
Walaupun tuan muda Xu sudah mengetahui jika Lin Yao akan menikah dengan pangeran Rong, tetapi tuan muda Xu masih ingin memiliki Lin Yao untuk dirinya.
Saat ini tuan muda Xu tengah duduk di ruang bacanya, dia berencana untuk menarik perhatian Lin Yao. Karena dia yakin jika Lin Yao masih memiliki perasaan padanya.
Di depan mejanya sudah ada sebuah kotak, yang akan dia berikan pada Lin Yao.
"Lin Yao, walaupun yang mulia pangeran Rong berkata jika kau adalah calon permaisurinya. Tapi aku yakin, jika di hati mu hanya ada aku, dan kau masih sangat menyukai ku." Ucap tuan muda Xu.
Tuan muda Xu berdiri dan berjalan keluar dari kediaman perdana menteri Xu, untuk menemui Lin Yao di paviliunnya.
"Tunggu aku, aku akan memberikan hadiah yang bagus untuk mu. Sehingga kau akan merasa senang dan mau kembali bersama dengan ku."
Dengan percaya diri dan membawa sebuah kotak hadiah, tuan muda Xu pergi ke paviliun dimana Lin Yao dan nyonya Xia tinggal.
...----------------...
"Yang mulia, semuanya telah siap. Dan kita hanya tinggal mengantarkan semua hadiah itu ke paviliun nyonya Xia dan nona muda Liu saja." Ucap Xiao Bo pada pangeran Rong.
"Kalau begitu kau kirimkan semuanya ke paviliun, dan katakan jika ini merupakan hadiah pertama dari ku, sebelum aku menikah dengan dia."
"Baik, yang mulia. Akan hamba sampaikan apa yang tadi yang mulia katakan kepada nona muda Liu."
Pangeran Rong mengangguk.
Xiao Bo keluar dari istana pangeran Rong, dan pergi ke paviliun untuk memberikan beberapa hadiah pada Lin Yao dari pangeran Rong.
Saat ini entah pangeran Rong, Lin Yao maupun Xiao Bo tidak tahu jika tuan muda Xu sudah berada di depan pintu gerbang paviliun.
"Biarkan aku masuk, aku ini adalah tuan muda Xu. Anak dari perdana menteri Xu, dan aku ingin bertemu dengan Lin'er." Ucap tuan muda Xu dengan kesal pada penjaga pintu.
"Maaf tuan, kami tidak bisa membiarkan seorang laki-laki masuk. Terkecuali yang mulia pangeran Rong dan pengawal yang mulia, juga tuan muda Xiao."
Tuan muda Xu yang mendengar itu merasa kesal dan mengepalkan kedua tangannya, karena ternyata Lin Yao telah memberikan perintah seperti itu.
Namun sebenarnya itu adalah perintah dari pangeran Rong, karena dia tidak mau ada orang lain yang masuk ke dalam paviliun dan membuat keributan disana. Terlebih dia tidak mau terjadi apa-apa pada Lin Yao.
"Lebih baik tuan kembali, dan jangan membuat keributan disini." Ucap penjaga pintu itu.
Tuan muda Xu menatap penjaga pintu gerbang paviliun dengan tajam.
"Tuan muda Xu, apa yang sedang anda lakukan di depan gerbang paviliun calon permaisuri yang mulia pangeran Rong kami?" Ucap Xiao Bo yang baru saja tiba.
Tuan muda Xu terkejut melihat pengawal pribadi pangeran Rong yang datang ke paviliun itu, dengan membawa beberapa kotak yang di angkut oleh pengawal istana.
"A..... Aku...."
"Buka pintu gerbangnya, aku membawa beberapa hadiah dari yang mulia pangeran Rong, untuk calon permaisuri." Ucap Xiao Bo pada penjaga pintu gerbang paviliun.
Penjaga itu mengangguk "Baik tuan."
Tak lama penjaga pintu gerbang itu membukakan pintu untuk Xiao Bo, dan juga pengawal istana yang membawa kotak hadiah dari pangeran Rong.
Tuan Xu kesal melihat itu, karena dia sendiri yang tidak di izinkan masuk ke dalam dan bertemu dengan Lin Yao.
