Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #65


Setelah berhasil memangkap pembuat racun bunga malam, dan mendapatkan jamur 100 tahun. Lin Yao pun segera menanam jamur itu lalu membersihkan jamur lain, runput dan lumut yang dia dapat dari hutan.


"Nona, apa itu? Saya tidak pernah melihatnya." Ucap Feng Ying saat melihat Lin Yao mencuci daun rumput berduri.


"Ini adalah bahan obat yang tidak di ketahui banyak obat, rasanya sedikit asam, ini bisa mengobati sakit tenggorokan dan juga bintik-bintik pada lidah."


Feng Ying mengangguk, "Apa nona akan membuat sebuah pil dari daun itu juga?"


"Tidak, aku akan mengeringkannya. Daun ini cukup di beri air hangat saja sebelum di minum."


"Sangat mudah sekali."


"Itu benar, tetapi jarang yang tahu dan jarang di temui."


Feng Ying kembali mengangguk, karena baru kali ini dia melihat daun rumput berduri yang sedang Lin Yao cuci.


"Baiklah, kau jemur daun ini. Jika sudah agak kering kau ambil lalu letakan di dalam dapur, karena dia mudah kering dan daunnya bisa terbang kemana-mana jika terlalu kering kau menjemurnya." Ucap Lin Yao.


"Baik nona."


Feng Ying lalu berjalan keluar dengan sebuah wadah yang berisi daun rumput berduri, dan lumut liar yang telah di cuci oleh Lin Yao.


Setelah selesai mencuci jamur dan dua bahan obat tadi, Lin Yao membawa jamur 100 tahun. Dia akan menyimpannya di sebuah tempat, sebab jamur 100 tahun sangat baik, jika di gunakan sebagai campuran obat dalam keadaan tidak kering dan tidak juga terlalu basah.


"Aku akan mandi setelah ini, dan merendam pakaian yang aku pakai ini. Jika tidak, aku khawatir racun milik orang itu yang menempel pada pakaian ku akan semakin menyebar, dan meresap pada kulit." Ucap Lin Yao seraya berjalan masuk ke dalam kamarnya.


...----------------...


Di dalam penjara istana milik pangeran Rong, laki-laki pembuat racun duduk dengan kaki dan tangan terikat.


Xiao Li juga melepaskan pakaian orang itu, karena dia menemukan sebuah surat dari dalam pakaian laki-laki itu sewaktu membawanya masuk ke dalam penjara.


"Yang mulia, ini adalah barang-barang yang hamba temukan dari pakaian orang itu." Ucap Xiao Li seraya meletakan semua barang-barang itu.


Sebuah surat, satu botol berisi obat, dua buah jarum yang kemungkinan beracun, dan kantong wewangian.


"Apakah tidak ada yang lainnya?" Ucap pangeran Rong.


"Tidak ada yang mulia, hamba sudah memeriksa dan juga melepaskan pakaian yang dia kenakan."


Pangeran Rong mengangguk, "Baik, biarkan dia. Kau pergilah untuk melihat bagaimana tuan Xiao di kota itu."


"Baik yang mulia."


Sstelah memberi hormat Xiao Li menghilang dari hadapan pangeran Rong.


Pangeran Rong melihat barang-barang yang ada di atas meja.


"Lebih baik aku menyimpan barang-barang ini lebih dulu, dan kembali melihat persiapan di istana kerajaan." Ucap pangeran Rong.


Dengan membawa barang-barang itu, pangeran Rong berdiri dan menyimpan semua itu di dalam sebuah laci yang ada di bagian bawah lemarinya.


"Dua hari lagi adalah hari pernikahan ku dengan Lin Yao, tetapi masalah terus berdatangan."


Pangeran Rong berjalan keluar istananya dan menuju istana kerajaan, dimana orang-orang disana pun tengah melakukan hal yang sama.


Ini merupakan pesta pernikahan kedua di dalam istana dalam satu bulan, tetapi pada pesta pernikahan kali ini berbeda dan mungkin akan lebih meriah. Sebab yang akan menikah adalah pangeran Rong, sang dewa perang dari negara Chao, yang telah berada di garis depan setiap ada peperangan.


