Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #110


Hari ini para perdana menteri dan keluarga mereka di bawa ke aula luar, yang berada di tengah pasar ibu kota untuk di adili di depan rakyat.


Semua orang yang melihat melempari mereka dengan sayuran atau buah-buahan busuk, sambil mencemooh dan menghina mereka.


"Dasar kalian orang-orang jahat!"


"Beraninya kalian melakukan hal itu kepada kami!"


"Matu saja kalian semua! Kalian tidak pantas menjadi perdana menteri di negara ini!"


Rakyat yang sangat membenci para perdana menteri itu terus menghina dan melempari mereka.


Setelah berjalan melewati orang-orang itu, para perdana menteri dan keluarganya naik ke atas aula terbuka. Dan disana sudah ada putra mahkota dan juga pangeran He Xuan Li yang akan membacakan titah kaisar dan menyaksikan mereka di hukum.


Dan tentu saja, perdana menteri Yun yang sudah tidak bisa berjalan karena mendapat hukuman dari pangeran Rong sebelumnya, di bawa oleh pengawal istana dengan menggunakan gerobak.


"Lihatlah, itu adalah perdana menteri Yun. Bukankah dia perdana menteri yang di kenal sangat baik, kenapa dia justru telah mendapatkan hukuman lebih dulu hingga dia tidak bisa berjalan?" Ucap salah seorang rakyat yang melihat perdana menteri Yun di atas gerobak.


"Benar, mungkinkah dia telah melakukan kejahatan yang tidak di ketahui oleh kita semua?" Ucap yang lain.


Perdana menteri Yun yang terkenal sangat baik oleh rakyat, tentu membuat semua orang yang melihatnya bertanya-tanya dan merasa sangat heran.


"Sepertinya pangeran Rong melakukan hukuman terhadap perdana menteri Yun dengan cukup keras, hingga dia tidak bisa lagi berjalan." Ucap putra mahkota pada pangeran He Xuan Li.


"Anda benar, tetapi jika melihat lagi sifat yang di miliki oleh pangeran Rong. Dia pasti tidak akan melepaskan begitu saja perdana menteri Yun itu."


"Permaisuri An pasti telah berbicara pada pangeran Rong, sehingga dia melepaskan perdana menteri Yun untuk mendapatkan hukuman dari kaisar."


Pangeran He Xuan Li mengangguk.


Kepala pengawal dan juga para pengawal istana telah berdiri mengelilingi aula luar yang cukup besar itu, agar rakyat yang geram tidak melakukan tindakan di luar dugaan.


(Aula luar seperti altar yang biasa di pakai untuk berdoa atau bertarung ya 😊).


"Yang mulia, semuanya telah berada disini. Begitu juga dengan perdana menteri Yun." Ucap kepala pengawal istana pada putra mahkota.


"Baik, aku telah membawa titah dari yang mulia kaisar untuk mereka semua."


Putra mahkota dan pangeran He Xuan Li berjalan bersama, dan berhenti tepat di depan para perdana menteri dan keluarga mereka.


"Titah yang mulia kaisar!" Ucap putra mahkota dengan lantang.


Mendengar itu, semua orang yang ada disana membungkukkan badan mereka, memberi hormat pada titah kaisar yaang akan di bacakan oleh putra mahkota.


"Atas nama kerajaan Chao. Aku kaisar Changming, memberi hukuman pukul sebanyak 30 kali dengan papan pada masing-masing perdana menteri, dan memasukan mereka ke dalam penjara yang berada di kota Yin. Juga akan mengambil semua kekayaan milik mereka, dan bagi keluarga perdana menteri akan di asingkan di pengasingan timur dan tidak di bolehkan keluar dari pengasingan selamanya, sementara bagi para pelayan dan pengawal kediaman mereka yang tidak bersalah, akan di bebaskan." Ucap putra mahkota yang membaca titah kaisar dengan suara keras.


"Terima kasih atas kebijaksanaan yang mulia, semoga yang mulia panjang umur." Ucap semua rakyat yang mendengarkan titah kaisar.


Mulai saat ini kehidupan para perdana menteri dan keluarga mereka akan berubah, mereka tidak akan lagi merasa sombong atas apa yang mereka miliki selama ini.


