Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Ada yang salah dengan dirinya


Murat hanya bisa menarik nafasnya panjang, setelah tiba di mansion, gadis itu malah benar-benar tidur lelap didalam mobil, tidak kunjung bangun setelah beberapa kali dibangun kan.


ternyata dia bisa tidur persis seperti orang mati kalau kelelahan.


rutuk Murat dalam hati.


"Mau saya angkat kedalam tuan?"


sang pelayan pria kesetiaan bertanya pada murat. seketika Murat melotot, menatap pelayan setianya itu dengan perasaan kesal.


kesal tanpa kejelasan.


"Tidak usah"


sungut Murat, lantas dengan cepat mengangkat aishe kedalam pelukan nya.


seketika Pelayan pria itu melirik ke arah sang sopir dan beberapa pelayan lainnya,mereka mengulum senyum beberapa waktu, jelas ada arti tertentu dibalik senyum semua orang saat itu.


Yah sejak kapan tuan mereka peduli pada perempuan??


Murat dengan cepat membawa tubuh aishe menuju kekamar mereka, meletakkan nya secara berlahan ke atas kasur.


huffff


Murat menghembuskan pelan nafasnya, memijat sejenak pelipisnya.


Apa yang sudah aku fikirkan?


umpat nya kesal.


secepat kilat dia menyambar handuk nya, mencoba menyegarkan diri beberapa waktu.


beberapa kali handphone aishe terus berdering tanpa berhenti, aishe samar-samar mendengar suara berisik di Balik telinga nya, tangannya bergerak asal mencoba mencari handphone nya dengan mata masih terpejam.


sepersekian detik kemudian suara handphone nya mati.


mana sih??


tanya Ailee kesal sambil membuka sebelah mata nya.


Ng kakak Aland.


masih dengan mata setengah terpejam dia menghubungi balik sang kakak.


"Halo kakak"


ucap aishe cepat


"Kau dimana?"


terdengar sahutan dari seberang sana.


ngg... dimana memang nya aku?masa aku harus bilang di apartemen CEO MAJ company? bisa-bisa dikira simpan.


rutuk aishe.


"Di apartemen perusahaan"


"Apartemen rekomendasi dari perusahaan?"


"He em"


saat dia menjawab begitu, tiba-tiba Murat merebahkan dirinya disamping tempat tidur nya dengan kondisi rambut yang masih sedikit basah, aroma wangi tubuhnya tercium disepanjang ruangan.


"Masih lelah?"


tiba-tiba Murat mengeluarkan suara nya.


ommo...!!!


aishe kaget, dia secepat kilat memepetkan tubuhnya ke tubuh Murat langsung menutup mulut Murat dengan telapak tangan kanan nya, kemudian berbisik.


"Jangan bicara, ini kakak ku"


aishe berbisik ke telinga murat, posisi mereka begitu menempel, aishe langsung memunyungkan bibirnya.


Murat menaikkan alis nya.


Kakak?


Batin nya dalam hati.


"Kamu bersama seorang laki-laki?"


sang kakak bertanya cepat sesaat seperti dia mendengar suara seorang laki-laki bicara dengan aishe.


"Hahahaha iya dia lewat, datang bertanya kenapa air dikamar sebelah mati"


aishe menatap Murat sambil meletakkan jari telunjuknya di atas bibirnya.


"ah aku seperti habis ketahuan selingkuh brengsek"


umpat aishe dibalik telinga murat.


seketika Murat ingin terkekeh,tapi dia berusaha menahannya.


Murat fikir apakah itu Aland? secepat kilat dia membalik tubuh aishe.


"Apa yang kau lakukan?"


aishe jelas terkejut, tahu-tahu Murat masuk kedalam ceruk lehernya, dia ingin membuat aishe Mende..sah di balik panggilan nya pada Aland, ingin lihat bagaimana ekspresi Aland saat mendengar nya.


eh tunggu dulu, wait wait.


pekik aishe dalam hati.


seketika Murat menyesap dalam-dalam lehernya, tangan kanan nya tiba-tiba masuk ke dalam baju nya.


"Hey Daddy akhhh"


aishe jelas tersentak keget.


"Kau..."


"Aishe ada apa dengan mu?"


Aland bertanya cepat dari seberang sana.


oh tidak...!!!


Murat terus me..Nye..sap ujung lehernya, kemudian tahu-tahu bi..bir itu turun ke dadanya.


