Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #86


"Yang mulia, saya akan meminta maaf terlebih dulu kepada yang mulia, juga pada kerajaan ini. Karena saya tidak akan mengampuni mereka semua yang telah membuat ibuku meninggal." Ucap permaisuri An.


"Permaisuri ku, tentu aku tidak akan berkeberatan dengan apa yang akan kau lakukan pada mereka, yang telah membuat ibu meninggal dan membuat mu sangat terpukul seperti saat ini."


"Jika para rakyat negara Chao ini bergejolak, karena kau menikahi saya setelah saya membunuh mereka. Maka yang mulia bisa....."


"Tidak akan, aku tidak akan pernah meninggalkan mu hanya karena mereka menentang mu."


"Yang mulia."


"Jika memang mereka akan menentang, maka aku yang akan membantu mu membunuh orang yang telah membuat ibu meninggal, mereka akan tahu jika aku telah membunuh seseorang yang telah menjadi pengkhianat negara Chao."


Permaisuri An terdiam, dia tidak menyangka jika pangeran Rong akan melakukan hal itu untuk dirinya.


"Dengarkan aku. Kau telah menjadi permaisuri ku, dan itu tidak akan pernah berubah. Siapapun yang berani menentang, maka mereka akan berhadapan dengan ku."


Permaisuri An menggelengkan kepalanya, "Tidak, kau tidak perlu melakukan hal seperti itu."


"Kemarilah, aku memiliki sebuah rencana."


Pangeran Rong membawa permaisuri An ke dalam tendanya.


Setelah mereka berdua masuk, pangeran Rong memberikan sebuah peta dimana mereka berada saat ini.


"Saat ini kita berada disini, dan beberapa kelompok pasukan telah berada di wilayah ini dan ini." Ucap pangeran Rong seraya menunjuk tanda merah pada peta itu.


Permaisuri An melihat peta itu dengan seksama, dia juga melihat ada tanda lain di atas peta tersebut.


"Tanda ini?" Ucap permaisuri An.


"Kami meletakan sesuatu pada tanda itu secara sembunyi-sembunyi."


Permaisuri An mengangguk, dia melihat peta yang berada di depannya dan mempelajari wilayah yang saat ini mereka tempati.


"Yang mulia, ada berapa pasukan yang kita miliki dan yang mereka miliki?" Ucap permaisuri An.


"Xiao Bo berkata mereka memiliki sekitar 6 ribu pasukan."


"Itu tidak mungkin."


Pangeran Rong menatap permaisurinya dan juga menatap kembali peta yang ada di depannya.


"Aku juga berpikir seperti itu, karena ini merupakan perang yang selalu mereka nantikan, tentunya mereka akan melakukan apapun dan juga mengerahkan banyak pasukan untuk menenangkan peperangan kali ini."


"Apa yang anda katakan benar, mereka tentu tidak akan menyia-nyiakan hal ini begitu saja. Terlebih mereka pasti telah mengetahui siapa saya dari Liu Fang Yin."


Pangeran Rong mengangguk, "Kami telah melakukan beberapa strategi untuk membuat pasukan mereka menjadi bingung, dan juga memiliki rasa khawatir sehingga mereka memperlihatkan kelemahan mereka."


Permaisuri An mengangguk.


"Ini bukanlah perang yang pernah kau hadapi saat itu." Ucap pangeran Rong.


"Saya mengerti, jika begitu saya ingin membawa sekitar 10 pasukan anda ke sebuah tempat."


"Kau akan kemana?"


"Menangkap wanita yang hanya bisa membuat kekacauan, dan yang akan mendapatkan segalanya dari peperangan ini."


Pangeran Rong yang mendengar perkataan permaisuri An mengerti siapa yang di maksud oleh permaisurinya itu.


"Sepertinya, permaisuri ku saat ini sedikit mirip dengan ku."


"Yang mulia, apakah saya bisa membawa beberapa pasukan mu?" Ucap permaisuri An lagi.


"Iya, kau bisa membawanya."


"Saya akan segera kembali setelah mendapatkan wanita itu, dan akan membantu yang mulia disini."


Pangeran Rong menggenggam tangan permaisuri An, "Kau cukup menangkap wanita itu saja. Aku akan menyingkirkan mereka semua."


