
Dua hari berikutnya, seperti apa yang di katakan oleh pangeran Rong pada Lin Yao, jika dia akan membantu Lin Yao mencari siapa orang yang telah meracuni tuan muda Xiao.
Hari ini dia memerintahkan Xiao Li untuk pergi ke kota yang berada tepat di luar ibu kota, dan mencari tahu wanita dari keluarga bangsawan itu dengan menanyakan rumah yang Lin Yao datangi kemarin.
Di paviliun sendiri tuan muda Xiao belum sadarkan diri, obat yang Lin Yao buat terpaksa di masukan ke dalam tubuh tuan muda Xiao dengan menggunakan bambu kecil yang di letakan pada mulut tuan muda Xiao. Sehingga obat itu bisa masuk ke dalam tubuh dengan baik.
"Ming Yu. Lin'er, kenapa Ming Yu belum juga sadarkan diri?" Ucap nyonya Xiao.
"Bibi Xiao, kak Ming Yu terkena racun itu selama dua hari. Meski racun itu telah sepenuhnya di keluarkan, kita harus menunggu hingga tubuh kak Ming Yu benar-benar bersih dari efek racun tersebut. Mohon bibi Xiao bersabar."
"Apakah racun itu sangat berbahaya?"
"Dalam ilmu pengobatan, racun itu termasuk racun yang berbahaya, selain tidak berbau dan sulit untuk di ketahui. Racun itu juga termasuk dalam 5 racun yang harus di hindari oleh manusia."
Nyonya Xiao dan nyonya Xia terkejut mendengar itu.
"Jika racun itu tidak segera di keluarkan dan di obati, maka orang yang terkena racun itu akan mati 1 minggu setelah memakannya." Ucap Lin Yao lagi.
"Bagaimana bisa, siapa yang sudah berani melakukan itu pada Ming Yu?"
"Bibi Xiao, saat ini yang mulia pangeran Rong telah mencari tahu siapa orang yang sudah meracuni kak Ming Yu, kita hanya harus menunggu kabar dari yang mulia pangeran Rong saja."
"Baik, aku tidak akan mengampuni orang yang sudah melakukan hal ini pada putraku. Meskipun orang itu merupakan orang dari kerajaan negara lain."
Lin Yao hanya bisa diam mendengar ucapan nyonya Xiao yang di penuhi dengan amarah.
Siapapun pasti akan marah saat anaknya di racuni dan hampir mati oleh seseorang yang tidak di ketahui, dan pasti akan memberikan hukuman yang berat bagi orang yang telah melakukan hal tersebut.
"Saya sudah memberi obat kepada kak Ming Yu sebanyak 4 kali. Kita hanya bisa menunggu, semoga besok kak Ming Yu akan sadarkan diri." Ucap Lin Yao.
"Terima kasih Lin'er. Ini adalah kali kedua kau mengobati dan menyelamatkan nyawa Ming Yu. Aku m rela memberikan setengah dari kekayaan keluarga Xiao padamu."
"Bibi Xiao, mohon jangan berkata seperti itu. Saya sudah menganggap kak Ming Yu sebagai kakak saya sendiri, kak Ming Yu juga telah banyak membantu saya, jadi bibi tidak perlu melakukannya."
"Kau adalah wanita muda yang sangat baik dan pintar, sungguh sangat beruntung yang mulia pangeran Rong bisa menikah dengan mu."
"Bibi, bibi terlalu memuji saya. Apa yang saya lakukan dan katakan saat ini merupakan pembelajaran dari ibu, jika ibu tidak melakukan itu. Saya tentu tidak akan bisa."
"Lihatlah, dia sungguh rendah hati. Sama seperti mu." Ucap nyonya Xiao pada nyonya Xia.
Mereka pun tersenyum mendengar perkataan nyonya Xiao.
...----------------...
"Apa Xiao Li belum kembali?" Ucap pangeran Rong pada Xiao Bo.
"Belum yang mulia, apa anda ingin saya melihatnya?"
"Tidak perlu."
"Baik yang mulia."
Pangeran Rong mengangguk, dia sedikit heran karena Xiao Li yang biasanya cepat memberikan laporan, kali ini dua hari dia tidak mengatakan apapun.
