Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #40



...Penampilan pangeran Rong di luar istana...


...----------------...


"Feng Ying, coba kau lihat apakah bahan obat Bai Xian Pi masih ada di dalam gudang atau sudah habis." Ucap Lin Yao yang sedang melihat bahan-bahan obat.


"Baik nona."


Feng Ying lalu masuk ke dalam gudang bahan obat untuk melihat bahan obat yang Lin Yao katakan tadi.


Dan tidak lama Feng Ying kembali.


"Nona, Bai Xian Ping hanya tinggal dua bungkus saja." Ucap Feng Ying.


"Baik, kau catatlah. Besok aku akan meminta seseorang untuk membawakan pesanan bahan obat ke tempat teman kak Ming Yu."


"Baik nona."


Lin Yao melihat keluar ruangan "Cuaca saat ini tidak menentu, banyak orang yang mengeluhkan kulit mereka gatal-gatal. Jadi aku harus membuat obat lebih banyak dari biasanya."


Lin Yao kembali memilah bahan obat yang telah kering, untuk di letakan di atas kertas yang nantinya akan di bungkus sebagai obat rebusan.


"Kau baru saja pulih, bagaimana bisa kau sudah bekerja begitu keras?"


Sebuah suara membuat Lin Yao menoleh dari bahan-bahan obat yang ada di depannya.


"Yang mulia." Ucap Lin Yao setelah tahu jika yang berbicara adalah pangeran Rong.


Pangeran Rong berjalan mendekati Lin Yao.


"Salam pada yang mulia pangeran Rong." Ucap Lin Yao seraya memberi hormat.


"Hentikan itu, kau akan menjadi permaisuri ku. Jadi tidak perlu lagi melakukan hal itu padaku."


"Tetapi yang mulia...."


"Jika kau ingin, kau bisa melakukannya dengan cara lain. Tetapi nanti setelah kau resmi menjadi permaisuri ku."


Lin Yao terdiam sambil menatap pangeran Rong.


Pangeran Rong sendiri hanya tersenyum, lalu duduk di depan kursi yang tadi Lin Yao duduki.


"Apakah ini bahan obat yang di minum setelah di rebus?" Tanya pangeran Rong.


"Benar, saya juga membuat ramuan untuk di campurkan pada air untuk mandi."


"Kau juga membuatnya?"


"Iya, yang mulia. Saat ini cuaca begitu panas. Dan banyak yang berkata jika kulit mereka gatal-gatal. Jadi saya membuat dua jenis obat untuk gatal-gatal itu."


"Kau sangat pintar, tidak menyangka jika wanita yang dulu di katakan tidak memiliki bakat apapun, ternyata adalah seorang wanita yang mempunyai 100 bakat. Bahkan kehebatanmu dalam pengobatan melebihi tabib yang ada di dalam istana."


"Yang mulia, bagaimana bisa anda membandingkan saya dengan tabib istana yang hebat itu?"


"Tetapi memang pada kenyataan seperti itu, Lin'er."


Lin Yao berhenti sejenak saat mendengar pangeran Rong memanggil nama kecilnya, jantungnya berdetak dengan cepat.


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat, apa kau bisa?" Ucap pangeran Rong.


Lin Yao menatap pangeran Rong "Yang mulia ingin mengajak saya kemana?"


"Kau akan tahu nanti."


Lin Yao diam sejenak lalu mengangguk.


"Yang mulia bisa menunggu sebentar lagi, saya akan segera menyelesaikan ini." Ucap Lin Yao seraya kembali menatap bahan-bahan obat kering itu.


Pangeran Rong mengusap kepala Lin Yao dengan pelan "Tidak perlu terburu-buru, aku akan menemani mu disini."


Lin Yao membatu seketika, saat menerima perlakuan pangeran Rong yang berhasil membuat wajah Lin Yao memerah.


Di balik pintu, Feng Ying yang melihat itu tidak berani untuk masuk dan memberikan catatan bahan obat yang telah habis pada nona mudanya.


"Semoga yang mulia pangeran adalah laki-laki yang akan melindungi nona, dan akan selalu bersama dengan nona."


Feng Ying kembali ke depan toko obat untuk melayani para pengunjung yang ingin membeli obat di toko itu.


Sebuah gebrakan meja di depan Feng Ying, membuat Feng Ying dan orang-orang yang ada di dalam toko terkejut.


"Tu... Tuan muda Xu, ada apa anda kemari?" Tanya Feng Ying.


Tuan muda Xu menatap Feng Ying dengan tatapan yang sulit di mengerti.


"Dimana Lin Yao? Aku ingin menemuinya." Ucap tuan muda Xu dengan nada yang begitu sombong.