"Akhirnya Li akan menikah, aku sudah merasa sangat khawatir padanya." Ucap ratu yang melihat lentera merah yang mulai di pasang di depan istana kerajaan.


"Benar ibu, luka yang Li dapatkan ketika berperang membuatnya semakin menutup diri." Ucap putri Xiu Ying yang berdiri di samping ratu.


"Iya, tetapi aku merasa bahagia karena yang akan menikah dengan dia adalah putri dari Wei Yi. Anak perempuan yang dulu akan di jodohkan dengan Li."


"Ibu, apa maksud perkataan ibu ratu? Di jodohkan?" Ucap pangeran Rong yang telah berada di belakang dua wanita kerjaan itu.


Ratu dan putri Xiu Ying berbalik, dan menatap pangeran Rong dengan terkejut.


Selama ini pangeran Rong memang belum mengetahui perihal perjodohannya dengan Lin Yao, yang sempat akan di lakukan oleh ratu dan nyonya Xia dulu.


"Li." Ucap putri Xiu Ying.


Pangeran Rong berjalan mendekati ratu, "Ibu ratu, mohon untuk menjelaskan apa yang ibu ratu katakaan tadi."


Ratu menatap putranya dan mengangguk, mereka pun berjalan menuju istana raja dan duduk di dalam aula.


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu." Ucap ratu setelah mereka berada di dalam aula istana raja.


Pangeran Rong mengangguk.


"Li, dulu ibu dan nyonya Xia cukup dekat. Hampir setiap hari dia datang ke istana untuk menemani ibu, dan juga banyak membantu ibu. Dan ketika ibu sedang mengandung, serta mengetahui jika di dalam perut ibu adalah seorang pangeran, ibu berkata pada nyonya Xia. Jika kelak nyonya Xia hamil dan melahirkan seorang putri, maka aku ingin menikahkan pangeran yang masih berada dalam perut (pangeran Rong) dengan putrinya."


Pangeran Rong dan putri Xiu Ying yang duduk di depan ratu mendengarkan dengan seksama.


"Lalu?" Ucap pangeran Rong.


"Lalu, 3 tahun setelahnya nyonya Xia melahirkan seorang bayi wanita yang sangat cantik dan gemuk. Ketika aku membawamu untuk mengunjungi nyonya Xia dan putrinya di kediaman mereka, kau merasa sangat senang bahkan terus mencium bayi perempuan nyonya Xia, yang bernama Liu Lin Yao. Kau bahkan tidak memperbolehkan orang lain mendekati Liu Lin Yao."


"Jadi, sejak masih kecilpun pangeran Rong telah tertarik pada nona muda Liu?" Ucap putri Xiu Ying.


Ratu mengangguk, "Benar, masa kecil pangeran Rong dan nona muda Liu selalu bersama. Bermain di taman istana ini. Tetapi setelah kau tumbuh semakin besar, Li. Kau memutuskan untuk berlatih di tempat pelatihan pasukan istana, dan menjadi panglima perang yang terkenal. Setelah bertahun-tahun berlatih dan berada di medan perang, hubunganmu dengan nona muda Liu pun semakin jauh. Hingga kau mendapatkan julukan dewa perang itu."


"Lalu, kenapa dengan perjodohan itu?"


"Ibu dan nyonya Xia memang telah sepakat untuk menjodohkanmu dengan putrinya, tetapi setelah kau kembali dan mendapatkan luka di wajahmu, kau seolah berubah lebih dingin dan tertutup. Ibu menjadi khawatir, jika ibu memaksakan perjodohan itu, ibu akan menyinggung perasaanmu. Karena itu, ibu membatalkan tentang rencana perjodohanmu dengan putri nyonya Xia."


Pangeran Rong diam, setelah dia mendapatkan luka di wajahnya dia memang sedikit berubah. Dia menjadi semakin dingin terhadap wanita manapun.


"Li, maafkan ibu yang telah merahasiakan ini darimu." Ucap ratu pada pangeran Rong.