
"Yang mulia pangeran Rong dan yang mulia permaisuri tiba!" Ucap kepala pengawal yang berdiri di depan pintu aula istana.
Semua orang menatap ke arah pintu, dan melihat pangeran Rong dan Lin Yao berjalan memasuki aula istana. Dan seketika semua orang yang penasaran terhadap Lin Yao terkagum saat melihat kecantikan Lin Yao.
"Pantas saja yang mulia pangeran Rong begitu menyukai permaisurinya, dia terlihat begitu cantik." Ucap salah seorang pangeran dari negara lain.
"Benar, dan aku mendengar jika permaisuri adalah cucu dari keluarga bangsawan Xia." Ucap pangeran yang lain.
"Benarkah?"
"Benar."
Pangeran Rong dan Lin Yao berjalan memasuki aula istana bersamaan.
Mereka terus berjalan hingga pangeran Rong dan Lin Yao tiba di depan kaisar dan ratu.
"Salam kepada ayah kaisar dan ibu ratu, semoga ayah dan ibu selalu sehat serta sejahtera." Ucap pangeran Rong dan Lin Yao.
Kaisar mengangguk, "Berdirilah kalian, ini adalah pesta pernikahan kalian berdua."
"Terima kasih atas kebaikan ayah kaisar dan ibu ratu." Ucap pangeran Rong.
Pangeran Rong membawa Lin Yao duduk di kursi mereka yang tidak jauh dari kursi kaisar dan ratu.
"Baiklah, kita bisa memulia pestanya. Kalian minumlah sepuas kalian malam ini." Ucap kaisar dengan suara lantang dan mengangkat gelas anggurnya.
"Terima kasih yang mulia." Ucap semua orang dengan bersamaan.
Alunan musik mulai terdengar dan para penari pun mulai masuk ke dalam aula istana, untuk menari dan menghibur semua orang yang ada disana.
Pangeran Rong mengambil sebuah anggur, lalu mengupas kulit anggur itu dan meletakannya di atas piring kecil yang ada di depan Lin Yao.
"Makanlah, anggur ini sangat manis." Ucap pangeran Rong dengan pelan.
Lin Yao mengangguk, lalu mengambil anggur yang di berikan oleh pangeran Rong dan memakannya.
"Anda benar, yang mulia. Anggur ini cukup manis." Ucap Lin Yao.
"Anggur ini di datangkan dari perkebunan milik kerajaan Chao, yang berada di perbatasan timur. Tanah disana sangat subur, dengan suhu udara yang sangat bagus untuk menanam anggur ini."
Lin Yao mengangguk, "Sepertinya tanah di sana sangat baik untuk menenam berbagai macam tanaman."
"Kau benar."
Beberapa orang yang melihat kedekatan dan interaksi antara pangeran Rong dan permaisurinya tersenyum, karena ini kali pertama mereka melihat sang dewa perang yang selalu tampak tegas dengan aura dingin, begitu lembut dan perhatian kepada seorang wanita.
Salah seorang pangeran berdiri, dia membawa gelas berisi anggur dengan kedua tangannya.
"Yang mulia pangeran Rong, saya mengucapkan selamat atas pernikahan anda dan permaisuri anda hari ini. Semoga kalian selalu berbahagia dan sejahtera." Ucap pangeran itu.
Pangeran Rong mengangkat gelas anggur miliknya, "Terima kasih."
Kedua pangeran itu lalu sama-sama meminum anggur mereka.
Ratu juga terlihat sangat bahagia melihat pangeran Rong dan Lin Yao sangat menikmati pesta pernikahan mereka ini.
Pesta pernikahan terus berlanjut, dan tidak sedikit para oangeran dan kaisar dari negara lain mengucapkan selamat kepada pangeran Rong dan Lin Yao, juga kepada kaisar dan ratu.
Namun tidak sampai tengah malam Lin Yao memutuskan untuk kembali ke istana. Dan pangeran Rong mengizinkannya.
Lin Yao keluar dari aula istana dan meninggalkan pesta pernikahannya dengan pangeran Rong.
Bersama dengan Feng Ying, Lin Yao berjalan menuju istana pangeran Rong.
"Nona muda Liu."
"Maaf nona, apakah anda yang memanggil saya?" Ucap Lin Yao.
"Tentu saja. Jika bukan aku lalu siapa?"
Lin Yao hanya mengangguk, tanpa berkata apapun.
"Nona muda Liu, kau hanyalah anak dari seorang mantan perdana menteri. Tetapi kau berani mengg0da yang mulia pangeran Rong, sehingga yang mulia bersedia menikahimu." Ucap wanita yang tidak Lin Yao kenal itu.
