
Lin Yao berdiri dan berjalan keluar dari kamar itu menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Sejak kemarin Lin Yao telah menyiapkan sesuatu yang akan dia berikan pada pembuat racun itu, karena dia ingin menguji sang pembuat racun itu.
"Jika dia mengetahui apa yang aku berikan padanya nanti, maka kemungkinan dia mempelajari kitab racun dewa yang pernah aku pelajari dulu." Ucap Lin Yao saat mengambil sebuah botol keramik kecil dari dalam lemarinya.
Setelah mengambil botol kecil itu, Lin Yao mengambil pakaian lalu mengganti pakaian yang saat ini dia kenakan dengan pakaian pria yang dia miliki.
"Aku pasti akan menemukan jenis jamur yang sangat langka itu." Ucap Lin Yao lagi.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Lin Yao keluar dari kamarnya dan berjalan keluar paviliun.
"Aku mengira kau belum selesai, dan baru saja aku akan masuk ke dalam." Ucap pangeran Rong yang sudah berada di depan paviliun.
"Mari kita berangkat sekarang, yang mulia. Saya khawatir orang itu akan melarikan diri setelah dia mendengar jika kak Ming Yu telah saya selamatkan."
"Kau benar, naiklah kuda ini."
"Baik terima kasih, yang mulia. Tetapi dimana paman Xiao?"
"Tuan Xiao akan melakukan bagian rencananya bersama Xiao Bo, sesuai dengan apa yang telah aku dan dia sepakati."
Lin Yao mengangguk, lalu menaiki kuda yang di bawa oleh salah satu pengawal istana.
Bersama dengan pangeran Rong dan Xiao Li, Lin Yao berangkat ke tempay dimana orang yang telah membuat racun bunga malam itu berada.
Tempat itu berada di balik bukit, dan cukup tersembunyi. Jadi mereka harus menggunakan kuda kesana.
"Lin'er, apa kau membawa hadiah yang kau katakan padaku untuk orang itu?" Ucap pangeran Rong yang menaiki kudanya di samping Lin Yao.
"Benar, yang mulia. Saya harap dia mengetahui jenis hadiah yang sauy berikan padanya ini."
Pangeran Rong mengangguk, mereka bertiga pun semakin cepat menaiki kuda mereka.
Setelah melewati desa kecil, mereka berbelok dan memasuki wilayah hutan yang tidak jauh dari desa itu.
Sekitar 10 menit mereka memasuki hutan itu, mereka turun dari kuda dan berjalan perlahan karena rumah pembuat racun itu tidak jauh dari tempat mereka berada.
Setelah mengikat kuda yang mereka naiki, mereka bersembunyi di balik semak dan menatap sebuah rumah kayu yang tidak begitu besar.
"Yang mulia, apa kita akan menyerang sekarang?" Ucap Xiao Li.
"Tunggu, jangan gegabah. Kita perlu memancing dia keluar dari rumah itu."
"Yang mulia benar, dia adalah orang yang bisa membuat racun. Kemungkinan setelah dia tahu, jika racun bunga malam yang dia buat telah berhasil di temukan penawarnya, tentu dia telah bersiap."
Xiao Li mengangguk mengerti.
"Yang mulia, tuan Xiao Li. Ini adalah obat untuk segala jenis racun. Setelah kita meminumnya, kita tidak akan keracunan saat dia menggunakan racun kepada kita."
Lin Yao memberikan masing-masing satu butir obat segala racun dari Lin Yao itu.
"Baik, setelah ini kita berpencar. Untuk mengecohnya." Ucap pangeran Rong.
Lin Yao dan Xiao Li mengangguk.
Ketiga orang itu kemudian menelan obat segala racun, dan mulai berpencar untuk memancing pembuat racun itu keluar dari rumahnya.
Setelah mereka berada di tempat mereka masing-masing, pangeran Rong menganggukan kepalanya pada Xiao Li di balik semak.
Syuuuuuut
Sebuah pisau kecil Xiao Li lesatkan ke dalam rumah itu lewat jendela yang terbuka.
Tidak ada reaksi dari dalam rumah itu, setelah Xiao Li melesatkan pisau kecil ke arah rumah itu.
Pangeran Rong melesatkan pisau kecil ke arah rumah itu juga, dan lagi tidak ada reaksi dari pemilik rumah.