"Tuan muda Xu, jika tidak ada keperluan lagi. Lebih baik anda kembali, dan mohon untuk tidak datang atau mengganggu calon permaisuri yang mulia pangeran Rong lagi. Anda pasti tahu akibat jika melakukannya." Ucap Xiao Bo pada tuan muda Xu.
Tuan muda Xu hanya diam, dia pasti sangat mengerti akibatnya. Tetapi entah kenapa, mendengar ucapan Xiao Bo justru membuat tuan muda Xu ingin semakin mendapatkan Lin Yao.
Xiao Bo masuk ke dalam paviliun meninggalkan tuan muda Xu di luar gerbang paviliun.
Xiao Bo dan para pengawal yang membawa beberapa kotak berhenti tepat di depan aula paviliun.
"Tuan Xiao Bo. Apa yang sedang anda lakukan, lalu apa ini?" Tanya Nyonya Xia yang melihat Xiao Bo dstang dengan beberapa pengawal.
"Maaf nyonya Xia, ini semua adalah hadiah yang di berikan oleh yang mulia pangeran Rong untuk nona Liu Lin Yao."
"Hadiah, kenapa begitu banyak?"
"Maaf, saya juga tidak mengerti nyonya, saya hanya melakukan perintah dari yang mulia untuk membawakan semuanya kesini."
Nyonya Xia mengangguk.
"Ibu, apa yang terjadi?" Ucap Lin Yao yang baru saja datang.
"Baguslah kau tidak ke toko obat, tuan Xiao Bo kesini membawa hadiah dari yang mulia pangeran Rong."
"Hadiah?"
"Benar nona muda Liu, ini semua adalah hadiah dari yang mulia." Ucap Xiao Bo pada Lin Yao.
Lin Yao melihat beberapa kotak yang berada di halaman paviliunnya.
"Kenapa yang mulia memberikan begitu banyak hadiah?" Ucap Lin Yao.
"Maaf nona muda Liu, saya tidak tahu. Saya hanya melakukan perintah dari yang mulia."
Lin Yao menatap semua kotak hadiah itu satu persatu.
"Bawa saja kembali semuanya." Ucap Lin Yao.
"Tetapi nona, jika saya membawanya kembali yang mulia pasti akan meminta saya untuk membawa lebih banyak hadiah lagi kemari. Karena yang mulia berkata, jika ini merupakan hadiah pertama sebelum hari pernikahan yang mulia dengan nona muda Liu."
Lin Yao memegangi kepalanya mendengar ucapan Xiao Bo.
"Baiklah, biarkan saja kalau begitu. Aku akan penjaga disini untuk membawanya masuk ke dalam gudang penyimpanan, setelah aku melihatnya."
"Baik, jika begitu saya akan pergi sekarang."
Lin Yao mengangguk.
Xiao Bo keluar dari paviliun bersama dengan beberapa pengawal, setelah membawakan hadiah dari pangeran Rong untuk Lin Yao.
"Ibu, bukankah yang mulia pangeran Rong sedikit berlebihan memberikan begitu banyak hadiah?" Ucap Lin Yao pada ibunya.
"Dia adalah seorang pangeran, dan ingin memberikanmu kebahagiaan. Kalian belum menikah, jadi dia berpikir hanya dengan memberikan hadiah-hadiah itu, dia bisa membuatmu sedikit bahagia."
"Tetapi ibu, ini terlalu banyak. Aku khawatir orang-orang akan mengatakan hal yang tidak-tidak."
"Tidak apa-apa, mereka tidak akan berani mengatakan hal itu kepadamu, lebih baik sekarang kau lihatlah dulu. Dan pilihlah mana yang akan kau simpan dan yang akan kau pakai."
Lin Yao mengangguk dengan p4srah " Baiklah kalau begitu."
Nyonya Xia lalu berjalan pergi meninggalkan Lin Yao di depan aula, dengan kotak-kotak hadiah dari pangeran Rong.
"Dia adalah seorang pangeran yang sangat di takuti, dan sudah banyak musuh yang mati di tangannya. Tetapi kenapa dia melakukan semua ini kepadaku?" Gumam Lin Yao menatap kotak hadiah itu.
Lin Yao memerintahkan Feng Ying untuk memilih beberapa barang dan membawa sisanya untuk di simpan di gudang penyimpanan.