
Hari pernikahan pangeran Rong dengan Lin Yao akhirnya tiba, semua rakyat menyambut hari bahagia mereka dengan suka cita.
Di dalam kamar, Lin Yao telah siap dengan riasan wajah, dan kepalanya. Gaun pengantin yang di lukis oleh pangeran Rong dan di jahit dengan bahan terbaik pun telah dia kenakan.
"Nona, anda sangat cantik, yang mulia sangat pintar membuat gaun pengantin yang anda kenakan." Ucap Feng Ying yang mengagumi kecantikan Lin Yao.
"Kau benar, yang mulia sangat pintar. Aku tidak pernah menyangka jika yang mulia akan membuat sendiri gaun pengantin ini."
"Nona, yang mulia sudah sangat menyukai anda. Bahkan yang saya dengar, jika semua barang-barang yang di bawakan hari ini yang mulia pangeran Rong sendiri yang memilihnya."
Lin Yao hanya mengangguk dan tersenyum mendengar itu.
Ceklek
Pintu kamar Lin Yao terbuka, dan nyonya Xia masuk ke dalam kamar putrinya itu.
"Lin'er, kau terlihat sangat cantik." Ucap nyonya Xia.
"Ibu, aku merasa takut."
Nyonya Xia meraih tangan Lin Yao dan menepuknya beberapa kali.
"Dengarkan ibu, yang mulia adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Dia pasti akan menjaga dan melindungi mu."
"Iya ibu, hanya saja....."
Nyonya Xia tersenyum, "Lin'er, langit telah menjodohkan kalian berdua. Kalian akan menjadi sepasang suami istri yang bahagia, semua orang juga telah mendukung pernikahan kalian."
"Ibu."
Nyonya Xia mengangguk.
"Nyonya, nona. Yang mulia dan orang-orang dari istana telah tiba." Ucap salah seorang pelayan di paviliun.
"Baik, kami akan segera keluar." Ucap Feng Ying.
"Lin'er, kau harus bahagia bersama yang mulia. Karena ibu sangat yakin, langit telah menjodohkan kalian berdua." Ucap nyonya Xia.
"Baik ibu, terima kasih."
Nyonya Xia mengangguk, lalu menyeka air matanya karena terharu akan melepas putri satu-satunya itu menikah dengan laki-laki yang akan menjaga dan melindunginya kelak.
"Nona, saya akan menutup kepala anda dengan kain merah. Dan setelah itu, anda tidak di perbolehkan berbicara." Ucap Feng Ying.
"Baik, aku mengerti."
Feng Ying dengan hati-hati menutup kepala Lin Yao yang di penuhi hiasan itu.
Setelah itu nyonya Xia dan Feng Ying membantu Lin Yao berdiri dan keluar dari kamar.
Di depan pintu gerbang paviliun sudah ada pangeran Rong dan juga lebih dari 30 orang pengawal yang datang, untuk menjemput Lin Yao serta membawa barang-barang mas kawin dari pangeran Rong untuk Lin Yao.
"Yang mulia pangeran Rong sangat mencintai calon permaisurinya, mas kawin yang di bawa sangat banyak dan pasti sangat berharga." Ucap salah seorang yang melihat arak-arakan pangeran Rong.
"Benar, aku menghitung kotak-kotak itu. Semuanya berjumlah lebih dari 15 kotak, dan itu dengan ukuran yang besar-besar." Ucap yang lain.
Pangeran Rong yang berdiri di samping kudanya yang telah di hias melihat ke arah pintu.
"Yang mulia, mohon untuk menjaga dan menyayangi putri saya. Dan tolong jangan membuatnya terluka." Ucap nyonya Xia saat mereka berdiri di depan pangeran Rong.
"Baik, saya bersumpah akan selalu menjaga Lin'er dengan nyawa saya sendiri, dan tidak akan menyakitnya, ibu." Ucap pangeran Rong dengan bersungguh-sungguh.
