Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Tak termaafkan


Rhea menyisir pelan rambut nya, pandangannya tertuju pada jendela kamar yang retak. Rhea mengusap retakan itu pelan "apa yang terjadi?" gumamnya.


"kakak cantik!!" Suara Anna yang mengejutkannya.


Rhea membuka pintu mendapati Anna dengan semua barang belanjaan yang dia beli tadi.


Anna meletakan semua barang belanjaannya di kasur Rhea, dia membuka satu persatu. Banyak sekali piyama untuk ibu hamil yang dia beli, baju bayi dengan warna netral, dan banyak lagi kebutuhan untuk Ibu hamil.


Rhea mengernyit heran "semua ini?" Rhea menatap penuh tanya.


Anna mengangguk "semuanya untuk kakak" Anna sibuk mengeluarkan sebuah kotak dalam tas.


"kau tak membeli untuk dirimu?" tanya Rhea tak percaya.


Anna menggeleng "Tara" Anna mengeluarkan beberapa kotak yang berisi gelang dan kalung manik-manik. Anna memasangkan gelang pada Rhea "cantik sekali" Anna terpukau "nah, sisanya untuk dedek ketika lahir" Anna mengusap perut Rhea, tak sabar menanti keponakannya lahir.


"Anna ini berlebihan, kenapa hanya membelikannya untuk ku?, kau tak membeli untuk dirimu?" Rhea sibuk membuka tas-tas belanja lain, tak satupun Anna membeli untuk nya.


Anna tersenyum lebar "duh, hari ini spesial belanja untuk Ibu hamil. lagian kakak hanya menemani ku dan tak mau membeli, jadi aku yang membelikannya untukmu"


Rhea terharu, dia senang Anna Ada bersamanya dan memberinya perhatian kecil "kau" Rhea memeluk Anna lembut. Bukan karena semua barang yang di berikannya, namun kehangatan dari Anna yang mampu membuat Rhea damai.


"ah" Rhea tersentak "lihat kaca jendela retak" tunjuk Rhea.


Anna tampak canggung "aku rasa kaca jendela nya harus diganti" ucapnya. Yeah, itu ulah Anna sendiri yang ingin bermain-main, dia juga tahu bahwa Rhea tak Ada di kamar saat dia meretakkan kaca dengan pelurunya.


"atau seseorang memiliki niat buruk?" ucap datar Rhea.


Anna gelagapan "ah, bukan. pasti karena kaca lama" elak Anna.


Theron masuk ke kamar Rhea, dia mendengar percakapan mereka mengenai kaca yang retak "kaca jendela rumah berkualitas, jika retak seperti itu bertanda Ada yang tengah bermain-main dengan ku" Theron menatap Anna lekat, kedua tangannya terlipat di dada.


Anna membuang muka, wajahnya pucat pasi. Dia memang hanya ingin bermain-main dengan Rhea dan melihat responnya ketika tahu Ada yang mengincarnya, itu saja. Tapi itu awalnya, sekarang dia ingin menjaga Rhea.


Setiap orang yang datang, tak sepenuhnya orang baik. Dia memiliki niat terselubung yang dibungkus dengan epik, dia akan memperlakukanmu dengan baik ketika menyadari dirimu memiliki sesuatu yang menurutnya berharga. Jadi tetap awas pada orang-orang yang datang padamu.


"itu-" Anna tak tahu harus berucap apa.


Tak!!


Pintu rumah tertutup kencang, Theron mengeluarkan Anna dari rumah. Anna termangu di depan pintu, tak menyangka kakak nya sejahat ini mengeluarkan nya dari rumah saat hari mulai malam "hey, kau jahat sekali" pekik Anna lantang.


Anna mengomel panjang lebar, mengetuk pintu beberapa kali. Theron tak peduli, baginya orang yang berani mengusik miliknya sama saja dengan musuh yang mengancamnya.


Rhea tak habis pikir, suaminya menyeret Anna paksa dan membawanya keluar rumah begitu saja "Kenapa kau menyeret Anna?" Rhea tak bisa terima Theron melakukan itu pada Anna.


Theron mendongak menatap Rhea lekat "dia harus merenung atas niatannya itu" ketusnya.


