
Di toko obat milik Lin Yao kedatangan seorang wanita, jika di lihat dari pakaian yang di kenakan, dia seperti seorang anak bangsawan.
"Selamat datang nona, apakah ada obat yang anda inginkan?" Ucap salah seorang pekerja di toko obat itu.
"Aku mendengar, jika toko obat ini mempunyai seorang tabib yang sangat pintar dalam menggunakan akupuntur. Aku ibgin bertemu dengannya."
"Benar nona, tetapi nona kami bukanlah seorang tabib. Dia hanya pemilik toko obat ini yang memiliki keahlian dan kepintaran dalam akupuntur."
"Terserah kau mau berkata apa, aku ingin bertemu dengan dia."
"Baik nona, mohon tunggu sebentar saya akan memanggilkan nona saya dulu."
"Tunggu! Kau berkata nona, apa dia seorang wanita?"
"Benar nona, dia seorang wanita."
Wanita bangsawan itu terdiam, "Jika dia seorang wanita dan bisa menyembuhkan kak Ming, aku takut jika nanti kak Ming akan mengetahui semuanya. Tetapi jika aku tidak membawanya, maka aku akan kehilangan kak Ming dengan cepat karena racun itu."
"Nona, apakah anda masih ingin bertemu dengan nona saya?" Ucap pekerja toko obat Lin Yao.
Wanita itu menatap pekerja toko, "Iya, panggilkan dia kemari."
"Baik nona."
Pekerja itu lalu berjalan ke lantai dua untuk memanggil Lin Yao.
"Aku akan melihat dulu bagaimana dia, dan jika memang dia bisa menyembuhkan kak Ming, dengan terpaksa aku akan membawanya karena disini tidak ada yang bisa menggunakan jarum akupuntur dengan baik, kecuali tabib istana." Ucap wanita bangsawan itu.
Tak berselang lama, Lin Yao datang menemui wanita itu.
"Maaf nona, apakah anda yang ingin bertemu dengan saya?" Ucap Lin Yao pada wanita itu.
Wanita bangsawan itu menatap Lin Yao, "Dia cukup cantik, dan terlihat masih muda. Apakah benar dia mempunyai keahlian dalam pengobatan?"
Lin Yao menatap wanita itu dengan bingung, tatapan wanita itu seolah tengah memberikan kesan yang penuh dengan tanda tanya bagi Lin Yao.
"Nona, nona." Ucap Lin Yao.
"Iya, maaf nona. Benar saya yang ingin bertemu dengan anda."
Lin Yao mengangguk, "Apakah ada sesuatu yang ingin anda bicarakan dengan saya, nona?"
"Seseorang yang aku kenal terkena racun beberapa hari yang lalu, aku mendengar kau adalah orang yang pintar dalam pengobatan dan juga akupuntur."
"Benar nona, tetapi apakah saya boleh tahu sebelumnya apa yang dia makan, atau kemana dia pergi sehingga dia keracunan?"
"Aku tidak tahu pasti akan hal itu, tetapi pengawalnya berkata jika beberapa hari yang lalu seorang pelayan di dalam rumahnya membuatkan makanan untuknya. Dan setelah memakan makanan itu tak lama dia jatuh dan tak sadarkan diri."
"Apakah semua makanan telah di periksa?"
"Sudah, tetapi tidak ada jejak racun disana."
Lin Yao mengerutkan keningnya, sejenak dia terdiam seolah tengah mengingat-ingat sesuatu.
Wanita bangsawan itu menatap Lin Yao dengan curiga, "Benarkah dia bisa melakukannya? Rasanya dia sedikit meragukan."
"Baiklah nona, mohon untuk mengantarkan saya menemui orang itu. Saya harus memeriksa untuk memastikan racun tersebut." Ucap Lin Yao.
"Baik, aku akan membawa mu kesana. Tetapi apakah kau benar-benar bisa melakukannya?"
"Saya perlu memeriksanya terlebih dulu nona, jika saya belum memeriksanya bagaimana saya bisa tahu jenis apa racun itu."
Wanita itu mengangguk, "Baik, kau bisa ikut dengan ku."
"Iya."
Lin Yao menatap Feng Ying, "Bawa semuanya. Aku khawatir ini racun yang cukup sulit."
"Baik nona."
Feng Ying segra masuk ke dalam sebuah ruangan untuk menyiapkan sesuatu, dan tak lama dia kembali dengan sebuah kotak yang dia bawa.
