Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Ke gaduhan di mansion Al Jaber


Seorang pelayan perempuan berusia sekitar 28 tahunan tanpa sengaja melewati pintu kamar utama milik tuan mereka Murat Al Jaber, seketika terdengar rengekan dari arah dalam kamar, niat hati ingin berlalu tapi rasa penasaran jelas mendominasi.


"Apa yang kau lakukan?"


seorang teman mengagetkan nya dari arah belakang, menepuk pundaknya cepat, perempuan berusia sekitar 30 tahunan.


"Ssttt Nyonya muda merengek"


Sang teman terkejut, langsung membuka mulut nya lebar-lebar karena kaget.


"Mana?"


dengan buru-buru menempelkan telinganya di daun pintu.


"Akhhh Daddy apa yang kamu lakukan?"


"Oh tuhan, nyonya muda berteriak"


pekik nya tertahan.


"Ini malam pertama? mereka menikah benaran?"


plakkk


sang teman memukul kepalanya.


"Kau fikir ini di drama-drama? tentu saja mereka menikah benaran"


"Ada apa dengan kalian?"


seorang laki-laki berwajah kecil menatap tajam ke arah 2 perempuan itu.


alih-alih menjawab mereka malah menarik tangan laki-laki itu.


"Mereka sedang bergulat di atas kasur?"


"What?"


laki-laki itu menaikkan alisnya.


"Nyonya muda dan tuan Murat"


secepat kilat laki-laki itu ikut menempelkan telinganya di daun pintu.


"Katanya lelah, diam dan rasakan"


samar-samar dia mendengar ucapan tuan mereka.


"Dia bilang diam dan rasakan"


"Ohhh my God"


pelayan disebelah kanan laki-laki itu menutup kedua mulut nya.


"Diam dan rasakan, oh God"


"Apa yang akan Daddy lakukan?"


Terdengar pekikan aishe dari arah dalam.


"Ohh nyonya berteriak"


"Oh tuhan itu pasti besar sekali"


pekik sang laki-laki.


"Kau ini kapan bisa diam nya?"


suara Murat terdengar kesal.


"Oh God Tuan meminta nya diam"


"Akhhh Daddy terlalu keras"


mereka bertiga melonjak kaget, saling menatap satu dengan yang lainnya.


"Terlalu keras"


pekik mereka bertiga dengan suara tertahan.


"Jangan berbalik, tetap di posisi itu"


seketika mereka membelalakkan mata mereka.


"Oh tuhan mereka menggunakan gaya apa?"


"Jangan berbalik?"


perempuan satu nya tampak bertanya-tanya


"Mungkin dari belakang"


tebak perempuan satu nya lagi.


"Oh tuhan"


"Posisi ini tidak menguntungkan"


rengekan aishe terdengar begitu manja.


seketika salah satu dari mereka meremang, melonjak kaget.


"Posisi nya tidak menguntungkan"


sang laki-laki menggeleng


"Itu sangat buruk sekali"


kemudian dia menepuk jidatnya pelan


"Oh tuhan aishe berhentilah bicara, cukup rasakan"


Suara Murat terdengar kesal.


"Ahhh"


"Cukup rasakan"


"Oh God, oh God"


"Akhhh Daddy pelan-pelan aku bilang"


Mereka kembali melonjak kaget


"Tuan sangat tidak sabaran"


"Tidak mau pelan-pelan"


perempuan satu nya menggeleng-geleng.


"Pasti besar sekali"


laki-laki itu bicara sambil berusaha menggenggam lengan salah satu perempuan itu


"Ini membuat ku menggila"


ucap nya sedikit memanas.


"Brengsek kenapa kau yang jadi ikut naik"


rutuk salah satu perempuan itu.


"Aishe kau hampir menyakiti milik ku"


Lagi-lagi mereka terkejut.


"Ya Tuhan nyonya hampir menyakiti milik nya"


"Oh God"


"Oh no ..ini menyakitkan, bisa lakukan lebih halus sedikit? aku bisa mati Daddy"


kembali terdengar teriakan aishe dari dalam


"Oh ya Tuhan, tuan bisakah kau lebih halus melakukan nya?"


sang laki-laki tampak kesal.


"Dia laki-laki yang payah"


omel perempuan satu nya.


"Sebentar saja, ini akan terasa enak lama-lama"


suara tuan nya sedikit memelan.


"Ommo .. kali ini lebih halus ternyata"


"Suara nya menghilang?"


mereka terus berusaha menempelkan telinga mereka ke daun pintu.


"Sudah?"


"Aku fikir sudah?"


"tidak ada *******? teriakan?"


"Mungkin merekaa sedang berciuman, dibibir"


perempuan satunya bicara sambil berbisik-bisik.


"Ahhh manisnya"


"Yah manis, masa melakukan malam pertama tanpa berciuman?"


"Aihhh siapa bilang akh... Daddy kau menekan nya lagi"


"Hahhhh nyonya berteriak lagi"


laki-laki itu tampak histeris


"Mereka diam lagi?"


"Mungkin sudah sampai puncaknya?"


"Oh indah nya"


"Apa yang kalian lakukan huh?"


tiba-tiba seseorang mengagetkan mereka semua, serentak mereka melonjak kaget, mundur dengan cepat.


"Tu..tuan"


"Tuan.."


"Tuan'


Suara mereka bertiga tercekat, dengan buru-buru mereka langsung menunduk kan kepala mereka.


"Ada apa?"


seorang perempuan cantik tiba-tiba muncul dari belakang punggung laki-laki itu.


Tiba-tiba terdengar kekehan dari arah balik pintu, perempuan dan laki-laki itu menoleh sejenak.


"Suara siapa itu dibalik kamar Murat?"


sang perempuan mengerutkan dahinya.


"Nyonya muda"


"ya?"


"Istri tuan Murat"


Seketika 2 sosok manusia itu saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


Dapat mereka rasakan keadaan mencekam tiba-tiba muncul saat ini juga.