"Maaf tuan, saat ini nona muda sedang sibuk."


"Beraninya kau, cepat panggil dia. Aku ingin berbicara dengannya."


"Te... Tetapi tuan...."


"Ada apa ini, kenapa aku mendengar keributan dari dalam?" Tanya Lin Yao yang baru saja datang.


Melihat orang yang ingin dia temui datang, tuan Xu segera merapikan pakaiannya dan tersenyum semanis mungkin pada Lin Yao.


"Lin'er. Bagaimana kabar mu, aku... Aku ingin berbicara dengan mu." Ucap tuan muda Xu dengan nada paling lembut.


Lin Yao mengerutkan keningnya mendengar cara tuan muda Xu memanggil namanya.


"Maaf tuan muda Xu, sepertinya kita tidak dekat sehingga anda bisa memanggil nama kecilku." Ucap Lin Yao.


"Lin'er, sebentar lagi kita akan menikah. Jadi tentu saja...."


"Menikah? Apakah tuan muda Xu telah menjadi seorang yang pelupa?"


"Lin'er, kau...."


"Tuan muda Xu, anda sendiri yang meminta untuk membatalkan pernikahan dengan ku, dan lebih memilih untuk menikah dengan anak dari selir tuan Liu, dulu. Dan sekarang setelah mereka di hukum berat oleh kaisar dan yang mulia pangeran Rong, kau berkata jika kita akan menikah? Apakah anda sedang menceritakan sebuah lelucon, tuan muda Xu?"


Orang-orang yang ada di sana saling berbisik dan menatap tuan muda Xu dengan tatapan menghina.


Tuan muda Xu mengepalkan tangannya mendengar semua perkataan Lin Yao, dia tidak menyangka jika Lin Yao akan sangat pandai berbicara sekarang.


"Lin'er, itu sudah berlalu. Aku salah karena telah membuatmu kecewa, tetapi aku sekarang sudah menyadari kesalahanku. Aku mohon maafkan aku, kita bisa memulai semuanya kembali. Orang tua ku akan datang untuk menemui ibu mu."


"Tuan muda Xu!"


Sebuah suara yang berat fan sedikit lantang, membuat semua orang terdiam dan menoleh pada sumber suara itu.


Dari dalam ruangan dimana Lin Yao tadi keluar, berjalan pangeran Rong dengan tatapan tajamnya yang dia arahan pada tuan muda Xu.


Lin Yao yang melihat kedatangan pangeran Rong hanya diam, tetapi berbeda dengan tuan muda Xu dan orang-orang yang ada disana, yang sangat terkejut melihat pangeran Rong datang dari ruangan dimana Lin Yao keluar tadi.


"Ya... Yang mulia pangeran Rong." Gumam tuan muda Xu.


Lin Yao mundur beberapa langkah ke belakang.


"Salam kepada yang mulia pangeran Rong, semoga yang mulia panjang umur." Ucap tuan muda Xu seraya memberi hormat.


"Tuan muda Xu, apa yang sedang kau lakukan disini?"


"Sa... Saya sedang menemui Lin'er."


Pangeran Rong mempertajam tatapannya pada tuan muda Xu, saat mendengar dia memanggil nama Lin Yao dengan nama kecilnya.


"Tuan muda Xu, setahu ku calon nyonya muda Xu adalah anak dari selir tuan Liu, bukan nona Lin Yao ini. Jadi kenapa anda memanggilnya dengan begitu akrab?"


"I.... Itu karena saya... Saya....."


"Buang kebiasaan anda yang memalukan itu. Dan lagi, aku sudah pernah berkata jika Lin Yao adalah calon permaisuri ku, tetapi kau dengan berani memanggilnya dengan sebutan nama kecilnya di depan ku."


Kedua mata tuan muda Xu melebar, dia sama sekali tidak tahu jika sekarang Lin Yao telah menjadi calon permaisuri pangeran Rong, yang terkenal sangat kejam dan tidak tersentuh itu.


"Ya.... Yang mulia, anda...."


"Sekarang kau sudah tahu jika Lin'er adalah calon permaisuri ku, maka pergi dan jangan lagi mengganggunya. Jika tidak, aku pastikan kau tidak akan lagi memiliki masa depan." Ucap pangeran Rong memotong ucapan tuan muda Xu.


Tangan tuan muda Xu mengepal, dan dengan perasaan kesal dia pun peegi meninggalkan toko obat milik Lin Yao.


Pangeran Rong menatap Lin Yao dan tersenyum tipis padanya.


Lin Yao mengangguk pelan "Dengan ini, laki-laki dari keluarga Xu itu tidak akan lagi mengganggu ku, cukup cepat dan tepat tindakan calon suami di masa ini."