Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #39


Satu minggu kemudian, istana kedatangan orang-orang dari kerajaan He, mereka adalah penasehat negara dan juga pangeran kedua kerajaan itu.


Di dalam aula istana juga ada pangeran Rong dan putra mahkota, yang menemani kaisar.


"Yang mulia pangeran He, dan penasehat kerajaan. Kalian datang 3 minggu sebelum hari pernikahan kakak saya dan pangeran He Xuan Li. Apakah ada sesuatu yang ingin di sampaikan?" Ucap pangeran Rong.


"Betul yang mulia, kami datang kesini untuk membicarakan peeihal pernikahan antara putri Xiu Ying dengan adik saya."


"Oh, apa itu?"


Pangeran kedua dari kerajaan He sedikit tersentak saat melihat tatapan pangeran Rong yang penuh dengan tekanan.


"Be.. Begini yang mulia, kerajaan kami merasa jika adik sana sangat tidak pantas menikah dengan putri Xiu Ying yang sangat berbakat, dan kami....."


"Jika kalian datang kesini hanya untuk menggantikan pangeran He Xuan Li dengan orang lain, maka biarkan kaisar He dan juga pangeran He Xuan Li datang sendiri kesini."


"Benar, ini adalah pernikahan seorang putri. Bagaimana bisa kerajaan kalian berbicara seolah ini seperti pernikahan rakyat biasa?" Ucap putra mahkota.


"Maafkan kami yang mulia, saat ini yang mulia kaisar kami sedang tidak sehat. Karena itu beliau meminta kami datang." Ucap penasehat kerajaan He.


"Aku hanya akan mendengarkan alasan dari kaisar He dan pangeran He Xuan Li. Jika orang lain yang kemari, maka jangan harap bisa mengubahnya." Ucap kaisar Changming dengan tegas.


"Tetapi yang mulia......"


"Pangeran kedua He, saya lihat kalian kesini hanya menggunakan dua kereta kuda. Dan itu juga seperti bukan kereta dari kerajaan. Apakah kalian datang kesini tanpa di ketahui oleh kaisar He?" Ucap pangeran Rong dengan aura yang penuh dengan intimidasi.


Bukan hanya pangeran Rong saja, namun kaisar dan juga putra mahkota pun menatap mereka dengan hal yang sama.


Pangeran kedua kerajaan He dan penasehat kerajaan yang di tatapan oleh mereka tidak bisa berkata apa-apa.


"Sa.... Saya...."


Pangeran Rong menatap pangeran kedua He itu dengan tatapan yang sangat menusuk, dan membuat pangeran kedua itu diam seribu bahasa, karena merasa jika rencana mereka telah di ketahui oleh kaisar dan juga dua pangeran yang ada di depannya.


Selama ini pangeran kedua He memang sudah menyukai putri Xiu Ying, dan dia tidak rela jika putri Xiu Ying lebih memilih putra dari seorang selir yang sudah meninggal itu.


"Antarkan pangeran kedua He dan penasehat negara He ke istana utara, dan kirimkan orang untuk mengundang kaisar He dan juga pangeran He Xuan Li datang kesini." Ucap kaisar Changming.


Mendengar itu pangeran kedua dan penasehat kerajaan He segera berlutut di depan kaisar.


"Yang mulia, mohon jangan melakukan hal itu. Saya... Saya melakukannya karena saya telah menyukai putri Xiu Ying, dan tidak rela jika dia akan menikah dengan orang lain selain saya." Ucap pangeran kedua He kepada kaisar Changming.


"Walaupun begitu, kau sudah membohongi seorang kaisar. Dan hal ini tentu harus di ketahui oleh kaisar negara kalian, terlebih penasehat kerajaan juga turut serta berbohong."


Kini pangeran kedua dan penasehat kerajaan He tidak bisa melakukan apa-apa, rencana mereka sudah sepenuhnya gagal. Dan pastinya mereka akan mendapatkan hukuman dari kaisar negara He.


