Pelangi Berselimut Awan

Pelangi Berselimut Awan
Extra Part - Kamu Akan Kabur, Nggak?


Seperti biasa Pelangi akan melakukan tugasnya sebagai istri dengan hati riang. Hamil muda tak membuat semangatnya surut untuk membahagiakan dan memanjakan suami. Salah satunya adalah dengan masakan.


Bagi Pelangi, melihat Awan menikmati setiap masakan yang ia buat merupakan kebahagiaan tersendiri. Maka dari itu, ia akan senang hati melakukannya. Memupuk tiket ke surga dengan mudah adalah dengan cara menyenangkan suami.


"Selamat pagi, Hunny!" Satu kebiasaan Awan yang tak pernah hilang, yaitu datang dan memeluk sang istri dari belakang saat sedang sibuk di dapur.


"Wah, kamu memang bisa membuat aku takjub," puji Awan kala menatap meja makan. Aneka makanan kesukaannya sudah tersaji. Belum lagi aroma nikmat yang menguar menggelitik indra penciumannya.


Pelangi membalas dengan ulasan bibir, lalu menuang air putih dalam gelas dan menggeser ke hadapan Awan. "Nikmatilah, Hubby."


"Makasih, Hunny." Awan mengedip genit yang dibalas pelangi dengan senyum menggembang. Keduanya duduk saling berdekatan.


Disela menikmati sarapan, Awan beberapa kali mencuri pandang ke Pelangi yang terlihat aduhai. Cantik, no debat. Aktris Song Hye Kyo saja, lewat.


"Kenapa melihatku seperti itu? Apa ada yang aneh?" tanya Pelangi malu-malu. Walau sudah beberapa bulan menikah, tetap saja pipinya otomatis memerah saat Awan menatapnya lama.


"Kalau melihat kamu, aku merasa punya bidadari di rumah ini."


Semakin merah saja pipi Pelangi. Sepertinya Awan punya kebiasaan baru, yaitu menggodanya.


"Sejak kapan kamu suka merayu?"


Mendengar itu tawa Awan pun pecah. Ia cubit pipi Pelangi gemas. "Sejak kamu hamil. Tahu nggak sih, pipi kamu lucu, jadi mirip bakpao."


Awan kembali terkekeh. Kebahagiaannya terasa lengkap. Moodnya pun bagus. Ia optimis bisa menjalani hari yang baik hari ini dan semua itu karena Pelangi.


"Kamu ada rencana kamu hari ini?" tanya Awan sesaat setelah menghabiskan nasi goreng putih kesukaannya, lalu menyeruput secangkir teh manis. Diperhatikannya Pelangi yang masih mengunyah makanan.


"Aku mau akan ke butik bantu-bantu anak-anak. Ada beberapa pesanan yang belum selesai."


"Boleh, tapi jangan sampai lelah. Ibu bilang kehamilan kamu harus dijaga."


"Iya, Hubby ... aku hanya bantu bagian pengemasan," balas Pelangi dengan senyum mengembang. Sikap Awan yang posesif membuat hatinya menghangat.


Selepas sarapan, keduanya meninggalkan rumah. Awan mengantar Pelangi ke butik. Sepanjang perjalanan, ada banyak hal yang mereka bicarakan.


"Bukan masalah besar sih. Dia cuma tidak mau dijodohkan dengan laki-laki pilihan ibunya." Jawaban santai Awan membuat sepasang netra Pelangi membulat.


"Itu namanya masalah besar, Hubby. Apa lagi sampai kabur dari rumah. Tania kan anak gadis. Itu tetap berbahaya."


"Iya juga sih."


"Memangnya kenapa dia menolak dijodohkan?" tanya Pelangi penasaran.


Awan menghembuskan napas panjang. "Katanya nggak suka sama pilihan ibunya. Laki-laki pilihan ibunya itu brandalan, suka bikin onar dan pemabuk. Pokoknya akhlaknya min ..." Ucapan Awan terpotong di udara. Tiba-tiba ia tersadar dengan ucapannya sendiri.


Gue kok kayak lagi nyindir diri sendiri sih?


Awan melirik Pelangi sekilas dan melihat sang istri yang tengah mengatupkan bibirnya. Seperti sedang menahan tawa. "Hunny, boleh aku tanya sesuatu?"


Pelangi mengangguk sebagai jawaban. "Mau tanya apa?"


"Dulu, kalau kamu tahu akan dijodohkan dengan laki-laki seperti aku ... kamu akan kabur dari rumah nggak?"


Pelangi seketika terdiam. Entah harus menjawab apa.


......... ...


Halo teman-teman, apa kabar 🤭


Maaf ya, Extra Part cukup lama. Hehe


Terima kasih sudah bersedia menunggu.


Oh ya, gak usah kasih vote ya, kalau mau vote kasih ke lapak Naomi-Adrian aja.


Doain semoga semua urusan lancar. Supaya bisa update rutin extra part-nya.


Terima kasih 🤗🤗