
"Istri Murat?"
Gadis cantik itu bertanya sambil menggenggam erat jemari tangannya.
"Iya nona"
"Kapan dia menikah?"
sang laki-laki bertanya sambil menatap tajam wajah salah satu pelayan itu.
"Kemarin tuan"
"Dia..."
Gadis itu begitu marah, Mencoba untuk menggedor pintu kamar Murat.
"Nona mereka sedang..."
pelayan perempuan itu bicara cepat, mencoba mempertemukan ujung jari kanan nyanke ujung jari kirinya, berusaha menghentikan gerakan tangan orang yang dia panggil nona itu.
"malam pertama"
pelayan laki-laki itu bicara cepat dengan sedikit merendahkan suaranya dengan nada malu-malu.
seketika amarah gadis itu melonjak tiba-tiba.
"ma..malam pertama?"
dia jelas terkejut diiringi kemarahan mendalam.
"Murat..kau..kau.."
gadis itu berniat ingin menggedor pintu kamar Murat, tapi laki-laki disampingnya dengan cepat menahan tangan nya dengan tatapan yang begitu tajam.
"Hentikan tangan mu ramira, kau akan membuat malu diri mu sendiri"
"tapi...aku tunangan nya Eden"
"Dia tidak pernah menyetujui pertunangan kalian, apa kau lupa itu?"
laki-laki itu mendengus, menarik kasar lengan gadis yang dia panggil ramira.
"Eden"
"Berhenti seperti anak-anak, Masuk ke kamar sekarang"
Suara nya terdengar begitu dingin dan ditekan.
Seketika ramira menggenggam erat tangan nya, berlari kesal menuruni anak tangga.
Yang benar saja, berani sekali dia menikah disaat seluruh dunia tahu siapa tunangan nya.
Aku ingin lihat gadis pela..cur mana yang berani-berani nya menggoda Murat.
Dia menggeram dalam hati, terus melangkah kesal, masuk ke sebuah kamar lantas membanting kasar pintunya.
"Kalian kembali ke kamar kalian masing-masing"
"Baik tuan"
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu menatap pintu kamar Murat, menatap tajam ke arah sana, rahangnya jelas mengeras diiringi dengan gigi yang saling menyatu dan mengerat dengan rasa marah mendalam.
Rencana apa lagi yang kau buat kali ini Murat?
*********
Ailee Berlahan mencoba membiasakan matanya dengan silau nya cahaya lampu disekitar nya, warna laut sudah jelas semakin menerang, dia berusaha menggerakkan tubuhnya tapi dibawah sana jelas terasa begitu sakit dan perih mendominasi, Ailee mengintip kebawah, selain sisa sakit, bercak warna merah di sana telah mengering dengan sempurna.
Im not virgin again
itu lah yang ada di kepala nya saat ini.
Dia fikir dulu, mungkin orang pertama yang mengambil hak nya adalah laki-laki seumuran nya, di waktu dia kuliah, mereka mungkin pacaran lebih dulu bahkan menikah. Tapi realita nya orang yang mengambil hal paling berharga miliknya adalah Daddy nya sendiri.
"Ssttt"
Dia meringis pelan, mencoba membalikkan tubuhnya, tapi terasa sebuah tangan menarik dan memeluk nya begitu erat.
"Tidurlah lagi"
Suara seksi Daddy nya Terdengar begitu hangat di balik tengkuknya.
Seketika Ailee diam, menggigit pelan ujung bibirnya, dia terisak.
"Kenapa Daddy melakukan ini semua?"
Aland tidak bergeming, hanya diam untuk waktu yang cukup lama.
"Kamu menyesal?"
tanya Aland pelan, masih terus memeluk erat tubuh Ailee dari belakang.
Ailee diam, dia tidak tahu harus berkata apa.
senangkah? atau menyesal kah?
Perasaan nya jelas berkecamuk jadi satu, dia tidak tahu harus berkata apa, hatinya jelas terasa sakit karena semua dilakukan secara paksa, seakan-akan dia memang tempat pelampiasan paling sempurna untuk daddy nya tanpa alasan yang jelas, Tapi dia mungkin senang setidaknya kepulangan Daddy nya kali ini jauh lebih dari yang dia harapkan, mereka lebih dekat, lebih intim, dan Daddy nya memperlakukan dirinya lebih baik dari dulu untuk beberapa waktu ini.
"Berbalik lah"
Daddy nya bicara, memutar tubuh Ailee dengan pelan, tubuh nya jelas sejak semalam tidak menggunakan sehelai benang pun itu karena sesi ber..cin ta mereka yang begitu panjang.
Ailee menatap dalam bola mata daddy nya, mata nya jelas masih mendung, berkabut dan basah.
Aland menghapus pelan air matanya, mengusap wajah itu secara berlahan.
"Semua akan baik-baik saja hmm"
Ailee tampak diam
"Aku hancur kan?"
tanya nya dengan suara serak.
"Siapa bilang?"
"Semua tahu, setelah seorang gadis tidak memiliki harta paling berharga mereka, laki-laki akan berfikir 2-3 kali untuk menikahi gadis seperti aku"
Seketika Aland membulat kan matanya, dia menatap tajam bola mata Ailee dengan pandangan tidak suka.
"Tidak ada yang boleh memiliki mu kecuali daddy hmm"
ucap Aland cepat
"Tidak ada laki-laki lain yang boleh memiliki atau bahkan menyentuh mu, kau hanya milik daddy sampai kapan pun itu"
Ailee tercekat
"Daddy"
Secepat kilat Aland kembali menautkan Bi..bir mereka, membawa Ailee kembali menuju ke peraduan hangat yang mendominasi.