirnya semua telah disiapkan oleh orang suruhan Bern, menyusun meja, membongkar 2 pistol sekaligus dan meletakkan nya secara acak ke atas meja tepat dihadapan Bern dan Winda.



Selena benar-benar tidak bisa menarik nafasnya dengan baik saat melihat 2 sosok berbeda gender itu saling berhadapan dengan 2 pistol yang sudah di bongkar habis di atas meje. Sesekali dia menelan salivanya, kemudian mencoba terus menarik nafasnya panjang.


Ini gila


pekik Selena dalam hati.


2 sosok manusia yang Selena tidak tahu bagaimana cara kinerja pemikiran nya saat ini sudah bersiap di posisi mereka masing-masing.


Seorang perempuan dengan penampilan sangat terbuka menjadi jurinya, kemudian hitungan mundur mulai di suarakan.


3


2


1


Srrtt


cktakkk


kletakkk


kletekkk


oh God.


Selena memandangi 2 sosok manusia itu saling berlomba menyusun dan merakit senjata itu, Winda dan Bern jelas saling bertatapan antara satu dengan yang lainnya, mereka sama sekali tidak memperhatikan ke arah pistol tersebut, hanya terus menyusun hingga akhir.


Selena sama sekali tidak bisa menarik nafasnya dengan baik, dia mencoba menahan nafas nya dari awal hingga akhir, rasa nya Begitu sesak saat ini dan saat ini jelas terasa leher nya seolah-olah dicekik oleh seseorang, dia fikir apa dia harus lari saja dari sini dan mengakhiri semua nya?


dunia mafia benar-benar gila.


batin nya.


Klettaakkk


kletekk


Dan jelas tidak akan ada seorang pun yang percaya betapa cekatan nya gerakan dua sosok manusia dihadapannya ini dan terutama....




Winda bicara sambil mengacungkan pistol nya lebih dulu ke arah Bern.


"Oh shit "


umpat laki-laki itu kemudian saat tahu dua kalah telak dengan gadis ini hanya dalam hitungan detik.


Selena jelas melotot tidak percaya, dia fikir bagaimana cara nya gadis yang terlihat kalem itu mengerti bagaimana caranya membongkar pistol, merakit ulang bahkan terlihat jelas jika Winda sangat ahli menggunakan pistol.


"Tembak atau menerima kesepakatan?"


tanya Winda sambil menarik ujung bibirnya.


Beberapa anak buah Bern jelas mengangkat senjata mereka masing-masing, namun Bern dengan gerakan cepat mengangkat tangannya.


"Aku tidak menyangka, kau bahkan lebih lincah dari pada yang aku duga"


Bern bicara kemudian meminta orang-orang menyingkirkan pistol milik nya, menyingkirkan meja dihadapan mereka lantas langsung duduk dengan santai nya.


"Kau tidak akan menyesal membawa ku masuk ke sarang setan, Bern"


ucap Winda kemudian ikut duduk dengan gaya yang begitu luar biasa santai.


laki-laki itu terkekeh.


"Kau semakin membuat aku tertarik"


Winda seolah-olah mengejek, seakan hati nya berkata jangan bermimpi terlalu dalam.


"Lalu informasi apa yang kau ingin dapatkan dari ku?"


Bern tiba-tiba menoleh ke arah Selena, bertanya sambil menatap bola mata gadis itu begitu tajam.


Selena menatap beberapa waktu wajah Bern, menelisik bola mata itu sejenak, setelah di perhatikan, Selena baru menyadari jika bola mata Bern begitu mirip dengan milik Murat.


"Aku ingin bertemu dengan bocah yang tahu soal sesuatu di distrik stone street sekitar 28 bahkan 29 tahun yang silam"


seketika Bern membulatkan bola matanya, ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah.


"Aku ingin tahu soal 2 bocah yang tersesat di distrik itu, untuk membuka tabir Kematian saudara ku, valentine"


Bern tampak terkejut saat Selena menyebutkan nama valentine, wajah nya langsung merah padam penuh amarah, secepat kilat Bern menarik kerah baju selena.


"Kau bilang apa?"


Tanya nya tiba-tiba dengan ekspresi yang begitu mengerikan, Selena menebak jika ekspresi Bern seolah-olah berkata dia mengenal valentine dengan baik sebelumnya.