
Feng Ying datang membawa jamur 100 tahun dan obat yang di inginkan oleh permaisuri An.
"Rebus jamur itu selama 10 menit, dengan 3 sendok madu dan beri sedikit garam, lalu campurkan pada bubur biji teratai yang aku minta pada pelayan putri Xiu Ying tadi." Ucap permaisuri An pada Feng Ying.
"Baik yang mulia."
Feng Ying kembali keluar dengan jamur 100 tahun, setelah memberikan obat pada permaisuri An.
"Yang mulia, mohon bantu saya untuk mendudukan putri Xiu Ying. Saya akan meminumkan obat ini padanya." Ucap permaisuri An pada pangeran He Xuan Li.
"Baik, aku mengerti."
Pangeran He Xuan Li lalu berjalan dan membantu mendudukan putri Xiu Ying, dan menyenderkan tubuh putri Xiu Ying pada tubuhnya.
Setelah itu permaisuri An mengeluarkan satu pil dari dalam botol kecil yang dia dapat dari Feng Ying, lalu meminumkan pil itu pada putri Xiu Ying.
Pil itu akan larut dengan sendirinya di dalam mulut putri Xiu Ying dan akan masuk ke dalam tenggorokannya, karena itu mereka tudak memerlukan air.
"Baik, anda bisa membaringkan kembali putri Xiu Ying." Ucap permaisuri An.
Pangeran He Xuan Li mengangguk, dan membaringkan tubuh putri Xiu kembali.
Semua yang ada di dalam kamar menatap putri Xiu Ying yang masih tidak sadarkan diri setelah beberapa hari kesakitan.
"Sebenarnya sakit perut seperti ini sangat sulit di temui, karena itu tabib istana pun mungkin tidak mengerti, dan takut untuk memberi obat pada putri Xiu Ying. Sehingga beberapa hari ini, tabib istana hanya memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit itu." Ucap permaisuri An.
"Lalu, bagaimana kau mengetahuinya?" Ucap ratu.
"Saya peenah bertemu dengan seseorang, dan mengatakan untuk tidak memakan jamur merah dengan makanan yang mengandung sapi. Dan dia juga memberikan obat yang saya berikan kepada putri Xiu Ying."
Ratu dan pangeran He Xuan Li mengangguk, mendengar perkataan permaisuri An yang sebenarnya bukanlah seperti itu. Karena dia tidak mungkin berkata jika dia mengetahuinya dari gurunya, ketika dia hidup di 100 tahun yang lalu.
"Kami sangat beruntung memiliki mu disini, permaisuri An. Kau mengerti banyak hal dalam ilmu pengobatan." Ucap ratu.
"Saya hanya mengetahui sedikit, ibu ratu."
"Kau sama seperti ibumu, yang selalu rendah hati."
Permaisuri An tersenyum.
Tak berselang lama setelah permaisuri An memberikan obat, putri Xiu Ying mengerjapkan kedua matanya.
"Ying'er." Ucap pangeran He Xuan Li.
Ratu dan permaisuri An melihat jika putri Xiu Ying telah sadar, mereka pun merasa lega melihat itu.
"Putri Xiu Ying, apakah anda masih merasa tidak nyaman pada perut anda?" Ucap permaisuri An.
Putri Xiu Ying mengangguk dengan pelan.
"Tidak apa-apa, setelah beristirahat dan makan makanan yang lunak, perut anda akan segera membaik."
"Terima kasih." Ucap putri Xiu Ying dengan lemah.
Feng Ying dan tabib istana datang membawa bubur biji teratai dan juga air daun sirih merah yang permaisuri An inginkan.
"Bubur biji teratai dan jamur 100 tahun sangat baik untuk perut putri Xiu Ying saat ini, jamur 100 tahun juga bisa mengobati racun yang ada dalam perut putri Xiu Ying, dan air daun sirih merah akan membantu membersihkan perut putri Xiu Ying. Jadi anda harus meminumnya 10 menit setelah anda memakan bubur ini." Ucap permaisuri An.
"Baik, aku mengerti. Aku akan memberikan bubur dan air daun sirih merah ini pada putri Xiu Ying." Ucap pangeran He Xuan Li.
"Terima kasih, saya berharap putri akan segera membaik."
"Terima kasih atas bantuan permaisuri An."
Pangeran He Xuan Li membungkukkan badannya pada permaisuri An.
"Yang mulia, anda tidak perlu seperti itu kepada saya. Ini merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya, karena bisa membantu putri Xiu Ying." Ucap permaisuri An.
Pangeran He Xuan Li mengangguk, lalu mengambil mangkuk berisi bubur dan menyuapi putri Xiu Ying dengan pelan.
Permaisuri An tersenyum melihat putri Xiu Ying yang memakan bubur biji teratai itu.
