Pelangi Berselimut Awan

Pelangi Berselimut Awan
Untung Dokter!


Priska duduk menunggu di depan ruangan IGD. Di dalam sana, Pelangi yang belum sadarkan diri sedang ditangani seorang dokter.


Wanita itu merogoh tas milik Pelangi dan mengeluarkan sebuah ponsel. Baru saja menyalakan layar, sudah disambut dengan gambar sepasang suami istri yang baginya cukup mesra.


Jangan cemburu, Priska! Mereka suami istri.


Pemilik rambut menyerupai warna madu itu menarik napas dalam. Beruntung ponsel di tangannya tidak menggunakan kata sandi, sehingga ia dapat membuka kunci layar untuk segera menghubungi Awan.


Jari jempolnya bergerak naik turun pada layar, hingga menemukan nama kontak bertuliskan Hubby yang diyakini Priska adalah Awan. Sedikit ragu, ia lantas menekan simbol hijau dan mendekatkan pada telinga.


"Assalamu'alaikum, Hunny! Kamu di mana?" Sapaan lembut dengan panggilan mesra itu membuat Priska menarik napas dalam demi mengurangi sesak dalam dadanya.


Ia masih ingat beberapa waktu lalu ketika mereka masih berstatus sepasang kekasih. Awan bukanlah tipe pria yang bisa bersikap romantis atau berbicara dengan nada lembut. Tetapi kini, saat dengan Pelangi ia menjelma menjadi pribadi yang berbeda, dan tentunya lebih baik.


"Sayang?" ucapnya lagi, saat tak mendengar sahutan dari sana.


"Wa'alaikumsalam. Awan, ini aku, Priska." Akhirnya ia menjawab, setelah beberapa saat terdiam.


"Kamu? Kenapa hapenya Pelangi ada sama kamu?"


"Aku mau ngasih tahu, sekarang Pelangi ada di Rumah Sakit Cipta Harapan. Tadi dia pingsan dan ...."


"Apa, Pelangi pingsan?" Belum sempat Priska menyelesaikan kalimatnya, sudah dipotong lebih dulu oleh Awan. Bahkan Awan terdengar sangat panik. "Apa yang terjadi?"


"Aku juga tidak tahu. Kami hanya makan siang bersama, dan tiba-tiba ..."


Tut ... Tut ....


Panggilan terputus. Ponsel yang masih menempel dengan daun telinga Priska terjatuh begitu saja di pangkuannya.


"Bagaimana kalau Awan berpikir aku menjahati istrinya lagi?"


....


Awan terburu-buru meninggalkan gedung kantor setelah mendapat kabar dari Priska. Tak butuh waktu lama baginya untuk tiba di rumah sakit, karena jarak kantor dan rumah sakit tempat Priska membawa Pelangi cukup dekat.


Pria itu berjalan cepat memasuki gedung rumah sakit. Bertanya kepada seorang petugas di ruang informasi dengan panik.


"Istri saya dirawat di mana, Sus?"


"Maaf, istri Bapak namanya siapa?"


"Pelangi Faranisa!"


"Sebentar saya cek dulu!"


Wanita itu terfokus menatap layar komputer di hadapannya. Awan tampak tak sabar menunggu informasi tentang keberadaan istrinya. Sesekali pandangannya berkeliling dengan gelisah.


"Pasien atas nama Pelangi Faranisa saat ini masih di ruang IGD Maternal, Pak. Di sebelah sana." Ia menunjuk ke suatu arah, membuat Awan mengambil langkah seribu.


Awan mempercepat langkah ketika dari jarak yang tak begitu jauh melihat seorang wanita yang dapat ia kenali adalah Priska, duduk seorang diri.


"Pris, di mana Pelangi?" tanya Awan panik.


Priska langsung bangkit dari duduknya. "Pelangi masih di dalam," jawabnya menunjuk pintu kaca di hadapannya.


Tanpa pikir panjang, Awan menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Mencari keberadaan istrinya di balik setiap tirai yang ia lewati. Hingga tiba pada tirai ujung, ia meneliti sosok yang tengah terbaring di sana.


"Tunggu, dokternya cowok?"


Mata Awan menyala memancarkan kecemburuan. Tangannya menyibak tirai dan menerobos masuk.


"Sayang!" Tanpa memerdulikan sang dokter, ia menghampiri istrinya, menciumi kening dan berusaha membangunkan.


"Bapak suami pasien?" tanya sang dokter dengan ramah.


Awan menatap pria yang tengah memegangi tangan Pelangi. Menarik napas dalam demi mengurai rasa cemburu yang berkuasa.


Untung dokter, kalau bukan udah gue bogem dari tadi! Namun, umpatan itu hanya ia teriakkan dalam hati. "Istri saya kenapa, Dokter?"


"Tidak apa-apa. Hanya pengaruh kehamilan. Pada trimester pertama hormon ibu hamil memang mengalami lonjakan yang cukup drastis, yang membuat kadang mual, pusing, kelelahan, bahkan sampai pingsan," jelas dokter dengan senyum ramah itu.


Membuat Awan membeku di tempat!


...........