"Apa semua sudah kau siapkan?" Tanya Lin Yao.
"Sudah nona."
"Iya."
Lin Yao menatap wanita bangsawan itu, "Baiklah nona, kita bisa berangkat sekarang."
"Iya."
Setelah keluar dari ibu kota, mereka memasuki kota lainnya dan 10 menit setelah kereta kuda itu berjalan, Lin Yao merasa kereta yang dia naiki berhenti.
"Nona, kita sudah sampai." Ucap pembawa kereta kuda.
Wanita bangsawan, Lin Yao dan Feng Ying turun dari kereta kuda.
Saat ini mereka sudah berada di depan sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas.
"Mari nona, aku akan membawa mu menemui orang itu." Ucap wanita bangsawan itu pada Lin Yao.
"Baik, terima kasih."
Mereka pun lalu berjalan melewati sebuah kolam ikan, dan sebuah taman indah.
Kraaaaak
Pintu salah satu kamar di rumah itu terbuka.
"Silahkan nona." Ucap wanita bangsawan itu setelah mereka berada di depan kamar.
Lin Yao mengangguk, lalu mengikuti kemana wanita bangsawan itu pergi.
"Dia adalah orang yang aku ceritakan padamu." Ucap wanita bangsawan memperlihatkan seorang laki-laki yang tengah terbaring lemah di atas tempat tidur.
Kedua mata Lin Yao membulat setelah melihat siapa laki-laki itu.
"Kak Ming Yu." Ucap Lin Yao.
Segera Lin Yao berjalan dengan cepat menghampiri tuan muda Xiao, laki-laki yang keracunan itu.
Wanita bangsawan yang mendengar Lin Yao memanggil tuan muda Xiao dengan panggilan yang begitu akrab sedikit terusik, karena selama ini dia tidak pernah tahu jika tuan muda Xiao memiliki seorang adik, terlebih itu adalah adik perempuan.
"Kak Ming Yu, bagaimana ini bisa terjadi pada kakak?" Ucap Lin Yao yang menatap tuan muda Xiao dengan khawatir.
"Maaf nona, kenapa anda memanggil kak Ming dengan sebutan kakak?" Ucap wanita bangsawan itu.
"Dia adalah kakak saya, tentu saja saya harus memanggilnya kakak."
Kening wanita bangsawan itu mengerut mendengar perkataan Lin Yao.
"Nona, anda jangan membohongi ku. Aku yakin jika kak Ming tidak memiliki seorang adik."
"Maaf nona, saya harus segera menyelamatkan kak Ming Yu. Saya akan menjelaskan semuanya pada nona setelah mengobati kakak saya."
"Tidak! Aku melarangmu melakukan hal itu pada kak Ming!"
Lin Yao menatap wanita bangsawan itu dengan tidak percaya, saat ini di depannya terbaring lemah kakak laki-lakinya. Tetapi dengan keras wanita yang membawanya kesana melarang dia untuk mengobati kakaknya sendiri.
"Maaf, saya tidak peduli dengan apa yang anda katakan." Ucap Lin Yao.
"Lancang! Beraninya kau membantahku. Kau hanyalah wanita r3ndahan. Beraninya ingin melawanku, anak seorang bangsawan!"
Lin Yao tidak peduli dengan apa yanv wanita itu katakan, dia mengeluarkan set jarum akupunturnya.
Melihat apa yang Lin Yao lakukan, wanita itu semakin marah dan bergegas mendenkati Lin Yao.
Syuuuuut
Jleeeb!
Sebuah jarum Lin Yao lesatkan, dan berhasil mengenai titik akupuntur wanita itu. Sehingga dia tidak bisa bergerak sekaligus berbicara.
"Maaf nona, saya terpaksa melakukan itu. Saat ini nyawa kakak saya lebih berarti dari pada suara keras anda itu." Ucap Lin Yao.
Wanita itu diam saja, karena tidak bisa mengatakan apapun setelah titik akupuntur di tusuk jarum oleh Lin Yao.
"Feng Ying, ambil mangkuk itu dan bawa kemari." Ucap Lin Yao.
"Baik nona."
Lin Yao memeriksa denyut nadi tuan muda Xiao, setelah itu dia memeriksa kedua mata dan membuka dengan pelan lidah tuan muda Xiao.
"Ini racun bunga malam." Ucap Lin Yao.