
Braaaaaak!
Pintu gerbang kediaman seorang perdana menteri terbuka lebar dengan sangat keras.
Beberapa pengawal istana masuk ke dalam kediaman itu, dan disana juga ada kepala pengawal yang bertugas untuk menyeret semua keluarga perdana menteri itu.
"Apa yang kalian lakukan! Kenapa kalian masuk ke dalam rumahku seenaknya?" Ucap perdana menteri yang keluar dari dalam rumah.
"Perdana menteri, maaf telah membuat mu terkejut. Aku hanya melakukan perintah dari yang mulia kaisar, untuk membawamu dan keluarga mu ke istana." Ucap kepala pengawal.
"Yang.... Yang mulia kaisar?"
"Benar, dan untuk sementara waktu. Kediaman mu akan kami jaga dengan baik."
Perdana menteri itu tidak bisa lagi pergi, kedatangan para pengawal dari istana menandakan jika mereka tidak akan bisa melakukan apapun lagi.
Bukan hanya di dalam rumah perdana menteri itu saja, rumah para perdana menteri lainnya pun di datangi oleh pengawal istana. Dan membawa mereka semua ke istana.
"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian menyeretku seperti ini?" Teriak seorang wanita yang di bawa keluar oleh dua orang pengawal istana.
Perdana menteri hanya diam melihat istri, kedua anak dan juga para pelayannya di bawa keluar oleh para pengawal istana.
"Tuan, apa yang terjadi? Kenapa begitu banyak pengawal istana di rumah kita?" Ucap istri perdana menteri.
"Yang mulia kaisar telah mengetahui semuanya. Dan kita semua akan di bawa ke istana sekarang."
"Apa? Ayah, aku tidak mau. Aku tidak melakukan apapun, semua ini ayah dan ibu yang melakukannya. Ayah aku mohon jangan biarkan mereka membawa ku." Ucap salah satu putri perdana menteri itu.
"Walaupun kau tidak melakukan apa-apa, tetapi semua barang yang kau pakai merupakan uang dariku."
Putri perdana menteri itu menggelengkan kepalanya, dia tentu tidak ingin ikut merasakan hukuman yang akan kaisar berikan pada keluarganya.
"Lepaskan aku! Aku tidak mau ikut, lepaskan aku!"
Teriakan dari dua orang putri perdana menteri itu mengiringi kepergian mereka menuju istana kerajaan, dimana keluarga para perdana menteri yang lain telah disana.
Orang-orang yang melihat kejadian itu tentu menatap mereka dengan tidak suka, dan mereka saling berbisik.
"Bukankah itu keluarga perdana menteri yang selalu menyombongkan diri mereka?" Ucap salah seorang yang melihat kejadian itu.
"Benar, lihatlah putri mereka. Dia selalu berteriak pada orang lain, jika orang lain tidak sengaja menyentuhnya saat berjalan di pasar. Sekarang fi seret dengan tidak hormay oleh pengawal istana" Ucap yang lainnya.
Istri perdana menteri itu tentu merasa sangat malu saat ini, karena keluarganya menjadi bahan pembicaraan bagi orang-orang yang melihat mereka.
Setibanya mereka di depan istana, mereka melihat beberapa keluarga perdana menteri telah berlutut.
"Ternyata benar, semuanya adalah orang-orang yang menentang permaisuri An dan pangeran Rong."
Setelah semua perdana menteri dan keluarganya sampai. Kaisar, ratu, putra mahkota, pangeran He Xuan Li, dan pangeran Rong datang.
"Mereka benar-benar mencari masalah yang besar." Ucap pangeran He Xuan Li.
"Benar, dan ini juga menyangkut permaisuri An." Ucap putra mahkota.
Semua perdana menteri dan keluarga mereka melihat kaisar dan ketiga putranya tiba.
"Salam kepada yang mulia kaisar, putra mahkota, pangeran He Xuan Li dan pangeran Rong." Ucap para perdana menteri dan keluarganya bersamaan.
"Kalian semua, benar-benar telah membuatku merasa sangat kecewa!" Ucap kaisar dengan keras pada para perdana menteri.
"Ampuni kami, yang mulia." Ucap para perdana menteri itu.
"Mengampuni kalian yang telah menggunakan uang rakyat, dan memperbanyak kekayaan kalian sendiri? Bukankah sama saja aku akan membuat rakyat semakin menderita!" Ucap kaisar dengan lantang.
Para perdana menteri itu bungkam, mereka tidak berani berkata apapun. Di depan mereka telah berserakan buku keuangan dan bukti kepemilikan ladang dan juga paviluin milik mereka.
"Seret mereka semua, dan masukan ke dalam penjara. Besok bawa mereka ke aula luar!" Ucap putra mahkota.
"Baik yang mulia." Ucap salah seorang kepala pengawal.