"Maaf nona, saya tidak mengenal anda. Dan jika anda tidak menyukai pernikahan saya dengan pangeran Rong, maka lebih baik anda berbicara secara langsung dengan pangeran Rong. Bukan dengan saya."
"Aku berbicara dengan mu agar kau bisa menyadari siapa dirimu, karena yang mulia pasti sudah terg0da olehmu. Jadi, jika aku berbicara dengannya, yang mulia pasti tidak akan mau mendengarkan ku untuk meninggalkan mu."
"Lalu, apakah anda berpikir jika anda datang dan berbicara dengan saya, saya akan melakukan apa yang anda katakan itu, nona?"
"Kau!"
Lin Yao tersenyum, "Nona, saat ini saya adalah permaisuri dari pangeran Rong. Seorang pangeran yang snagat berpengaruh di negara ini. Anda berbicara pada saya dengan nada yang tinggi, dan juga menghina serta menunjuk-nunjuk saya. Jika saya hitung, sudah lebih dari 3 kali anda melakukan kesalahan terhadap anggota kerajaan baru."
Wanita itu tertegun dengan apa yang di katakan oleh Lin Yao, dia tidak menyangka jika Lin Yao akan begitu pintar berbicara.
Melihat wanita yang berada di depannya memperlihatkan wajah yang sedikit cemas karena semua perkataannya, Lin Yao hanya tersenyum.
"Jika kita bertemu lagi, aku harap kau bisa memberi hormat dan berbicara lebih baik lagi terhadap ku. Aku lelah, jadi tidak bisa lebih lama berada disini dengan mu." Ucap Lin Yao.
Tanpa peduli dengan wanita itu, Lin Yao berbalik dan kembali berjalan menuju istana pangeran Rong.
Dari jauh, pangeran Rong dan Xiao Bo melihat apa yang telah Lin Yao dan wanita itu lakukan. Ada sedikit rasa kesal pada pangeran Rong terhadap wanita itu, namun dia merasa sangat kagum pada Lin Yao yang tidak lemah dan tidak takut menghadapi wanita itu sendirian.
"Permaisuri ku memang wanita yang luar biasa."
Pangeran Rong melihat wanita itu dengan tajam, "Xiao Bo, kau cari tahu siapa wanita yang berbicara dengan permaisuri ku tadi, dan katakan padaku besok." Ucap pangeran Rong pada Xiao Bo.
"Baik, yang mulia."
Pangeran Rong mengangguk dan berjalan melewati jalan lain menuju istananya, karena dia tidak mau berpapasan dengan wanita yang sudah membuatnya kesal itu.
"Belum ada satu hari aku menikah Lin'er, tetapi sudah muncul satu wanita yang sudah tidak bisa bertahan." Ucap pangeran Rong yang tengah berjalan menuju istananya.
Lin Yao yang telah sampai di dalam kamar lebih dulu, meminta Feng Ying untuk melepaskan semua hiasan pada kepalanya.
Kraaaaak
Pintu kamar terbuka, dan pangeran Rong berjalan masuk.
"Kau pergilah, siapkan air untuk membasuh wajah permaisuri." Ucap pangeran Rong Feng Ying.
"Baik, yang mulia."
Feng Ying mundur beberapa langkah lalu berbalik dan keluar dari kamar itu.
"Kenapa kau juga ikut kembali?" Ucap Lin Yao pada pangeran Rong dengan bingung.
"Saat aku sedang berbicara dengan Xiao Bo, aku tidak sengaja melihatmu berbicara dengan seseorang. Dan aku lihat orang itu begitu kesal setelah kau pergi. Jadi aku memutuskan untuk tidak kembali ke dalam aula istana, dan mengikuti mu kesini."
"Saya tidak apa-apa, kami hanya berbicara sebentar disana. Dan itu merupakan hal yang wajar."
"Apakah dia menyakitimu?"
Lin Yao menggelengkan kepalanya, "Tidak, kau berkata jika kau melihatnya kesal. Jika dia terlihat seperti itu, bukankah sudah di pastikan jika dia tidak bisa berbuat apa-apa padaku?"
"Kau benar, aku berharap dia tidak lagi datang dan membuat masalah."
Lin Yao tersenyum, "Saya telah di nikahi oleh seorang pangeran dan dewa perang yang sangat kuat, dan berpengaruh di negara Chao ini. Sangat wajar jika beberapa wanita yang pernah ingin menikah dengan mu pasti merasa tidak senang, dan mencoba melakukannya hal itu."
"Kau benar, aku akan meminta Xiao Li untuk menjaga mu dari jauh."