Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #63


Xiao Li berjalan mendekati laki-laki itu.


"Apa... Apa yang mau kau lakukan, jangan mendekat! Aku telah memakai racun pada seluruh tubuhku." Ucap laki-laki itu dengan keras.


"Tidak apa-apa, kita telah meminum obat segala racun sebelumnya. Racun yang dia pakai tidak akan berguna." Ucap Lin Yao.


Xiao Li mengangguk, lalu kembali berjalan mendekati laki-laki itu.


"Tunggu, tidak. Jangan mendekat! Pergi!" Seru laki-laki itu.


Xiao Li menangkap kedua tangan laki-laki itu, lalu memeganginya.


"Lin'er, apa yang ingin kau lakukan padanya?" Ucap pangeran Rong.


"Dia adalah oembuat racun, maka saya akan menghukumnya dengan racun yang saya buat juga."


Laki-laki yang tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya semakin lemas, akibat sesuatu yang Lin Yao lemparkan ke dalam rumahnya tadi hanya bisa berdiri dengan kedua tangannya di tahan oleh Xiao Li.


"Tuan, kau sangat pintar dalam membuat racun. Aku harap kau bisa menahan racun yang akan aku berikan padamu ini." Ucap Lin Yao.


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya melihat sebutir pil di tangan Lin Yao.


Tangan Lin Yao terulur dan akan membuka paksa mulut laki-laki itu.


"Tunggu!"


Lin Yao berhenti dan melihat ke arah pangeran Rong, "Yang mulia, apakah ada sesuatu?"


"Biarkan aku saja yang melakukannya, kau tidak perlu menyentuh laki-laki tua itu."


Lin Yao yang mendengar hal itu terkejut, terlebih Xiao Li yang sudah lama menjadi pengawal pribadi pangeran Rong. Karena selama ini pangeran Rong tidak pwrnah bersikap seperti itu.


Pangeran Rong berjalan mendekati Lin Yao dan mengambil pil yang ada di tangan Lin Yao.


"Sembarangan sekali dia, ingin menyentuh laki-laki yang tak di kenal di depan ku!"


Lin Yao hanya diam melihat apa yang pangeran Rong lakukan, dia lalu mundur beberapa langkah untuk membiarkan pangeran Rong memasukan pil yang ada di tangannya pada laki-laki itu.


Dengan kuat pangeran Rong memegang tulang rahang laki-laki itu, sehingga mulut laki-laki itu terbuka. Pangeran Rong yang melihatnya segera memasukan pil itu ke dalam mulut laki-laki yang ada di depannya.


Bruuuk


Xiao Li melemparkan laki-laki itu setelah dia menelan pil yang pangeran Rong berikan padanya.


"Uhuk, uhuk, uhuk. Apa... Apa yang kalian berikan padaku? Uhuk, uhuk, uhuk." Ucap laki-laki itu.


Lin Yao menatap laki-laki itu, "Aku membuat sebuah jenis racun, kau telah berhasil membuat racun bunga malam. Mungkin kau tahu jenis racun apa yang telah kami berikan padamu."


Kedua mata laki-laki itu seketika membulat, dan berusaha mengeluarkan pil yang telah masuk ke dalam tubuhnya itu.


"Jika kau ingin tahu, aku bisa mengatakan 2 jenis bahan utama racun yang telah kau telan itu." Ucap Lin Yao lagi.


"Kau wanita r3ndahan! Beraninya kau memberiku racun!" Seru laki-laki itu dengan kesal.


Buugh!


Pangeran Rong yang mendengar laki-laki itu menghina Lin Yao tepat di depannya, langsung menendang laki-laki itu dengan keras. Dan seketika laki-laki itu tak sadarkan diri.


"Beraninya kau menghina permaisuri ku tepat di depanku!" Ucap pangeran Rong dengan aura yang menakutkan.


Lin Yao yang berdiri tak jauh dari pangeran Rong terkejut, dia tidak menyangka jika pangeran Rong akan marah seperti, dan menendang laki-laki itu dengan cukup kuat hingga dia tak sadarkan diri.