Nyonya Xia mengangguk, lalu membiarkan pangeran Rong memegang tangan Lin Yao yang akan menggantikannya menjaga Lin Yao.
"Lin'er, aku berjanji tidak akan membiarkan orang lain melukaimu." Ucap pangeran Rong.
Lin Yao hanya diam.
Pangeran Rong membantu Lin Yao masuk ke dalam tandu pengantin, sementara semua kotak berisi mas kawin telah di letakan di dalam paviliun dan di jaga oleh pengawal istana.
Setelah Lin Yao masuk dan duduk di dalam tandu, pangeran Rong menaiki kudanya yang berada tepat di depan tandu pengantin itu.
Sementara Xiao Li dan Xiao Bo berdiri di samping kanan dan kiri kuda yang di naiki oleh pangeran Rong, mereka akan membawa kuda itu berjalan dengan pelan menuju istana kerajaan dimana pangeran Rong dan Lin Yao akan melakukan pernikahan.
Di dalam tandu, Lin Yao sedikit m*rem4s gaun pengantin yang dia pakai. Dia merasa takut juga gugup.
"Aku benar-benar takut, bagaimana ini. Ini merupakan pernikahan pertama ku, entah itu di kehidupanku 100 tahun yang lali, maupun di kehidupan ini."
Sementara Lin Yao merasa gugup dan takut di dalam tandu pengantin, pangeran Rong di atas kudanya merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan menikahi wanita yang telah membuatnya tertaruk dan sangat menyukainya.
Iring-iringan pengantin terus berjalan, hingga akhirnya mereka sampai di depan aula istana kerajaan.
Pangeran Rong turun dari kudanya, dan berjalan mendekati tandu dimana Lin Yao berada.
Setelah membuka tirai yang menutupi tandu, pangeran Rong mengulurkan tangannya pada Lin Yao.
"Kita sudah tiba di depan istana kerajaan." Ucap pangeran Rong dengan pelan pada Lin Yao.
Lin Yao mengangguk, dan meletakan tangannya pada tangan pangeran Rong dengan sedikit ragu.
Dengan hati-hati pangeran Rong membatu Lin Yao turun dari tandu pengantin, dan berjalan dengan sangat hati-hati untuk memasuki aula istana.
"Pangeran Rong terlihat begitu lembut pada permaisurinya." Ucap pangeran He Xuan Li pada putri Xiu Ying.
"Anda benar, yang mulia. Kami bahkan sangat tidak menyangka jika dia melakukan hal seperti itu terhadap orang lain."
Pangeran He Xuan Li mengangguk.
Setelah pangeran Rong dan Lin Yao tiba di dalam aula istana, mereka berdiri di depan 4 papan leluhir yang akan mereka beri hormat nanti.
Di dalam aula istana juga ada kaisar dan ratu, seru a seluruh anghota kerajaan dan para perdana menteri yang akan menyaksikan pernikahan mereka berdua.
Satu persatu, acara dan aturan pernikahan di lakukan oleh pangeran Rong dan Lin Yao dengan sungguh-sungguh.
Mulai dari memberi hormat pada para leluhur, kedua orang tua, hingga memberi hormat pada masing-masing pengantin.
Suara petasan yang begitu meriah di luar istana, menandakan jika pangeran Rong dan Lin Yao telah selesai melakukan semua aturan dan ritual pernikahan mereka, dan sekarang mereka telah menjadi suami istri.
"Akhirnya pangeran Rong kita, yang sangat sulit di pahami dan sulit di bujuk untuk menikah, hari ini telah menikahi seorang wanita yang sangat dia inginkan." Ucap putra mahkota yang bahagia melihat adik keempat nya telah menikah.
"Kakak pertama benar, saya juga turut merasa bahagia melihat kakak ke empat telah menikah." Ucap pangeran ke 5.
Semua orang merasa sangat berbahagia melihat pangeran Rong, sang dewa perang telah resmi mengakhiri masa lajangnya selama lebih dari 15 tahun itu.