"Tunggu! Tinggalkan perdana menteri Yun disini." Ucap pangeran Rong.
Kepala perdana menteri Yun mendongak dan menatap pangeran Rong yang tengah menatapnya dengan tajam. Dan seketika tubuhnya gemetar melihat tatapan itu.
"Baiklah, kecuali perdana menteri Yun. Bawa semuanya ke dalam penjara." Ucap putra mahkota.
Para pengawal membawa semua perdana menteri beserta keluarga dan para pelayan mereka ke penjara istana. Sementara perdana menteri Yun masih berlutut dengan tubuh gemetar.
"Perdana menteri Yun, katakan padaku. Hukuman apa yang pantas untuk orang yang mencoba membunuh permaisuriku?" Ucap pangeran Rong.
Perdana menteri Yun diam, karena dia tidak berani menjawab pertanyaan pangeran Rong.
Kaisar, putra mahkota dan pangeran He Xuan Li yang melihat itu menjadi yakin, jika orang di balik penghadangan pangeran Rong dan permaisuri An adalah perdana menteri Yun.
"Kau sungguh berani melakukan hal itu terhadap anggota kerajaan, perdana menteri Yun! Apa kau sudah menganggapku tidak ada?" Seru kaisar dengan penuh emosi.
"Ampun yang mulia, mohon ampuni hamba. Hamba bersalah, mohon jangan hukum hamba, yang mulia." Ucap perdana menteri Yun sambil bersujud.
"Di saat kau merencakan semuanya, apa kau tidak merasa takut seperti ini, perdana menteri Yun?" Ucap pangeran Rong.
"Yang mulia."
"Bawa dia ke dalam penjara istana ku, karena aku sendiri yang akan menghukumnya." Ucap pangeran Rong.
"Yang mulia, mohon ampuni hamba. Hamba tahu hamba telah bersalah, mohon ampuni hamba yang mulia."
Pangeran Rong tidak mendengarkan ucapan perdana menteri Yun. Setelah memberi hormat, dia segera meninggalkan tempat itu, sementara perdana menteri Yun di seret oleh dua pengawal menuju istananya.
Kaisar, putra mahkota dan pangeran He Xuan Li hanya bisa diam melihat apa yang di lakukan oleh pangeran Rong. Mereka lebih memilih untuk tidak ikut campur dengan cara pangeran Rong menghukum orang yang menginginkan nyawa permaisurinya.
Bruuuuuk!
Para pengawal istana itu melemparkan perdana menteri Yun ke dalam penjara yang ada di dalam istana pangeran Rong.
"Ikat dia!" Ucap pangeran Rong.
"Baik yang mulia."
Perdana menteri Yun merangkak, mencoba menjauh dari para pengawal istana yang akan mengikatnya.
"Yang mulia, mohon ampuni saya. Saya mohon kepada anda yang mulia." Ucap perdana menteri dengan ketakutan.
"Kau sudah berani menguji kesabaranku, perdana menteri Yun. Dan aku sangat membenci siapapun yang mencoba menyakiti permaisuriku!"
Kedua mata pangeran Rong menyala, seolah memancarkan kebencian yang begitu kuat pada perdana menteri Yun.
Para pengawal istana telah mengikat perdana menteri Yun.
Pangeran Rong mengambil sebuah cambuuk yang berada di samping ruangan itu, lalu mengayunkannya pada tubuh perdana menteri Yun.
"Aaaaakh! Yang mulia, mohon ampuni saya. Saya mohon yang mulia. Aaaaakh!"
Suara teriakan perdana menteri Yun menggema di dalam ruangan itu, setiap kali pangeran Rong mengayunkan cambuuknya.
"Ini adalah hukuman untuk mu, karena telah berani menginginkan nyawa permaisuri ku!" Ucap pangeran Rong dengan aura membunuhnya.
"Ampun yang mulia! Aaaakh! Am.... Ampuni saya."
Pangeran Rong terus mengayunkan cambuuknya, hingga perdana menteri Yun tidak sadarkan diri.
"Setelah dia sadar, lakukan lagi. Hingga dia merasakan kesakitan sampai nyawanya keluar dari tubuhnya." Ucap pangeran Rong pada penjaga penjara yang ada disana.
"Baik yang mulia."
Pangeran Rong berjalan keluar dari penjara itu, dan tentu saja dia harus membersihkan dirinya sebelum menemui permaisuri An.
"Orang-orang yang berani menyentuh batas kesabaranku, maka dia akan merasakan kehidupan yang sangat menyiiksa."
...----------------...
Semua cerita ada alurnya ya, jadi mohon untuk bersabar dalam membaca cerita sesuai alur yang ada. Agar tidak terburu-buru dan menjadi aneh saat membacanya, karena konflik dan penyelesaian yang terlalu singkat π.
Terima kasih atas kritik dan sarannya, dan terima kasih juga telah mendukung karya saya ππ.