"Yang mulia, mohon tenanglah. Jika yang mulia membunuh laki-laki itu, dia tidak bisa menjadi saksi kita untuk menangkap para anak bangsawan itu, setelah oaman Xiao memberikan mereka pelajaran." Ucap Lin Yao.


Lin Yao mengangguk, dan sedikit merasa lega.


"Yang mulia, anda dan tuan Xiao tetaplah disini. Saya akan masuk ke dalam rumah itu untuk mencari sesuatu." Ucap Lin Yao.


"Tidak, aku akan ikut masuk bersama mu ke dalam rumah itu." Ucap pangeran Rong dengan cepat.


Lin Yao yang tidaj memiliki pilihan hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Baiklah, jika begitu tuan Xiao Li. Mohon untuk menunggu disini dan awasi laki-laki itu."


"Baik yang mulia."


Lin Yao lagi-lagi tertegun mendengar cara Xiao Li memanggil namanya.


Tanpa memperdebatkan panggilannya, Lin Yao segera berjalan menuju rumah kayu itu di susul oleh pangeran Rong di belakang.


Kedua orang itu masuk ke dalam rumah yang tidak begitu besar, namun tidak begitu banyak cahaya yang masuk juga.


"Lin'er, apa yang kau cari?" Ucap pangeran Rong.


"Sebuah kitab, yang mulia."


"Kitab?"


"Benar, jika yang mulia penasaran dengan kitab itu. Maka tolong saya untuk mencarinya terlebih dulu, setelah itu saya akan menjelaskannya kepada yang mulia."


"Baiklah, aku akan membantumu mencari di sebelah sana."


"Baik, terima kasih yang mulia."


Pangeran Rong dan Lin Yao berpencar mencari kitab yang Lin Yao maksud di dua tempat yang berbeda.


Selain buku-buku pengobatan yang menurut Lin Yao tidak berguna, mereka juga menemukan 4 jenis racun yang telah laki-laki itu buat.


Lin Yao mengambil semua racun itu untuk di pelajari jenis racun apa itu.


"Yang mulia, saya telah menemukannya." Ucap Lin Yao.


Lin Yao melihat dan membuka sebuah kita yang saat ini telah berada di tangannya, "Ternyata benar, dia mempelajari kitab racun dewa. Tetapi sayangnya ini bukanlah kitab yang asli."


Pangeran Rong yang mendengar jika Lin Yao telah menemukan kitab yang mereka cari, berjalan mendekati Lin Yao.


"Apakah kitab ini yang kita cari?" Ucap pangeran Rong.


Lin Yao mengangguk, "Benar yang mulia, ini adalah kitab racun dewa. Tetapi sayangnya ini bukanlah kitab yang asli."


"Kau mengetahui jika itu bukanlah kitab yang asli?"


"Benar, kitab yang asli memiliki tekstur kertas yang cukup keras, juga warna yang sedikit merah, dan tinta di dalam kitab asli tidak akan cepat hilang, tetapi di dalam kitab ini saya melihat beberapa tulisan yang sedikit memudar."


Pangeran Rong mengangguk mendengar penjelasan Lin Yao.


"Baiklah, yang mulia. Kita tidak menemukan hal lain yang mencurigakan. Kita bisa membakar rumah ini, agar orang lain yang tahu tidak akan memiliki niat jahat untuk membuat racun dari beberapa resep yang ada di buku-buku itu." Ucap Lin Yao dan menunjuk pada tumpukan buku di atas sebuah rak kayu.


"Iya, aku akan meminta Xiao Li untuk melakukannya dengan baik."


"Baik yang mulia."


Lin Yao dan pangeran Rong berjalan keluar dari rumah kayu itu.


"Yang mulia, setelah ini saya akan mencari jamur 100 tahun yang di katakan oleh kak Ming Yu." Ucap Lin Yao setelah mereka berada di luar rumah kayu.