Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #101


Pertarungan 2 melawan 6 cukup menegangkan, karena ke 6 orang itu cukup kuat dan memiliki ilmu beladiri yang bagus.


Mendengar pertarungan yang cukup sengit, permaisuri An melihat dari dalam kereta. Dari sana permaisuri An melihat pangeran Rong tegah menghadapi 3 orang laki-laki.


"Gerakan itu, itu seperti gerakan dari perguruan Yuxang. Mungkinkah di masa ini, ilmu beladiri mereka telah di kenal?"


Permaisuri An yang mengerti ilmu beladiri yang di miliki oleh 2 orang yang bertarung dengan pangeran Rong, segera turun dari kereta kuda.


"Yang mulia, mohon untuk tetap berada di dalam kereta." Ucap Xiao Li.


"Bagus kau disini, pinjamkan aku pedangmu."


"Yang mulia, saya di perintahkan oleh...."


"Jangan banyak bicara, cepat pinjamkan aku pedangmu."


Xiao Li tidak tahu harus bagaimana, dia tidak berani membantah pangeran Rong, tetapi dia juga merasa tertekan oleh tatapan tajam permaisuri An saat ini.


"Cepat! Jika tidak, akan terjadi sesuatu pada yang mulia."


Mendengar perkataan permaisuri An, Xiao Li dengan terpaksa memberikan pedangnya pada permaisuri An.


Setelah menerima pedang dari Xiao Li, permaisuri An berjalan dengan cepat ke arah pangeran Rong.


Traaaaaaang!


Permaisuri An menghalau pedang yang mengayun ke arah pangeran Rong.


Mendengar itu, pangeran Rong menatap permaisurinya dengan terkejut. Saat ini permaisuri An berada tepat di belakangnya sedang menghalau pedang yang akan mengenainya.


"Jangan pernah berpikir kau bisa melukai yang mulia." Ucap permaisuri An pada laki-laki itu.


"Kau wanita lemah!"


Permaisuri An dan laki-laki itu lalu bertarung, begitu juga dengan pangeran Rong yang tidak jauh darinya.


Xiao Li yang melihat itu berlari dan ikut membantu Xiao Bo.


Traaaaang!


Bruuuuk!


"Aku tidak menyangka, kau adalah wanita yang cukup kuat." Ucap laki-laki itu.


"Ilmu beladiri langkah 1000 yang kau miliki sangat kacau, bahkan dengan mudah bisa aku patahkan."


Laki-laki itu terkejut mengetahui jika permaisuri An mengerti ilmu beladiri yang dia miliki. Terlebih permaisuri An juga tahu jika langkah 1000 nya juga sangat jauh dari kata bagus.


"Kau, bagaimana kau mengetahuinya?" Ucap laki-laki itu dengan tidak percaya.


"Itu tidak penting, aku akan memperlihatkan langkah 1000 yang sebenarnya padamu."


Tanpa menunggu jawaban dari laki-laki itu, permaisuri An berlari dengan cepat, dia terlihat seperti membuat formasi, namun pada kenyataannya dia hanya berlari seperti biasa.


Gerakan permaisuri An cukup cepat, sehingga laki-laki yang berada di depannya tidak bisa membaca kemana permaisuri An akan menyerangnya.


Jleeeeeeb


Gerakan permaisuri An terhenti, dan saat ini pedang yang ada di tangannya telah di penuhi oleh daraah segar laki-laki itu.


"Kau......"


Bruuuuuuk


Laki-laki itu tumbang dan seketika mati di depan permaisuri An.


Pangeran Rong dan lainnya yang melihat itu terkejut, sebab permaisuri An menumbangkan laki-laki yang cukup kuat dengan cepat.


"Itu adalah gerakan langkah 1000, tetapi itu juga belum sempurna." Ucap permaisuri An pada laki-laki yang telah mati itu.


Xiao Li yang melihat cara permaisuri An membunuh orang itu menjadi kagum akan kehebatan permaisuri An. Dia sungguh tidak menyangka, jika dia akan melihat sendiri bagaimana kehebatan permaisuri An dalam menghadapi musuhnya.


"Sangat hebat, memang pantas menjadi permaisuri yang mulia pangeran Rong."


Pertarungan kembali terjadi, 5 orang yang tidak terima salah satu teman mereka mati di tangan permaisuri An menyerang dengan sekuat tenaga.


Dengan adanya permaisuri An yang ikut bertarung, maka tidak begitu sulit bagi mereka untuk menumbangkan satu persatu orang-orang yang telah menghadang perjalanan mereka ke istana.


Bruuuuuk


"Aaaaaaaaagk!"


