Pelangi Berselimut Awan

Pelangi Berselimut Awan
Boleh Ajak Keluarga?


Saling terbuka memang sangat penting dalam membina rumah tangga. Seperti Awan dan Pelangi yang meruntuhkan kesalahpahaman setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing.


Selepas makan malam, Awan membaringkan tubuhnya pada sebuah sofa panjang yang terdapat di sudut kamar, sambil memainkan ponsel barunya. Saat itu juga ia mendapat pesan dari Ben, yang mengajaknya untuk menghadiri ulang tahun salah seorang teman lama.


"Nggak deh, istri gue sendirian di rumah."


"Lo ajak aja gabung sama kita, sekalian kenalin."


Sejenak tatapan Awan tertuju kepada Pelangi yang sedang merapikan pakaian di lemari. Melihat kepribadian Pelangi, ia membuang jauh-jauh pikiran untuk mengajak istrinya, sebab wanita itu mungkin akan terkejut melihat betapa bebasnya pergaulan teman-teman suaminya.


"Bisa-bisa dia syok lihat kelakuan lo semua," tolak Awan setengah berbisik. Ia membalikkan tubuhnya membelakangi Pelangi.


"Nggak usah diajak kalau gitu. Lagian nggak ada pesta minuman, kok."


Awan tampak berpikir sejenak. "Ya udah, gue ke sana! Tapi nggak bisa lama-lama, ya."


Awan menutup panggilan, lalu memikirkan bagaimana cara meminta izin dari istrinya.


Saat membalikkan tubuhnya, Awan terpaku memandangi Pelangi yang tampak menggoda dengan gaun malam tipis nan menerawang yang membalut tubuhnya.


Perasaan tadi masih pakai gamis. Sejak kapan dia ganti baju?


"Ehm ... Sayang, boleh tidak aku keluar sebentar ke rumah teman."


Pelangi berdiri di sisi lemari dengan meletakkan tangan di pinggang rampingnya. "Yakin mau keluar?"


"Cuma mau setor muka, habis itu pulang."


Pelangi mendekati suaminya. "Ya sudah, aku ganti baju dulu."


Baru saja Pelangi membelakangi Awan, pria itu sudah menariknya. "Tapi setelah dipikir-pikir ini sudah malam. Mendingan di sini temenin kamu?"


Awan membuka baju kausnya, lalu menarik pelangi ke tempat tidur. Ajakan bersenang-senang dari Ben, ia abaikan begitu saja.


Dari pada keluar ke tempat yang nggak jelas mending gue keluar di sini.


Awan baru memerangkap tubuh istrinya, nada pengingat pesan kembali terdengar. Pria itu meraih ponsel dengan kesal.


"Lo di mana sih? Lama amat!" Isi pesan Ben.


"Gak usah nunggu, lagi indehoy gue!"


Ia mengetikkan sebuah pesan balasan, lalu menonaktifkan ponselnya.


...........


“Aku lagi cari rumah, Sayang.” 


“Rumah?” 


“Iya. Aku mau kita pindah ke rumah baru dan mulai semuanya dari awal.” Awan memeluk pinggang Pelangi dan menariknya hingga jatuh ke pangkuannya. 


“Kenapa harus pindah? Rumah ini kan masih baru.” 


“Aku mau memulai semuanya dari awal bersama kamu, tanpa bayang-bayang masa lalu. Rumah ini bisa kita jual untuk membeli rumah yang baru.” 


Pelangi mengulas senyum tipis. Ia tahu Awan ingin rumah yang baru untuk menghilangkan semua kenangan tentang Priska.


“Coba deh kamu lihat rumahnya. Kamu saja yang pilih sesuai selera kamu.” Awan menunjukkan beberapa gambar rumah yang sudah dipilihnya.


"Terserah Hubby saja."


Pilihan Awan jatuh pada sebuah rumah minimalis dengan taman cukup luas di belakangnya. “Aku mau rumah yang ada taman luasnya seperti ini, supaya anak-anak kita nanti bisa berlarian dengan bebas.” 


Jika membicarakan tentang anak, ia jadi tidak sabar untuk segera memilikinya. Pasti akan sangat menyenangkan jika punya anak yang lucu-lucu.


“Oh ya, besok akhir pekan. Kamu siap-siap, ya.” 


“Siap-siap untuk apa?” 


“Aku mau ajak kamu ke Puncak. Selama menikah, kita kan belum pernah bepergian berdua. Anggap aja sekalian bulan madu.” 


Tentu saja Pelangi sangat senang dengan ajakan itu. Sudah cukup lama ia tidak bepergian untuk liburan. Wanita itu melampiaskan rasa bahagia dengan memeluk suaminya erat. 


“Makasih, Hubby! Apa boleh aku ajak seluruh keluarga kita biar liburannya ramai?” 


Mendadak Awan terlihat lemas. Semua rencana yang sudah tersusun rapi di otaknya bisa berantakan jika seluruh keluarganya ikut.


Gue mau ke sana untuk bikin anak, bukan mau bikin arisan keluarga!


...........


...Terima kasih untuk semua dukungan baik like komen dan hadiah. Big Hug! 🤗🤗🤗...