Setelah membacakan tita kaisar, segera para perdana menteri itu di seret untuk menjalani hukuman yang tadi di bacakan oleh putra mahkota untuk mereka semua.


Teriakan kesakitan dari para perdana menteri saat menerima hukuman itu terdengar saling bersautan, dan perdana menteri Yun mati setelah mendapatkan 7 pukulan pada tubuhnya, karena sebelumnya dia telah mendapatkan hukuman dari pangeran Rong.


Hukuman yang mereka terima masih terbilang ringan, karena mereka telah melakukan semua itu cukup lama.


"Pada akhirnya semua perdana menteri itu telah mendapatkan hukuman mereka." Ucap permaisuri An pada putri Xiu Ying.


"Itu pantas mereka dapatkan, karena sudah mengambil uang milik rakyat dan juga sudah menginginkan nyawa seorang permaisuri."


"Jadi, apakah orang yang menginginkan nyawaku adalah seorang perdana menteri?"


Putri Xiu Ying mengangguk, "Benar, dia adalah perdana menteri Yun. Dan aku mendengar, dia mati saat menerima hukuman pukul oleh pengawal istana."


Permaisuri An hanya diam, karena hukuman di masa dulu dan sekarang tidak jauh berbeda. Hanya saja di masa dulu, orang yang telah melakukan kejahatan besar seperti mereka, akan langsung di berikan semangkuk racun dan mereka akan mati tidak lama setelah meminum racun itu.


"Permaisuri An, apakah Li tidak memberitahu dirimu, siapa yang sudah menginginkan nyawamu?" Ucap putri Xiu Ying.


"Benar, pangeran Rong hanya berkata jika dia telah menemukan dan menghukum orang yang telah menghadang kami, dan menginginkan nyawa saya."


"Jika begitu, mungkin dia tidak ingin kau merasa khawatir."


"Benar, mungkin seperti itu."


Putri Xiu Ying menatap permaisuri An, "Aku merasa kau telah berubah, apa kau baik-baik saja, permaisuri An?" Ucap putri Xiu Ying.


"Iya kakak ipar, saya baik-baik saja."


"Baguslah jika begitu, karena aku merasa kau sedikit berubah dari sebelumnya."


"Tidak ada yang berubah, saya hanya tidak ingin semua orang terus merasa khawatir pada saya. Jadi saya bersikap seperti sebelum ibu saya meninggal."


Putri Xiu Ying mengangguk, "Kau memang harus seperti itu, aku yakin di kehidupan kalian berikutnya, kalian akan bersama lagi. Karena kau dan nyonya Xia adalah dua orang yang begitu baik."


"Terima kasih kakak ipar."


"Ah, benar. Kemarin ibu ratu berkata jika perdana menteri Ho membawa istri dan putrinya ke istana. Apa kau sudah mengetahui itu?"


Permaisuri An mengangguk, "Iya, saya bahkan bertemu dan berbicara langsung dengan mereka, ketika pangeran Rong mengajak saya menemui mereka di aula istana."


"Jadi kau juga berada di dalam aula pada saat itu?"


"Benar. Dan saya yakin jika putri perdana menteri Ho pasti tidak menyukai saya, karena saya mengatakan hal yang membuatnya marah saat itu."


"Dia pantas mendapatkan itu, perdana menteri Ho sudah mengetahui jika Li tidak akan membuat istana harem. Tetapi dia dengan sengaja membawa istri dan putrinya ke dalam istana, untuk di perkenalkan pada Li."


"Dengan posisi seorang selir dari dewa perang yang sangat berpengaruh di dalam negara Chao ini, mereka tentu akan terus menekan, meskipun mereka sudah mengetahui jika pangeran Rong tidak akan pernah mau memiliki istri lain."


Putri Xiu Ying mengangguk, "Kau benar, sifat serakah mereka sudah sangat melekat."


"Melihat putri dari perdana menteri Ho yang tidak menyukai saya, kemungkinan dia akan melakukan sesuatu. Meski perdana menteri Ho sendiri telah melarangnya."


"Jika begitu, kau harus lebih berhati-hati. Wanita yang seperti itu cukup membahayakan."


"Baik, terima kasih kakak ipar."


Putri Xiu Ying mengangguk seraya tersenyum pada permaisuri An.