Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #60


Sore itu nyonya Xia menemani Ming Yu yang masih tidak sadarkan diri, sebab tuan dan nyonya Xiao tengah berbicara dengan pangeran Rong dan juga Lin Yao di aula paviliun.


"Apa! Mereka bertiga yang telah meracuni Ming Yu?" Ucap tuan Xiao dengan terkejut, setelah pangeran Rong menceritakan siapa yang telah meracuni tuan muda Xiao.


"Benar tuan Xiao, salah satu pengawal pribadiku telah mencaritahu hal ini selama dua hari. Dan dia mengatakan semuanya, karena itu aku membicarakan hal ini dengan anda."


"Mereka tidak bisa di maafkan."


"Aku mengerti, mereka tidak akan begitu takut jika kaisar yang menangani hal ini, karena itu aku ingin bekerjasama dengan tuan Xiao untuk membalas mereka."


"Baik, saya mengerti. Terima kasih untuk bantuan yang mulia pangeran Rong."


"Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai salah satu anggota kerajaan, aku tidak ingin melihat rakyat negara Chao ini saling bermusuhan dan membunuh. Meskipun mereka dari kalangan bangsawan."


Tuan dan nyonya Xiao mengangguk.


"Apakah yang mulia sudah mengetahui siapa yang memberikan racun itu kepada mereka?" Ucap Lin Yao yang sejak tadi hanya menyimak.


"Belum, saat ini dia masih memcaritahu siapa orang itu."


Lin Yao mengangguk.


"Baiklah, saya harus membicarakan hal ini dengan keluarga besar Xiao. Mereka pasti tahu dari keluarga bangsawan mana ketiga orang itu." Ucap tuan Xiao.


"Baik, jika anda memerlukan bantuan, anda bisa mengatakannya padaku."


"Baik, terima kaaih yang mulia."


Tuan dan nyonya Xiao memberi hormat pada pangeran Rong, setelah itu mereka keluar dari aula paviliun.


Melihat tuan dan nyonya Xiao telah keluar, pangeran Rong menatap Lin Yao.


"Yang mulia pasti ingin menanyakan kepada saya perihal racun yang ada pada tubuh kak Ming Yu." Ucap Lin Yao yang telah menyadari hal itu.


"Benar, jadi beritahu padaku. Bagaimana kau bisa mengetahui racun yang langka dan mematikan itu, Lin'er."


"Sebenarnya, racun itu sangat mudah di buat, yang mulia. Jika orang yang tidak mengetahui tentang racun, pasti akan mengira jika racun itu sulit di temukan karena sulit di buat. Namun pada kenyataannya sangat mudah, bahkan semua bahan untuk membuatnya ada di dalam toko obat saya."


Pangeran Rong sedikit terkejut mendengar penjelasan Lin Yao.


"Lalu, apa kau bisa membuatnya?"


"Yang mulia, anda pasti masih ingat jika saya pernah membuat racun ketika negara ini berperang dengan negara Yu."


"Benar, aku masih mengingatnya."


"Sebenarnya membuat racun itu lebih sulit, di bandingkan dengan racun bunga malam yang ada pada tubuh kak Ming Yu. Bahkan racun yang saya buat tidak bisa di obati oleh orang lain, selain oleh saya sendiri."


"Jadi yang kau katakan, racun yang kau buat saat berperang waktu itu. Adalah racun yang lebih berbahaya dan mematikan?"


"Benar yang mulia, meskipun racun bunga malam juga merupakan racun yang berbahaya. Tetapi racun yang saya buat 10 kali lipat lebih berbahaya."


Pangeran Rong hanya bisa mengangguk.


"Lalu permaisuri ku, apalagi yang tidak aku ketahui tentang mu? Aku ingin kau menceritakan semuanya padaku." Ucap pangeran Rong.


"Yang mulia, bukankah anda telah banyak mengetahui tentang saya? Tetapi saya hanya mengetahui jika anda adalah seorang dewa perang, yang memiliki sifat begitu dingin dan pendendam."


Pangeran Rong tersenyum, "Jadi, apakah kau ingin mengetahui bagaimana diriku?"


Pangeran Rong mengangguk.


