Pelangi Berselimut Awan

Pelangi Berselimut Awan
SUAMI BOHONGAN


Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.


Halo teman-teman.


Tidak terasa Pelangi Berselimut Awan sudah masuk episode episode akhir. Tenang, masih akan ada Extra part.


Aku mau voting donk, ada yang setuju gak kalau dilanjutkan dengan kisah Zidan? Tapi aku lagi galau mau lanjut di buku baru atau di sini aja. Pengennya sih di sini, biar gak perlu buat buku baru lagi. wkwkk


Sekalian iklan dulu ya..... Aku bawa kabar baik untuk yang sudah menunggu Kisah Couple Maha alias Mahardika dan Maharani sejak tahun lalu. hehe


Ini dia.



Judulnya "Suami Bohongan (Ketika Kesucianku Kau Pertanyakan)


heheh gini amat judulnya 🤧🤭


Klik profil dan cari judul itu. Jangan lupa add di favorit ya.


Sinopsis


Demi meredam gosip tentang beredarnya video panas yang melibatkan namanya, Maharani, seorang penyanyi terkenal terpaksa menjerat seorang pria cacat yang merupakan fans-nya sendiri untuk membuat pernikahan settingan.


Mahardika, pria cacat yang tadinya merupakan pengagum rahasia Maharani itu mendadak benci karena turut mengira wanita dalam video tersebut adalah Maharani.


Awalnya, Rani mengira Dika mau menikah dengannya karena iming-iming uang dalam jumlah yang banyak, tanpa diketahui oleh Rani, bahwa Dika memiliki tujuan tersendiri.


"Mari kita menikah! Aku rasa hanya cara itu yang bisa meredam gosip yang beredar." Maharani.


"Jangan gila! Aku tidak sudi menikah dengan barang bekas." Mahardika


....


Elmira Maharani, begitulah namanya diteriakkan. Seorang aktris sekaligus penyanyi cantik berusia 24 tahun yang memiliki suara emas. Malam ini ia kembali menyapa penggemarnya dalam sebuah konser tunggal. 


Sesaat sebelum konser berakhir, seorang gadis kecil naik ke panggung dengan membawa seikat bunga. Rani tersenyum ramah dan memeluk gadis kecil itu, sebelum turun dari panggung. Namun, seketika senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya meredup kala menatap bunga pemberian gadis kecil tadi. 


“Aku mulai muak dengan semua ini!” pekik Rani menghempas kasar buket bunga ke lantai. 


Seorang asistennya yang kerap disapa Gembul menatap penuh tanya. “Kenapa?” 


“Coba lihat itu!” Rani menunjuk bunga-bunga yang telah berserakan. “Kapan orang itu akan berhenti mengikutiku? Tidak hanya di dalam negeri, tapi keluar negeri pun dia masih saja mengikutiku!” 


Selama satu tahun terakhir, seorang fans gelap selalu mengikutinya kemana pun. Mengirim bunga yang jumlahnya selalu sama, sembilan belas tangkai mawar putih dan satu mawar merah akan tersemat di tengahnya.


“Mungkin saja dia benar-benar fansmu. Lagi pula dia hanya memberi bunga, kan?” Gembul mendudukkan Rani di kursi, lalu mulai memijat punggung leher dan lengan. “Tidak usah dipikirkan, yang penting satu tahun ini semua baik-baik saja.” 


Rani masih berusaha mengatur napasnya yang memburu akibat kesal sekaligus penasaran, saat terdengar suara ketukan pintu yang mendesak untuk segera dibuka. 


Seorang pria masuk dengan wajah panik. “Kalian sudah lihat berita di TV, belum?” tanyanya. 


“Berita apa?” tanya Gembul cuek. 


Dengan gerakan cepat, pria yang akrab disapa Jovan itu meraih remote dan mengganti chanel Tv hingga menemukan berita gosip tentang video asusila yang menyeret nama penyanyi ternama itu. 


Mata Rani nyalang menatap tayangan TV. Betapa tidak, wanita dalam video syur berdurasi lima puluh sembilan detik itu sangat mirip dirinya, sedangkan wajah si pria diblur sehingga tak dapat dikenali. 


“Cinderella menunggang kuda?” 


Rani hampir tak percaya membaca judul yang terselip pada berita memalukan itu. Perhatiannya lantas tertuju pada dua sahabatnya yang sedang menatapnya penuh curiga. 


“Kenapa kalian melihatku begitu? Jangan bilang kalian percaya dengan berita itu!” 


“Apa kamu bisa membuktikan bahwa perempuan dalam video itu memang bukan kamu?” cecar Gembul. 


Hembusan napas kasar setengah frustrasi terdengar. “Apa ada bukti kalau itu aku?” hardiknya menantang. 


Tatapan Gembul kembali mengarah pada tayangan berita. “Perempuan itu memang mirip kamu. Warna dan potongan rambut. Ah, satu lagi! Gelang di tangannya.” 


Seketika Rani menatap gelang pemberian mendiang ibunya yang melingkar di pergelangan tangannya. Ya, gelang yang sama dengan yang digunakan wanita dalam video tadi. “Kamu pasti sudah gila!” 


“Kamu yang gila!” balas Gembul. 


“Sudah, jangan bertengkar lagi! Sekarang bukan saatnya menyalahkan Rani,” sambar Jovan memotong pembicaraan dua wanita itu. “Berita ini menjadi trending topik dan sekarang wartawan sedang mengejarmu. Lihat saja di bawah!” 


Rani dan Gembul mengintip melalui jendela. Benar kata Jovan, ada banyak pria dan wanita di bawah sana dengan masing-masing kamera di tangannya. Mata Rani terpejam dengan ekspresi wajah frustrasi. Belum selesai maslah tentang fans gelap yang selalu meneror dengan bunga, sudah dihadapkan dengan masalah yang lebih berat. 


“Ya ampun, kenapa mereka semua ikut-ikutan gila? Wanita di video itu bukan aku!” 


Gembul mendorong bahu Rani hingga wanita itu mundur beberapa langkah. “Oh ya? Kalau memang bukan kamu, buktikan kepada mereka, jangan bisanya cuma menyangkal.” 


Gembul menunjukkan kekecewaan dan kemarahan secara gamblang. Selama ini, dia mati-matian menjaga Rani agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah. Mendiang ibu Rani sudah menitipkan putri semata wayangnya sebelum menghembuskan napas terakhir. Namun, apa yang didapatinya hari ini sangat mengecewakan. 


“Demi Tuhan aku masih perawan!” teriak Rani ketika merasa Gembul terus mencurigai dirinya. 


“Tidak ada yang akan percaya dengan sumpahmu sebelum ada bukti!” tambahnya lagi. 


“Tapi itu memang bukan aku!”


Gembul menghela napas panjang, menikam Rani dengan tatapan tajam. “Benarkah? Lalu Cinderella dari negeri mana yang menunggang kuda dalam video itu?” 


............