Lin Yao menatap rumah itu secara seksama, kemudian dia mengambil sesuatu dari dalam kantong yang dia bawa.
"Kau tidak mau keluar, maka aku akan memaksamu keluar dari sana. Beraninya membuat racun untuk membunuh kakak ku! " Ucap Lin Yao.
Dengan menggunakan ketapel yang Lin Yao bawa secara diam-diam, dia membidik rumah itu dan melesatkan apa yang dia letakan pada kepala ketapel itu.
Braaaaak!
"Uhuk, uhuk, uhuk, uhuk..."
Sesaat setelah Lin Yao melesatkan sesuatu ke dalam rumah itu, pemilik rumah keluar dengan segera sambil terbatuk-batuk.
Melihat caranya berhasil, Lin Yao tersenyum puas. Dia menoleh ke arah pangeran Rong dan mengangguk.
"Uhuk, uhuk, uhuk.... Kurang4jar! Siapa yang sudah melemparkan benda itu ke dalam rumah ku, beraninya. Keluar kau!" Seru seorang laki-laki yang tadi keluar dari rumah itu.
Sraaaak
Sraaaak
Sraaaak
Pangeran Rong, Lin Yao dan juga Xiao Li berjalan mendekati laki-laki yang tengah batuk-batuk itu, dan menahan dadanya yang sesak karena benda yang Lin Yao lemparkan ke dalam rumahnya.
Melihat 3 orang berdiri tidak jauh darinya, laki-laki itu menatap mereka dengan kesal.
"Kurang4jar! Beraninya kalian melakukan ini padaku. Uhuk, uhuk." Ucap laki-laki itu.
"Jadi kau yang telah membuat dan memberikan racun bunga malam pada salah seorang anak bangsawan itu?" Ucap pangeran Rong.
Kedua mata laki-laki itu membulat, dia tidak percaya jika orang yang telah melumpuhkan racun yang dia buat sudah menemukan dimana dia berada.
"Si.... Siapa kalian, dan racun itu.... Itu adalah racun yang sulit di buat, bagaimana kau....."
"Bunga lili kering, cang er zi, jahe muda kering, dan kelopak bunga Yi. Itu semua adalah bahan-bahan utama untuk membuat racun bunga malam. Bukankah semua bahan itu mudah di dapatkan, tuan?" Ucap Lin Yao.
Laki-laki itu mundur beberapa langkah, saat mendengar Lin Yao mengatakan semua bahan-bahan untuk membuat racun bunga malam itu.
"Kau.... Kau, bagaimana bisa kau mengetahui bahan-bahan itu?"
"Tuan, racun itu sangat mudah di buat jika tahu resep dan cara pembuatannya dengan benar. Kau pasti sudah berusaha dengan keras untuk membuat racun itu, sehingga berkata jika racun itu sangat sulit di buat."
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya, saat ini di depannya berdiri seorang wanita yang usianya jauh lebih muda darinya, namun mengetahui bahan dan cara membuat racun bunga malam.
Sementara dirinya harus mempelajari jenis racun itu selama lebih dari 5 bulan, dan mengalami banyak kegagalan saat membuatnya.
"Kau... Apa kau yang telah membuat penawar racun bunga malam yang aku buat?" Ucap laki-laki itu yang masih tidak percaya.
Lin Yao mengangguk, "Benar. Racun bunga malam yang kau buat belum sempurna. Karena itu, meski sudah dua hari racun itu berada dalam tubuh manusia, racun itu belum menyebar ke tangan atau anggota tubuh yang lainnya."
Lagi laki-laki itu di buat terkejut oleh wanita muda di depannya.
"Itu tidak mungkin! Aku sudah berkali-kali mencoba. Dan racun yang aku buat itu sudah sempurna. Kau jangan coba untuk membod0hi ku!"
Lin Yao hanya diam melihat laki-laki itu.
"Uhuk, uhuk. Uhuk, uhuk."
Lin Yao menatap Xiao Li, "Tuan Xiao Li, bisakah anda membantu saya memegangi laki-laki itu?"
"Baik permaisuri."
Lin Yao sedikit terkejut mendengar Xiao Li memanggilnya dengan sebutan permaisuri. Namun dia kembali seperti biasa, karena dia berpikir jika dia melarangnya akan sia-sia.