
Saat ini Lin Yao tengah duduk dengan putri Xiu Ying di sebuah restoran. Lin Yao tidak sengaja bertemu dengan kakak dari pangeran Rong itu saat dia akan pergi membeli beberapa barang.
Putri Xiu Ying menatap Lin Yao yang duduk tepat di depannya.
"Aku senang melihat mu sudah pulih seperti semula, pangeran Rong sangat mengkhawatirkan mu saat itu." Ucap putri Xiu Ying.
"Terima kasih atas perhatian yang mulia putri, yang mulia pangeran Rong mempunyai kekhawatiran yang sangat besar terhadap saya, dan membuat saya merasa tidak pantas menerimanya."
"Kau adalah calon permaisurinya, kenapa kau masih memanggil dia dengan sebutan yang mulia pangeran Rong?"
"Saya merasa tidak enak saat memanggil nama yang mulia pangeran Rong secara langsung."
Putri Xiu Ying tersenyum mendengar itu "Di luar sana banyak wanita yang ingin menjadi istri dan bisa memanggil namanya secara langsung, tetapi kau yang sudah jelas akan menjadi permaisurinya justru merasa tidak enak."
"Kami berdua belum saling mengetahui satu sama lain, selain latar belakang keluarga kami. Jadi saya merasa sedikit canggung, yang mulia."
"Aku bisa mengerti itu, karena aku dan calon suamiku pun seperti kalian yang tidak saling tahu satu sama lain."
Lin Yao mengangguk mengerti.
"Aku masih tidak menyangka jika wanita yang akan membuat Li tertarik, dan bahkan tidak segan memperlihatkan rasa khawatirnya adalah dirimu." Ucap putri Xiu Ying.
"Saya juga merasa demikian yang mulia, sebab saya hanyalah wanita yang terkenal tidak memiliki bakat apapun, bahkan hampir semua orang yang ada di ibu kota berkata, jika saya hanyalah putri yang tidak berguna di kediaman Liu, dulu."
Putri Xiu Ying meraih dan menggenggam tangan Lin Yao.
"Kau bukanlah wanita yang tidak memiliki bakat, mereka hanya tidak tahu bakat yang terpendam dalam dirimu. Jika kau tidak mempunyai bakat apapun, lalu siapa orang yang telah membuka toko obat, dan orang yang terkenal mempunyai ilmu pengobatan seperti tabib di dalam istana belakangan ini."
Lin Yao tersenyum dan mengangguk "Ini juga berkat yang mulia pangeran Rong yang sudah membantu saya, meminta tuan Xiao Bo untuk menyebarkan berita tentang pembukaan toko obat milik saya itu."
"Tidak, semua adalah berkat dirimu sendiri. Kau adalah wanita yang baik dan berbakat, kau juga mempunyai sebuah pesona tersendiri sehingga membuat Li begitu menyukaimu."
Lin Yao hanya bisa diam mendengar perkataan putri Xiu Ying yang terus memujinya.
"Yang mulia, saya mendengar jika beberapa hari yang lalu pangeran dari kerajaan He datang ke istana." Ucap Lin Yao.
"Benar, ada sedikit masalah yang di lakukan oleh salah seorang pangeran dari kerajaan He."
Lin Yao mengangguk.
Putri Xiu Ying mengambil gelas berisi teh yang ada di atas meja lalu meminum teh itu.
Sementara Lin Yao diam sambil mengamati gerakan putri Xiu Ying.
"Maaf yang mulia putri, bisakan saya memeriksa denyut nadi yang mulia?" Ucap Lin Yao.
"Kau ingin memeriksa ku?"
"Benar yang mulia, tetapi itu jika yang mulia mengizinkannya."
Putri Xiu Ying mengangguk "Tentu saja, kau merupakan orang yang pintar dalam ilmu pengobatan."
"Terima kasih atas pujian yang mulia. Mohon untuk mengulurkan tangan yang mulia."
Putri Xiu Ying mengulurkan tangan dan meletakkan di atas meja.
Dengan serius dan berhati-hati Lin Yao mencoba merasakan denyut nadi putri Xiu Ying.
Beberapa saat setelah Lin Yao memeriksa denyut nadi putri Xiu Ying, dia menyunggingkan senyumnya.
"Tubuh yang mulia sangat baik, dan jika yang mulia tidak terlalu melakukan hal yang melelahkan. Yang mulia akan memiliki seorang bayi dengan cepat." Ucap Lin Yao.
"Benarkah?"
"Benar yang mulia, denyut nadi yang mulia sangat jelas saya rasakan. Dan terdapat sedikit detakan saat saya menekannya dengan pelan, menandakan perut yang mulia sangat baik untuk hamil."