"Daddy hentikan"


"Nggg .."


Murat hanya ber ngg ria, malah menikmati tindakan nya.


"Kau bersama laki-laki?"


"Tidak kak, tidak ada laki-laki disini"


oh brengsek.


ini gila ..!!


"Hentikan Murat"


rengek aishe antara kesal dan geli.


"Kau menyukainya hmm"


bisik Murat sambil men..jilati telinga nya


"Aku akan membunuh mu setelah ini"


pekik aishe


Murat mencoba menahan tawanya.


"kakak bisa ku matikan telpon nya?"


Murat turun ke da..da nya, semakin dalam menyesap ujung dada nya.


"Akhhh no.."


pekik aishe, tangan kirinya secepat kilat berusaha mendorong wajah Murat.


"Kau..."


"Kakak besok aku telpon kembali"


"Aku belum selesai bicara"


oh God


perasaan apa ini?


pekik aishe, seperti tersengat aliran listrik yang begitu dahsyat hampir membuat dirinya menggila.


"ada apa?"


"akhir Minggu kakak akan ke Maladewa"


"Ya? Maladewa?"


oke otak aishe mulai tidak konsentrasi.


Murat semakin menggila, berusaha membuka seluruh pakaiannya.


"Murat..."


pekik aishe tertahan.


"Kakak, jika Seseorang tiba-tiba ingin menikahi ku, apa kakak akan mengizinkan nya?"


aishe langsung melontarkan pertanyaan itu pada Aland, membuat Murat menghentikan gerakannya, langsung manatap ke arah Aishe, dia cukup penasaran dengan jawaban Aland.


"Kamu tahu sayang, Jangan pernah percaya pada laki-laki, jika dia tidak mengajak mu menikah lebih dulu, maka jangan percaya pada mereka"


"Selama laki-laki itu baik, dia tidak meniduri kamu sebelum menikah, kau boleh menikah tanpa harus menunggu kehadiran ku, aku akan mengizinkan nya, asal dia bukan suami seseorang juga bukan milik seseorang"


dan jawaban kakak nya berada di luar ekspektasi nya, apa itu artinya dia di izinkan menikah sekarang?


"Sebab kau akan menyakiti perempuan lain ketika kau mengambil milik orang lain"


"Ah iya"


melihat ekspresi Aishe Murat menaikkan sebelah alisnya.


"Selamat malam"


aishe menutup panggilan nya, kemudian menatap tajam bola mata Murat.


"Kau... benar-benar memanfaatkan aku, ingin membuat aku dibunuh oleh kakak ku"


secepat kilat Aishe mendorong Murat, menindihnya dengan kesal, lantas menggigit bahu Murat dengan rasa dongkol.


"Akhhh aishee.."


pekik Murat sambil meringis, menyentuh pelan bahu kirinya.


kemudian dengan gerakan kesal dia memukul Murat berkali-kali dengan bantal.


"Kau...kau... memanfaatkan aku tadi, kau menyesap leher dan dada ku brengsek"


pekik nya tidak terima, terus memukul Murat.


"Kau menyukai nya tadi"


ledek Murat.


"Dasar sialan"


pada akhirnya pukulan bantal berikut nya semua isi bulu-bulu bantalnya beterbangan kemana-mana.


"Aishe semuanya terbang kemana-mana"


"Biarkan"


pekik aishe masih dengan perasaan kesal, bola matanya berkaca-kaca kemudian tiba-tiba tangisnya pecah, seketika Murat terdiam.


"Hey...hey..."


ada apa ini? kenapa menangis?


Murat seketika panik, mencoba menyentuh wajah cantik itu.


'Kau memanfaatkan aku, tidak minta izin pada ku, itu pertama kali nya untuk ku bodoh"


seketika murat menelan salivanya, dia merasa serba salah.


"Maafkan aku, aku fikir kau pernah melakukan nya"


"Tentu saja tidak pernah bodoh"


pekik aishe lagi sambil terus menangis.


sepersekian detik kemudian Murat langsung menarik tubuh aishe masuk ke pelukan nya.


"Maafkan aku"


ucapnya pelan penuh perasaan bersalah.


niat hati nya ingin membuat Aland marah, pada akhirnya malah menyakiti perasaan gadis ini.


Damn it.


kenapa dia jadi merasa bersalah???


oh God ada yang salah dengan isi kepala ku seperti nya!!!!


umpat Murat dalam hati.