Princess Of 100 Talents

Princess Of 100 Talents
Bab #118


Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, keluarga Xiao selalu mengawasi gerak gerik dari keluarga Xia. Mereka tentu tidak akan membiarkan terjadi sesuatu terhadap permaisuri An dan bayi yang berada di dalam perutnya.


Begitu juga dengan pangeran Rong, di dalam istana dia menambah jumlah pelayan dan pengawal istana. Karena dia tidak mau ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam istananya.


"Yang mulia, anda tidak perlu melakukan itu semua. Saya yakin mereka tidak akan lagi berani untuk melakukan hal yang akan membuat keluarga Xia hancur." Ucap permaisuri An.


"Meski demikian, aku hanya akan tenang setelah melakukannya. Mereka sungguh telah berani berbuat seperti itu padamu."


Permaisuri An tersenyum, "Apakah kau lupa jika aku telah melakukan sesuatu di istana ini, yang mulia?"


Pangeran Rong menatap permaisuri An.


"Sepertinya anda sudah melupakannya." Ucap permaisuri An lagi.


"Apakah yang kau maksudkan adalah...."


Permaisuri An mengangguk, "Benar, walaupun seseorang telah menyelinap ke dalam istana ini. Mereka tidak akan pernah bisa melakukan apapun terhadap saya dan anak yang ada di dalam perut saya."


"Apakah hanya dengan itu, kau yakin bisa melindungi dirimu sendiri di dalam istana ini, Lin'er?" Ucap pangeran Rong.


"Iya, saya bisa melakukannya. Karena saya sendiri yang membuatnya."


Pangeran Rong duduk di samping permaisuri An, lalu menggenggam tangannya.


"Setelah keluarga Xia datang kemari, aku benar-benar merasa sangat mengkhawatirkan mu. Sebagai keluarga bangsawan, mereka sungguh sangat berani melakukan hal itu padamu." Ucap pangeran Rong.


"Itu karena mereka merasa, jika ayah kaisar maupun anggota kerajaan lainnya tidak akan bisa menyentuh mereka, namun mereka tidak tahu jika yang mereka lakukan akan merugikan diri mereka sendiri."


"Kau benar, selama ini mereka menganggap kerajaan ini di bawah mereka. Jadi mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau."


"Karena itu, saya berkata kepada keluarga Xia, jika mereka masih ingin melakukan hal itu terhadap saya. Maka saya benar-benar tidak akan bisa memaafkan mereka."


"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi."


Permaisuri An mengangguk seraya tersenyum.


...----------------...


"Yang mulia, apakah yang anda katakan benar? Keluarga Xia berani melakukan itu terhadap permaisuri An?" Ucap putri Xiu Ying dengan terkejut pada pangeran He Xuan Li.


"Benar, aku mendengarnya dari pangeran ke 3. Karena saat itu dia juga berada disana."


"Keluarga bangsawan itu sungguh keterlaluan, bagaimana bisa mereka memberikan hadiah yang seperti itu pada keluarga kerajaan?"


"Saat ini pangeran Rong telah menambah pelayan dan pengawal, di dalam istananya."


"Apakah itu untuk melindungi permaisuri An?"


Pangeran He Xuan Li mengangguk, "Kemungkinan seperti itu."


Putri Xiu Ying sangat tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti itu di dalam istana. Dan itu di lakukan oleh keluarga bangsawan, yang cukup di segani di negara itu.


"Yang mulia, saya ingin menemui permaisuri An sekarang." Ucap putri Xiu Ying.


"Tubuhmu baru saja pulih, lebih baik kau menunggu hingga keadaan mu jauh lebih baik lagi."


"Tidak, yang mulia. Saya ingin bertemu dengan permaisuri An."


"Kakak ipar, anda baru saja pulih dan tenaga anda belum sepenuhnya kembali." Ucap permaisuri An yang datang bersama pangeran Rong.


"Permaisuri An." Ucap putri Xiu Ying.


Permaisuri An tersenyum, lalu berjalan menghampiri putri Xiu Ying.


"Bagaimana keadaan kakak ipar, apakah perut anda masih terasa sakit?" Ucap permaisuri An.


"Aku sudah merasa jauh lebih baik."


"Baguslah jika begitu."


"Permaisuri An, apakah kau baik-baik saja?"


"Iya, saya baik-baik saja. Pangeran Rong telah menjaga saya dengan sangat baik."


"Dia memang harus melakukan hal itu padamu."


"Jadi saya mohon, anda jangan khawatir lagi kepada saya."


"Permaisuri An, apa yang mereka ingin berikan kepadamu adalah sebuah barang yang tidak di berikan oleh mereka."