"Baiklah jika seperti itu."


Pangeran Rong yang merupakan seorang pendendam tentu tahu bagaimana perasaan permaisurinya saat ini.


"Besok semua pasukan akan menghadapi pasukan mereka, dan aku berharap kau berhasil membawa wanita itu sebelum peperangan ini berakhir." Ucap pangeran Rong lagi.


"Baik yang mulia, saat ini saya telah menjadi permaisuri dari seorang dewa perang. Dan kau akan berperang dengan mereka, jadi tentu saja aku harus membantumu dan melakukan pasukan mereka menyerah."


Pangeran Rong mengangguk, "Baiklah, aku akan meminta Xiao Bo untuk memilih 10 pasukan yang sangat kuat untuk oergi bersama mu."


"Baik, terima kasih yang mulia."


"Kau adalah permaisuri ku, melindungi mu adalah sebuah kewajibanku."


Permaisuri An hanya mengangguk.


...----------------...


Di dalam sebuah rumah, Fang Yin tengah duduk dan menunggu kabar dari seseorang yang dia perintahkan untuk melihat gerak gerik permaisuri An.


"Seharusnya dia sudah kembali, tetapi kenapa hingga saat ini aku belum mendapatkan kabar apapun darinya." Ucap Fang Yin.


Orang yang dia perintahkan pergi beberapa hari yang lalu berjanji akan melakukan tugasnya dengan baik, namun hingga saat ini Fang Yin tidak mengetahui dimana orang itu.


Braaaaak!


Pintu terbuka lebar dengan cukup keras, dan itu membuat Fang Yin sangat terkejut.


Bruuuuk


Kedua mata Fang Yin terbuka lebar saat dia melihat orang yang dia perintahkan tersungkur di atas lantai, dan dia juga sangat terkejut melihat orang yang berdiri di depannya saat ini.


"Sudah cukup lama kita tidak bertemu, Liu Fang Yin." Ucap permaisuri An.


"Liu... Lin Yao."


Permaisuri An hanya tersenyum melihat keterkejutan dari Fang Yin, dia pasti tidak menyangka jika orang yang dia perintahkan kembali dengan tubuh penuh lebam dan juga tidak sadarkan diri.


"Liu Lin Yao, apa yang kau inginkan? Dan... Kenapa kau bisa...."


"Liu Fang Yin, aku sungguh tidak menyangka jika kau bisa selamat dan hidup dengan bahagia setelah meninggalnya ibu mu."


Kedua mata Fang Yin terbuka dengan lebar lagi, dan kedua tangannya mengepal dengan keras.


"Liu Lin Yao, aku mengira jika kau juga akan memakan kue yang di berikan oleh pelayan itu dan mati."


Permaisuri An yang tahu jika itu hanyalah sebuah hal yang bisa membuatnya marah hanya dian saja.


"Liu Lin Yao, ibuku juga telah mati. Hanya saja dia mati setelah di pukuli oleh orang-orang, dan tidak mendapatkan pemakaman yang pantas. Dan aku hanya membalaskan....."


Plak!


Sebuah pukulan cukup keras singgah di pipi permaisuri An.


"Ibumu memang layak mendapatkan hal itu, dulu ibuku mengambil ibumu dari jalanan. Dan di jadikan sebagai perlayannya, tetapi apa yang telah ibumu lakukan pada ibu ku benar-benar sangat memalukan. Ibumu tidak memiliki rasa terima kasih pada ibuku yang telah membawanya dari jalanan." Ucap permaisuri An.


"Beraninya kau berkata seperti itu!"


"Karena itu sebuah kebenaran! Apa kau berpikir jika ibuku tidak mengambil ibumu, maka kau akan ada di dunia ini!!" Seru permaisuri An dengan keras.


Fang Yin yang telah lama tidak melihat permaisuri An merasa ada aura yang sangat kuat, dan membuatnya mengeratkan gigi.


"Pengawal! Singkirkan wanita ini dari sini!" Seru Fang Yin.


Setelah Fang Yin mengatakan itu, tak ada seorang pun yang ada di sebuah rumah itu.


"Berhentilah berteriak, semuanya telah di bereskan oleh para pengawal ku." Ucap permaisuri An.