"Aku harap jamur 100 tahun itu bisa menyembuhkan perut putri Xiu Ying. Sehingga perutnya tidak akan merasa sakit lagi."
Permaisuri An yang mencium bau gingseng yang di bawa oleh pelayan putri Xiu Ying, seketika merasa tidak nyaman.
"Baik, terima kasih permaisuri An." Ucap putri Xiu Ying.
Permaisuri An mengangguk, lalu berjalan keluar dari kamar putri Xiu Ying bersama dengan Feng Ying.
Setelah keluar darinistana putri Xiu Ying, langkah permaisuri An semakin cepat, karena dia merasa seperti ada yang ingin dia keluarkan setelah mencium bau gingseng di dalam kamar putri Xiu Ying tadi.
"Yang mulia, mohon berjalanlah dengan lebih lambat. Anda bisa terjatuh jika berjalan seperti itu." Ucap Feng Ying yang khawatir pada permaisuri An yang berjalan dengan cepat.
Permaisuri An tidak mengindahkan ucapan Feng Ying, dia masih terus berjalan dengan cepat. Bahkan saat dia tiba di istana, dan melihat pangeran Rong. Permaisuri An tidaj berkata apa-apa, dan terus melangkah ke arah kamarnya.
Braaaaak
Pintu kamar terbuka begitu saja, dan permaisuri An langsung masuk ke ruangan samping.
"Apa yang terjadi dengan permaisuri An?" Ucap pangeran Rong pada Feng Ying.
"Ampuni saya, yang mulia. Saya tidak mengerti, karena sejak dari istana putri Xiu Ying, yang mulia permaisuri berjalan dengan sangat cepat, dan masuk ke dalam kamarnya."
Pangeran Rong yang mendengar itu segera masuk ke dalam kamar, dan berjalan ke arah ruangan samping setelah mendengar suara dari sana.
"Lin'er, apa yang telah terjadi padamu?" Ucap pangeran Rong dengan cemas.
Permaisuri An tidak menjawab pertanyaan pangeran Rong, dia terus menekan tengkuk lehernya sendiri sambil berusaha mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.
"Lin'er, jangan membuatku khawatir. Apa yang terjadi padamu?" Ucap pangeran Rong lagi.
Permaisuri An masih tidak menjawab pangeran Rong, karena dia masih berusaha untuk menenangkan perutnya.
Setelah beberapa saat, permaisuri An berdiri dengan gontai. Dan pangeran Rong dengan sigap menangkap tubuh permaisuri An yang hampir jatuh itu.
"Apa yang terjadi padamu, Lin'er?" Ucap pangeran Rong.
Saat ini wajah permaisuri An terlihat sangat tidak baik.
"Saya baik-baik saja, mungkin ini hanya......"
Permaisuri An terdiam, dia kemudian memegang pergelangan tangannya sendiri lalu memeriksa denyut nadinya.
"Ini...."
"Ada apa? Katakan padaku, apa yang terjadi?" Ucap pangeran Rong.
"Yang mulia, tolong bawa saya ke kamar lebih dulu."
Pangeran Rong mengangguk, lalu menggendong tubuh permaisuri An dan berjalan ke kamar mereka, lalu engan pelan pangeran Rong membaringkan permaisuri An di atas tempat tidur mereka.
"Kau baik-baik saja? Aku akan memanggilkan tabib istana sekarang."Ucap pangeran Rong.
"Tidak perlu, yang mulia. Saya telah memeriksa kondisi tubuh saya sendiri."
"Lalu apa yang terjadi, wajahmu benar-benar terilhat sangat tidak baik."
"Saya tidak apa-apa, ini mungkin karena bau gingseng saat di dalam kamar putri Xiu Ying yang tidak di sukai oleh anak ini."
"Anak? Anak siapa yang kau maksud, Lin'er?"
Permaisuri An tersenyum, "Tentu saja anak yang berada di dalam perut saya, yang mulia."
Pangeran Rong terkejut dan seketika kedua matanya terbuka lebar.
"Kau, kau berkata jika di dalam perutmu ada... Ada seorang anak?" Ucap pangeran Rong dengan tidak percaya.
Permaisuri An mengangguk, "Benar, saat ini saya sedang mengandung seorang anak."
Pangeran Rong tersenyum dengan bahagia mendengar berita itu secara langsung dari permaisurinya. Dan dia pun memeluk permaisuri An.
"Apa kau sungguh sedang mengandung anakku? Kau sungguh?" Ucap pangeran Rong memastikan.
"Iya, saya sangat yakin. Karena saya merasakannya dengan sangat jelas, saat saya memeriksa denyut nadi saya sendiri."
Pangeran Rong mengangguk, dan tersenyum.
Hari ini merupakan hari yang membahagiakan baginya, dan tentu saja bagi kerajaan juga.