Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Abigail yang terlalu pandai


Mendengar ucapan Abigail seketika Selena tertawa


"Hahahaha kau ini berfikir yang aneh-aneh"


hahahaha kau tidak tahu betapa malu nya aku


Antara mulut dan hati itu memang sangat berbeda penggambaran kata-kata nya.


Apa aku harus pura-pura pingsan sekarang?


pekik Selena dalam hati.


"kalau begitu ayo turun untuk makan"


abigail menarik cepat tangan Selena.


Akhhhhh bagaimana ini


Dan bisa dibayangkan bagaimana perasaan dan juga ekspresi Selena saat mereka turun ke bawah, dari atas tangga dapat dia lihat bahrat tengah sibuk membaca majalah sembari menunggu mereka, saat mereka turun bola mata bahrat langsung menangkap sosok nya, jelas saja Selena langsung membuang pandangan nya karena saking malunya, wajahnya jelas jadi memerah.


Saat mereka di meja makan, Abigail dengan cara sedikit memaksa seperti tanpa dosa membuat Selena duduk di samping bahrat.


"Duduk disini"


"Ya?"


Selena agak terkejut saat Abigail menahan tubuh nya agar duduk dikursi makan tepat disamping bahrat.


"Tapi aku..."


"Aku akan duduk disini"


ucap Abigail cepat Tanpa peduli ocehan Selena.


Pada akhirnya mereka melanjutkan sesi makan malam yang sempat tertunda beberapa waktu, bahrat bahkan tampak seperti biasa saja, tetap berlaku normal seperti sebelum-sebelumnya seolah kejadian di kamar mandi tidak pernah terjadi, laki-laki itu bergaya tanpa ekspresi meletakkan beberapa makanan ke piring nya, memberikan beberapa menu sayuran ke piring selena, bahkan sesekali mengajak Abigail bicara dan mereka bahkan bicara dan sesekali melirik juga menatap selena.


Padahal rasanya saat ini apapun yang ditelan di tenggorokan selena bak buah berduri, begitu serat dan menyakitkan, sangat sulit ditelan dan entahlah Selena sulit mengungkapkan nya dengan kata-kata.


Dia bahkan kalau bisa ingin menenggelamkan tubuhnya dan wajah nya ke bawah kursi makan atau bahkan hingga ke bawah kolong meja, berkali-kali dia melirik ke arah bahrat, berkali-kali juga secara tiba-tiba wajah nya memerah dan entahlah seluruh tubuhnya menjadi begitu malu.


Dia kenapa bisa bersikap biasa begitu???


keluh Selena dalam hati


Setelah sesi makan malam Abigail benar-benar membuat Selena harus menahan gondok yang mendalam, laki-laki itu menarik tangan nya untuk ikut mereka duduk di ruang tengah, nonton bersama, mendorong tubuh Selena agar duduk tengah-tengah mereka, bahrat di sisi kanan nya dan Abigail disisi kiri nya.


Selena benar-benar ingin menangis saat ini.


Mereka memang sering begini, kumpul bersama, bercanda, bercengkrama, nonton bersama seperti sejati nya keluarga tapi itu kemarin, dia jelas tanpa malu akan bersikap biasa-biasa saja, tapi kali ini mati pun dia tidak bisa saling sudah tidak punya muka nya terhadap bahrat.


Beberapa kali selena menyentuh tengkuknya karena malu, bahkan dia tidak punya nyali untuk menatap bahrat setiap kali laki-laki itu bicara ke arah Abigail atau ke arah diri nya.


Bahrat bahkan sebenarnya cukup canggung berhadapan dengan Selena setelah kejadian di kamar mandi itu, tapi karena dia fikir tidak mungkin bersikap ke kanak-kanakan atau bahkan menjadi malu-malu karena ke adaan, pada akhirnya dia membuang perasaan canggung nya.


Abigail benar-benar pandai membuat situasi semakin tidak mengenakkan, selain ingin marah bahrat merasa cukup geli dengan ekspresi wajah Selena yang terus memerah sejak tadi di meja makan, bahkan jika bola mata nya tanpa sengaja menatap bola mata gadis itu, Selena langsung membuang pandangan nya dengan wajah memerah.


Bahrat terus mengulum senyum nya sejak tadi, apalagi saat Selena duduk di tengah-tengah di antara mereka.


Hingga akhirnya tahu-tahu gadis itu telah terlelap begitu saja disampingnya dan Abigail seperti tanpa dosa malah beranjak meninggalkan mereka.


"Abigail"


bahrat menggerem


"Aku mengantuk"


"Selena, hey bangun"


bahrat bicara mencoba menepuk-nepuk pipi Selena.


"Bawa saja ke atas, uncle pasti kuat menggendong nya, bukankah saat kecil hingga remaja uncle sering melakukan nya"


ucap Abigail cepat lantas kabur meninggalkan mereka.


Oh shit, jelas saja situasi nya berbeda.


umpat bahrat.


Selena bukan nya terbangun, dia semakin bersandar ke dalam dada bahrat, terlelap dengan sejuta mimpi nya.


Oh God.


di sudut tangga Abigail sempat melirik sejenak, mengulum senyum sambil menahan tawa.


Mau tapi malu ckckckck


maki nya dalam hati.