"Baguslah jika seperti itu. Sepertinya kau akan menjadi satu-satunya permaisuri yang sangat pintar ilmu pengobatan di negara ini. Bahkan di negara-negara lain juga."
"Yang mulia, semua orang bisa menjadi tabib bagi diri mereka sendiri. Jika mereka bisa melakukan hidup yang benar, dengan memakan makanan yang bersih dan menyehatkan, juga menjauhi minuman yang tidak baik untuk tubuh."
"Kau benar, setiap kali ada sebuah perayaan, apakah itu sebuah pernikahan atau ulang tahun kaisar dan perdana menteri. Orang-orang akan selalu meminum 4rak."
"Sepertinya, calon permaisuri pangeran Rong kita akan menjadi contoh seorang istri dan ibu yang baik di negara Chao ini."
"Yang mulia, anda juga akan menjadi seorang istri dan ibu yang baik kelak."
Putri Xiu Ying mengangguk, dia sangat puas dengan semua perkataan dan jawaban yang Lin Yao ucapkan. Dia merasa jika pangeran Rong sangat beruntung bisa menikahi wanita yang sangat jarang di temui seperti Lin Yao ini.
"Baiklah, aku harus kembali sekarang." Ucap putri Xiu Ying.
"Iya yang mulia, saya akan mengunjungi anda beberapa hari sebelum pernikahan anda."
"Mulai sekarang kau bisa memanggilku kakak, tidak lama lagi kau juga akan menikah dengan adik ku. Rasanya sangat aneh mendengar mu memanggil yang mulia putri padaku."
"Tetapi...."
"Ini sudah di putuskan, dan kau juga harus belajar memanggil Li dengan namanya."
Lin Yao diam sejenak lalu mengangguk dengan ragu.
Putru Xiu Ying tersenyum, dan memeluk Lin Yao.
"Aku merasa senang, karena Li akan menikah dengan wanita yang luar biasa seperti mu. Aku berharap kalian akan selalu bahagia." Ucap putri Xiu Ying.
"Terima kasih yang mulia."
"Kau masih saja memanggil ku dengan yang mulia."
Lin Yao diam, dia masih belum terbiasa memanggil anggota kerajaan dengan sebutan yang begitu akrab.
"Baiklah, setelah kau menikah dengan Li, kau akan terbiasa. Aku akan pergi sekarang."
"Baik yang mulia, terima kasih."
Putri Xiu Ying mengangguk, lalu keluar dari restoran itu dan kembali ke istananya.
...----------------...
Di dalam kamar pangeran Rong, Xiao Bo dan Xiao Li berdiri setelah mereka melaporkan semua yang telah pangeran perintahkan kepada mereka.
"Jadi, sekarang kedua negara itu mundur dengan sendirinya?" Ucap pangeran Rong dengan.
"Benar yang mulia, tetapi ada beberapa orang yang sepertinya masih tidak menerima keputusan yang mulia." Ucap Xiao Li.
"Biarkan saja, jika mereka masih bersikeras maka aku sendiri yang akan melawannya."
"Baik yang mulia."
"Lalu bagaimana dengan negara Yu?"
"Kami masih mengintai mereka yang mulia, karena kami tahu jika putri dari negara itu memiliki perasaan terhadap yang mulia. Dan pasti akan menimbulkan percikan kecil."
"Aku akan menikahi seorang wanita yang mereka tahu adalah wanita biasa, tetapi mereka pasti akan diam jika mengetahui siapa sebenarnya wanita yang akan aku nikahi."
"Jika seperti itu, kenapa yang mulia tidak mengatakannya kepada mereka? Agar mereka tidak berulah lagi." Ucap Xiao Bo.
"Tidak, aku akan memberitahu mereka setelah pernikahan ku dengan dia selesai. Aku tidak mau orang-orang itu mendatangi keluarga besar Xia untuk mempengaruhi mereka."
Xiao Bi dan Xiao Li mengangguk bersamaan.
"Kalian terus awasi mereka, aku ingin dua bulan ini mereka tidak melakukan pergerakan yang berarti. Sebentar lagi putri Xiu Ying akan menikah, dan aku tidak mau ada kekacauan di negara ini." Ucap pangeran Rong.
"Baik yang mulia, kami akan melakukan yang terbaik agar mereka tidak bisa bergerak di dalam negara Chao kita ini."
"Iya."
Xiao Bo dan Xiao Li pergi dari istana pangeran Rong setelah memberi hormat.
"Putri dari negara Yu itu, sepertinya aku harus lebih berhati-hati padanya." Ucap pangeran Rong.