Suara teriakan satu persatu dari mereka terdengar saat pangeran Rong, dan yang lain berhasil melumpuhkan orang-orang itu.


"Saya....."


Bruuuuk


"Lin'er!" Seru pangeran Rong.


Dengan cepat pangeran Rong mengangkat dan memeluk tubuh permaisuri An yang tidak sadarkan diri.


"Periksa pakaian mereka, dan cari tahu siapa mereka." Ucap pangeran Rong dengan geram.


"Baik yang mulia."


Pangeran Rong menggendong permaisuri An, dan naik ke dalam kereta kuda.


Dengan cepat kereta kuda berjalan meninggalkan Xiao Li dan Xiao Bo.


"Lin'er, aku mohon bertahanlah. Aku tidak akan melepaskan mereka yang telah menginginkan nyawamu." Ucap pangeran Rong.


Pangeran Rong terus menatap sambil sesekali memanggil nama permaisuri An, dia sungguh merasa sangat mengkhawatirkan permaisurinya.


Kereta kuda terus berjalan hingga mereka tiba di depan istana kerajaan, dan disana semua orang telah berkumpul. Termasuk kaisar juga ratu.


Setelah kereta berhenti, pangeran Rong yang tengah menggendong permaisuri An keluar dari kereta kuda.


"Pangeran Rong, apa yang terjadi pada permaisuri An?" Ucap putri Xiu Ying dengan terkejut.


"Aku akan memberitahukannya nanti, tolong panggilkan tabib istana segera."


"Baik, baik."


Pangeran Rong dengan cepat berjalan menuju istananya, dia benar-benar merasa sangat khawatir pada keadaan permaisurinya saat ini. Di ikuti oleh ratu, putri Xiu Ying, putra mahkota dan juga pangeran ke 5, pangeran Rong terus berjalan.


"Yang mulia, yang mulia permaisuri." Ucap Feng Ying dengan cemas.


"Cepat buka pintunya dan buatkan sup gingseng untuk permaisuri An." Ucap pangeran Rong.


Feng Ying mengangguk, lalu dengan cepat dia membukakan pintu kamar pangeran Rong dan permaisuri An. Setelah itu dia berjalan ke arah dapur untuk membuat sup gingseng yang pangeran Rong inginkan.


Sementara itu pangeran Rong masuk ke dalam kamar, dan membaringkan permaisuri An di atas tempat tidur.


"Lin'er." Ucap pangeran Rong dengan cemas.


Ratu, putra mahkota, putri Xiu Ying dan pangeran ke 5 yang melihat permaisuri An juga ikut khawatir.


"Yang mulia, hamba tabib Xi." Ucap tabib istana yang baru saja tiba.


"Cepat masuk, dan periksa permaisuri An." Ucap pangeran Rong.


"Baik yang mulia."


Tabib Xi kemudian masuk ke dalam kamar lalu memeriksa permaisuri An. Dengan menggunakan kain di atas pergelangan tangan permaisuri An, tabib itu memeriksa denyut nadi permaisuri An.


"Apa yang terjadi pada permaisuri ku?" Ucap pangeran Rong pada tabib Xi.


"Ampuni hamba, yang mulia. Yang mulia permaisuri hanya terlalu lelah. Yang mulia permaisuri juga telah mengeluarkan tenaga dalamnya yang cukup besar, sehingga tubuhnya yang lelah tidak mampu untuk menahannya."


"Apa kau sungguh berkata yang sebenarnya?"


"Benar, yang mulia. Hamba menyarankan agar yang mulia permaisuri An lebih banyak beristirahat."


Pangeran Rong mengangguk, "Baiklah, aku mengerti. Kau bisa kembali."


"Baik yang mulia."


Setelah memberi hormat, tabib Xi keluar dari kamar pangeran Rong dan permaisuri An.


"Li, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada permaisuri An?" Ucap putri Xiu Ying.


"Benar, kenapa permaisuri An seperti ini?" Ucap ratu.


Pangeran Rong menatap ratu dan ketiga saudaranya yang saat ini berada di depannya.


"Ketika kami kembali, dan keluar dari dalam hutan. Kami di hadang oleh 6 orang yang tidak aku ketahui siapa mereka." Ucap pangeran Rong.


"Ada orang yang menghadang kereta kalian? Mereka sungguh berani sekali." Ucap putra mahkota.


Pangeran Rong mengangguk, "Aku meminta dua pengawal pribadiku untuk mencari tahu siapa mereka. Sebab mereka menginginkan nyawa permaisuri An, bukan aku."


Ratu dan yang lainnya terkejut mendengar apa yang di katakan oleh pangeran Rong.