"Selama ini hidup ku selalu berada di medan perang, aku tahu apapun tentang berita yang beredar di ibu kota. Walaupun aku sangat jarang kembali ke istana, dan aku juga mendengar dari putra mahkota dan pangeran ke 3, jika tidak sedikit dari perdana yang ingin menikahkan putri mereka padaku."


"Lalu, kenapa yang mulia tidak menikah dengan salah satu dari anak para perdana menteri itu?"


Pangeran Rong menatap Lin Yao dan meraih tangannya.


"Permaisuri, aku mencari seorang wanita yang mampu berdiri di sampingku. Tidak membuat dirinya menjadi sombong setelah menikah denganku, dan juga memiliki sifat yang baik dan rendah hati."


Lin Yao terdiam.


"Karena itu, aku tidak peduli dengan apa yang telah orang-orang katakan tentangmu. Karena aku yang memilih mu, dan yakin jika kau mampu berdiri bersama ku, menjalani kehidupan ini bersama ku dengan penuh keyakinan dan juga kerendahan hati. Liu Lin Yao, kau adalah wanita yang aku cari."


Lin Yao mengangguk, "Terima kasih yang mulia."


Pangeran Rong menatap Lin Yao dengan lekat, seolah dia ingin segera memiliki wanita yang telah membuatnya mengatakan sedikit banyak tentang dirinya itu.


"Maafkan saya, karena yang mulia harus di sibukan dengan permasalahan ini, di tengah kesibukan yang mulia menyiapkan pernikahan kita."


"Tidak, kau tidak perlu meminta maaf. Ini semua di luar dugaan kita, dan aku juga sudah mengatakan jika tuan muda Xiao merupakan kakak iparku kelak. Karena dia telah menganggap mu sebagai adiknya."


Lin Yao mengangguk, "Terima kasih yang mulia."


Pangeran Rong tersenyum pada Lin Yao.


...----------------...


Braaaaak!


"Kurang4jar! Wanita itu berani sekali melakukan itu padamu dan membawa Xiao Ming Yu yang sebentar lagi mati." Ucap salah satu laki-laki bangsawan, di dalam salah satu ruangan yang ada di rumah saat Lin Yao mengobati tuan muda Xiao.


"Aku juga tidak menyangka jika dia memang seorang wanita yang sangat pintar dalam ilmu pengobatan, aku mengira dia hanya akan bisa membuat kak Ming sadar, namun tidak bisa menyelamatkannya. Jadi kita bisa membuat wanita itu sebagai kambing hitam."


"Dasar bod0h! Kau sudah mendengar jika wanita itu sangat berbakat dan pintar dalam pengobatan. Seharusnya kau tidak mendatanginya dan membawa dia kemari."


"Maaf, aku tidak tahu jika akan seperti ini."


"Sudahlah, kita harus membawa wanita itu kesini dan membuatnya bungkam." Ucap laki-laki bangsawan lainnya.


"Benar, aku akan meminta seseorang untuk mendatangi toko obat milik wanita itu dan memaksanya kesini."


Kedua anak keluarga bangsawan lainnya mengangguk, mereka tidak percaya jika wanita yang telah menyelamatkan tuan muda Xiao akan selamat dari genggaman tangan mereka.


Namun mereka tidak menyadari, jika tindakan mereka akan membuat hidup mereka di ambang kematian. Karena telah menyentuh batas kesabaran seorang dewa perang negara Chao itu.


"Aku akan memerintahkan anak buah ku untuk melakukan hal itu, dan kau. Temui orang yang memberimu racun itu, minta racun yang sama padanya untuk melumpuhkan wanita itu."


"Baik."


Ketiga anak bangsawan itu lalu keluar dari rumah dimana tuan muda Xiao di selamatkan oleh Lin Yao.


Xiao Li yang melihat dan mendengar apa yang mereka rencanakan, dari balik pohon yang berada di samping kamar itu mengangguk.


"Aku akan mengikuti kemana wanita itu pergi, untuk mencari tahu orang yang telah memberinya racun. Setelah itu aku akan kembali untuk melaporkan semuanya pada yang mulia pangeran Rong." Ucap Xiao Li pelan.


Xiao Li segera pergi dari pohon itu untuk mengikuti kemana wanita bangsawan pergi.