"Bawa kedua tamu ke istana utara, dan jaga mereka dengan baik sampai kaisar He dan pangeran He Xuan Li datang kesini." Ucap putra mahkota pada kepala pengawal istana yang berdiri di depan pintu aula istana.


"Baik yang mulia."


Setelah mereka pergi kaisar menggelengkan kepalanya.


"Mereka melakukan hal yang sangat berani." Ucap kaisar Changming.


"Benar, ayah kaisar. Walaupun pangeran kedua menyukai Ying'er, tetapi tindakannya sudah membuat malu kerajaan He."


"Tetapi untungnya pangeran Rong mengetahui, jika di dalam kerajaan He ada seorang pangeran yang sangat baik dan pintar. Sehingga putri Xiu Ying tidak akan memiliki suami yang mempunyai sifat tidak baik."


"Itu benar ayah kaisar. Bahkan saya pun tidak bisa mengetahui hal itu."


Kaisar mengangguk, kali ini kerajaan Chao sangat beruntung karena akan memiliki menantu pintar yang di sembunyikan oleh kerajaan He.


...----------------...


Saat ini nyonya Xia dan Lin Yao sedang berada di kediaman Liu dengan beberapa orang dari keluarga Xia. Karena nyonya Xia sudah memutuskan akan menjual rumah itu, dan akan di beli oleh adik dari nyonya Xia yang sudah lama ingin memiliki sebuah rumah.


Transaksi jual beli antara kakak beradik dari keluarga Xia pun berlangsung, di saksikan oleh oenasehat keluarga Xia dan juga tuan muda Xiao yang berada disana.


"Ibu, akhirnya kita bisa melepaskan semuanya. Dan akan kembali menjalani kehidupan kita yang baru dengan sesungguhnya." Ucap Lin Yao setelah mereka telah menjual dan menerima uang dari adik nyonya Xia.


"Kau benar, simpanlah uang itu. Kau bisa memakainya untuk membeli bahan obat dan yang lainnya."


"Tetapi ibu...."


"Tidak apa-apa, ibu tidak begitu membutuhkannya. Ibu hanya ingin melihat kamu hidup dengan bahagia."


Lin Yao mengangguk lalu memeluk ibunya.


"Baiklah, sebaiknya kita kembali ke paviliun. Aku rasa mereka akan mulai membereskan rumah ini." Ucap tuan muda Xiao.


"Iya benar, kita berpamitan dulu pada paman dan bibi mu."


Nyonya Xia, Lin Yao dan juga tuan kuda Xiao lalu menemui adik nyonya Xia untuk berpamitan, tidak lupa juga mengatakan terima kasih kepada mereka dan akan sering mengunjungi mereka.


Setelah selesai, nyonya Xia dan Lin Yao masuk ke dalan kereta kuda. Dan pergi dari kediaman Liu yang kini telah menjadi kediaman tuan muda Xia.


Sementara itu dari sebuah rumah makan, tuan muda Xu mengepalkan kedua tangannya melihat Lin Yao yang saat ini tengah bahagia.


"Jika saja aku tahu wanita itu sangat berbakat, dan mendapatkan dukungan dari dua keluarga bangsawan. Aku pasti tidak akan melepaskannya, aku sangat b0doh karena tidak mendengar apa yang ibu katakan padaku waktu itu."


Tuan muda Xu meminum teh yang ada di atas meja dengan kesal, dia bahkan meletakan gelas teh dengan keras di atas meja.


" Aku harus menemui ayah dan ibu, aku yakin jika Lin Yao masih menyukai ku dan dengan sedikit ucapan manis, akan membuatnya ingin kembali lagi bersama ku. Seperti Fang Yin yang sangat terpesona dengan semua kata-kata manis yang aku katakan." Ucap tuan muda Xu sambil berjalan kekuar dari restoran itu.


Tuan Xu yang begitu yakin dengan apa yang dia katakan, tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi. Namun sayang, dia belum mendengar berita tentang pangeran Rong yang telah berkata jika Lin Yao adalah calon permaisurinya.