"Hamba memberi salam kepada yang mulia." Ucap Xiao Li setelah tiba-tiba muncul di depan pangeran Rong dan Xiao Bo.
"Baik,yang mulia. Saat hamba melihat rumah yang kemarin nona muda Liu datangi, hamba melihat seorang wanita dan juga dua orang laki-laki. Dan mereka bertiga terlihat dari keluarga bangsawan lainnya."
"Mereka sama-sama dari keluarga bangsawan?"
"Benar yang mulia. Menurut hamba, mereka merencanakan itu karena ingin menyingkirkan tuan muda Xiao. Sebab tuan muda Xiao merupakan orang yang jujur dan sangat pintar dalam usahanya."
Pangeran Rong mengangguk.
"Tuan muda Xiao telah memiliki lebih dari 5 toko di kota itu, dan memiliki pengunjung yang banyak. Mungkin karena persaingan itu, mereka ingin menyingkirkan tuan muda Xiao." Ucap Xiao Li lagi.
"Jadi seperti itu. Mereka benar-benar tidak bisa di biarkan."
"Benar yang mulia, mereka bahkan memggunakan racun yang langka dan mematikan pada tuan muda Xiao."
"Racun langka?"
"Benar yang mulia. Hamba mendengarnya sendiri, jika racun yang mereka gunakan adalah racun bunga malam, dan itu merupakan racun langka yang sulit di dapatkan."
Pangeran Rong menatap Xiao Li, "Cari tahu siapa yang telah membuat racun itu, aku akan memberi tahu Lin'er tentang hal ini."
"Baik yang mulia."
Xiao Li segera meninggalkan ruang baca pangeran Rong.
"Ini merupakan masalah antar bangsawan, walaupun kaisar ikut campur, mereka tidak akan memganggapnya terlalu serius. Aku harus bekerjasama dengan tuan Xiao untuk melakukan pembalasan kepada mereka." Ucap pangeran Rong.
"Benar yang mulia, selama ini mereka tidak begitu peduli dengan peraturan yang ada di negara ini. Karena mereka merasa jika mereka adalah keluarga bangsawan."
"Sungguh orang-orang yang bod0h! Tetapi bagaimana bisa Lin'er mengetahui racun yang langka itu?"
"Apakah yang mulia ingin hamba mencari tahu tentang hal ini?"
"Tidak perlu, aku sendiri yang akan menanyakan hal itu padanya. Aku yakin dia masih menyembunyikan banyak hal dariku."
"Baik yang mulia."
"Kau tetap berjaga di toko obat Lin'er. Jika kau melihat wanita bangwasan itu datang lagi, segera beritahukan hal itu padaku."
"Baik, hamba mengerti yang mulia."
Xiao Bo keluar dari ruang baca setelah memberi hormat pada pangeran Rong.
"Lin'er, hal mengejutkan apa lagi yang akan aku ketahui darimu?" Ucap pangeran Rong.
Selama ini informasi yang pangeran Rong dapat hanyalah informasi mengenai Lin Yao yang selalu dia aniaya oleh selir tuan Liu dan putrinya. Sementara di luar tersebar kabar, jika Lin Yao hanyalah wanita yang tidak berguna dan lemah yang telah membuat keluarga Liu malu.
"Jika semua informasi yang aku dapatkan itu benar, lalu bagaimana Lin'er mengetahui racun itu? Dan juga saat berperang dengan negara Yu, dia juga membawa racun yang dia buat sendiri." Gumam pangeran Rong.
Banyak hal yang membuat pangeran Rong semakin penasaran pada Lin Yao, dan itu ingin dia ketahui semuanya sebelum dia dan Lin Yao menikah nanti.
Tetapi pangeran Rong tahu, jika dia kembali terburu-buru seperti saat dia berkata ingin menikah dengan Lin Yao, hanya akan membuat Lin Yao tidak nyaman, dan dengan berani memakai nama keluarga Xia untuk membatalkan pernikahan mereka. Yang tentunya hal itu sangat tidak di inginkan oleh pangeran Rong yang telah benar-benar menyukai Lin Yao.