"Saya mengerti, saya akan lebih berhati-hati lagi."


Putri Xiu Ying mengangguk, "Iya. Aku mendengar jika kau menambah jumlah pelayan dan pengawal di dalam istana kalian."


"Itu benar, hanya untuk berjaga-jaga. Dan juga melakukan sesuatu." Ucap pangeran Rong.


"Iya, saya juga berharap demikian." Ucap permaisuri An.


"Benar, ayah kaisar berencana untuk mengadakan pesta di dalam istana. Ayah kaisar berkata, jika pesta itu untuk merayakan kehamilan permaisuri An." Ucap pangeran He Xuan Li.


"Apakah tidak apa-apa melakukannya di saat seperti ini?" Ucap putri Xiu Ying.


"Tidak apa-apa, ayah kaisar juga pasti memiliki rencana. Sehingga beliau melakukannya." Ucap permaisuri An.


"Benar, dan aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian saat pesta itu berlangsung." Ucap pangeran Rong.


"Baik, saya mengerti."


Putri Xiu Ying merasa lega dan bahagia, karena melihat permaisuri An baik-baik saja.


"Apakah kakak ipar masih memakan bubur biji bunga teratai?" Ucap permaisuri An pada putri Xiu Ying.


"Iya, aku masih memakannya."


"Lakukan hingga besok. Setelah itu, kakak ipar harus lebih banyak meminum sup waisan kering."


"Bukan itu untuk obat setelah seseorang melahirkan?"


"Benar, tetapi itu juga sangat baik untuk perut kakak ipar saat ini."


"Baik, aku akan melakukannya."


"Rebus 10 waisan kering dengan madu dan sedikit jahe, selama 20 menit. Dan minum sup itu saat sudah hangat."


"Baik, aku mengerti. Aku akan mengatakannya pada pelayan ku, agar dia bisa menyiapkannya."


"Iya, kakak ipar."


"Aku rasa, kau adalah seorang tabib terbaik. Kau sangat mengerti keadaan perutku dan aoa yang harus aku perbuat."


"Saya hanya mengatakan yang saya ketahui saja, dan juga beberapa hari ini saya telah membaca lebih banyak buku pengobatan, jadi saya bisa mengetahui hal itu."


"Kau sungguh wanita yang berbakat, bahkan aku sangat iri dengan semua bakat yang kau miliki."


"Kakak ipar, anda tidak boleh berkata demikian. Anda juga memiliki banyak bakat, bahkan lebih hebat dari saya."


"Tetapi tetap saja, kau lebih berbakat dariku."


Permaisuri An hanya bisa tersenyum mendengar semua pujian dari putri Xiu Ying terhadapnya.


"Hari sudah semakin gelap, dan musim dingin kali ini sepertinya akan datang lebih awal. Jadi sebaliknya kita kembali, dan berdiam di dalam kamar." Ucap pangeran Rong.


"Kau benar. Kalian kembali saja, saat ini permaisuri An sedang hamil, jadi harus lebih menjaga diri."


"Baik, kakak ipar."


"Aku akan mengunjungi mu saat tubuhku sudah sepenuhnya pulih."


"Baik, kakak ipar bisa mengunjungi saya kapanpun kakak ipar inginkan."


"Baguslah. Li, kau harus menjaga permaisuri An lebih baik lagi."


"Baik, aku mengerti kakak."


Putri Xiu Ying mengangguk.


Pangeran Rong dan permaisuri An keluar dari kamar putri Xiu Ying, lalu berjalan menuju istananya.


"Aku akan meminta koki istana membuatkan makanan dan sup untukmu." Ucap pangeran Rong.


"Bisakah saya memakan daging ayam dengan bumbu wijen, yang beberapa hari lalu di buay oleh koki istana?"


"Tentu saja, kau bisa meminta apapun. Selama itu baik untuk mu dan anak kita."


Permaisuri An mengangguk seraya tersenyum.


Mereka pun terus berjalan melewati taman istana, dan menuju istana pangeran Rong.


"Aku telah meminta Feng Ying pergi ke penjahit, untuk membuatkan beberapa pakaian. Sebentar lagi perut mu pasti akan membesar, dan akan sulit jika kita membuatnya secara tiba-tiba." Ucap pangeran Rong.


"Iya, saya mengerti. Terima kasih."


"Mulai besok, kau harus memakai mantel mu. Karena udara sudah mulai dingin."


"Baik yang mulia."


Permaisuri An tersenyum mendapatkan perhatian yang seperti itu dari pangeran Rong. Walaupun mereka menikah tanpa mengetahui bagaimana sifat mereka masing-masing. Namun mereka masih bisa saling mengerti dan melindungi.