"kau diam lah!!" ucap lantang Theron.


Rhea terdiam, dia menunduk "Kau tak pernah suka melihat ku senang?" Rhea mendongak dengan air mata memenuhi pelupuk mata nya "kau selalu mengambil semua yang berharga untuk ku" pekiknya.


"Bukan seperti itu" Theron tampak frustasi, dia mendekati Rhea.


"lalu apa?, di saat aku mulai memiliki harapan kau seenaknya mengambil nya dariku!!" air mata Rhea terjatuh.


Tatapan Theron tajam, dia mendekatkan wajahnya "jangan membuatku kesal, orang-orang yang masuk ke rumah atas izin ku. jika aku mengusirnya berarti dia bukan orang-orang yang pantas" tekan nya "kembali ke kamar dan malam ini kau jangan tidur ke kamarmu, tidur lah di kamar ku" perintah Theron.


"aku tak mau!!" Rhea bergegas menjauh dari Theron.


Theron menarik lengan Rhea kuat "jangan menolak!!" tukasnya.


"aku tak mau!! lepaskan!!" Rhea menarik paksa lengannya, namun cengkeraman Theron semakin kencang.


Rhea bergidik hebat. Theron tersentak dia melepas pegangannya, tanpa sadar dia bersikap kasar pada Rhea. Istrinya menangis tersengal dengan sikapnya yang kasar "itu" dia sendiri bahkan bingung menjelaskannya seperti apa.


Kaki Rhea lemas, dia terduduk di anak tangga saking takut nya dengan sikap Theron padanya.


Theron jongkok di depan Rhea, dia menatap Rhea dengan rasa bersalah "dengar Rhea aku tak bermaksud jahat, kaca jendela kamarmu retak seperti itu. Bisa saja kaca akan pecah sewaktu tidur dan itu membahayakan mu dan bayi kita, jadi mengerti lah" jelas nya.


Theron berusaha tampak lembut"Jika kau menghawatirkan Anna itu tak perlu. Dia anak nakal yang mudah penasaran terhadap suatu objek. Aku melakukan itu pada Anna karena dia tertarik pada mu. Jika dia begitu tertarik padamu dia tak segan, namun kau tenang dia tak akan seberani itu karena siapapun yang berani mengusik mu Aku yang akan menangani nya"


Rhea mengepal jemarinya "bisakah Aku mempercayaimu, atas semua hal yang telah kau lakukan padaku?" lirihnya, mencengkeram dada kuat.


Theron tersenyum kecil "ku harap kau memberiku sedikit saja kepercayaan" Theron menatap lekat Rhea"Aku tahu kau begitu terluka karena ku, Aku pria jahat yang merenggut masa indah mu. Aku membuatmu menangis di sepanjang hari, kau menjerit dalam benak berusaha menguatkan dan Aku ketakutan atas dosa yang ku perbuat padamu"


Rhea tersenyum, dia terkekeh menatap suaminya "Berhenti dengan omong kosong palsu mu itu!!" Rhea menepis lengan Theron kasar "semua ucapan yang tak berarti itu!!" rasanya kepala Rhea berdenyut hebat, Rhea mencengkeram kepalanya kuat "aku, tak mudah memaafkan" lirihnya dengan air mata yang kian terjatuh deras.


Rhea menatap suaminya yang tampak tulus mengakui kesalahannya itu. Namun, luka dan rasa sakit yang Rhea rasakan jauh lebih besar dari perasaan simpatinya pada Theron saat ini. Rhea menatap Theron pilu, perlahan dia bangkit dari duduknya"tunjukan kamar mu di mana?" ucap Rhea.


Theron menunjuk ke arah kamarnya.


Rhea jauh lebih tak percaya, selama ini kamar Theron berada tepat di sampingnya. Rhea bangun dari duduk nya, dia berjalan ke kamar Theron "kuharap saat masuk kau mengetuknya dengan pelan"


Lengang!!


Situasi menjadi senyap dengan dua pasangan yang semakin renggang.


>>>


Anna mengintip serius dari balik kaca jendela, mengamati pertengkaran sepasang pengantin baru yang tak biasa.