
Orang-orang memandang mereka dengan heran. Tadinya mereka berantem dengan sang istri yang menangis histeris namun berakhir dengan mengecup seperti itu di rumah sakit, itu membuat orang-orang yang melihat membelalak terkejut.
Lagi-lagi Theron tak peduli. Baginya tanggapan dan pikiran orang tentangnya tak penting selagi dia tak mengusik dan merugikan orang lain.
Deg!!!
Deg!!!
Jantung Rhea berdegup kencang, dia menatap Theron yang sembarang mengecup nya. Rhea menyentuh bibir nya pelan, namun dia tak membenci Theron kali ini.
Theron mengacak kasar rambut Rhea. Dia berdiri dengan mengulurkan tangannya.
Rhea mendongak, rasanya dia lega setelah mendengar penjelasan Theron walau cara akhir Theron menjelaskan nya sedikit berbeda dan sedikit brutal.
Rhea menerima uluran tangan Theron.
Theron menggenggam lembut tangan Rhea. Dia sedikit khawatir Rhea akan bergetar hebat dan menjadi semakin takut padanya setelah dia mencium Rhea seperti itu, Theron tak menyangka dia melakukan hal yang dia tahan pada Rhea selama ini. Melihat Rhea yang tenang membuatnya lega.
>>>
Sicilia yang berniat menghampiri Rhea di hentikan oleh Dr. Ayu yang berpapasan dengannya.
Sicilia dan Dr. Ayu saling berhadapan. Dr. Ayu menyentuh pelan pundak Sicilia "tak di sangka aku berjumpa dengan mu Sicilia, sudah lama sekali. Kau sakit apa? hingga kau berada di rumah sakit ini!!" tekan Dr. Ayu.
Sicilia tampak kesal, ada saja yang menganggu dirinya "Wah, Ayu sekarang kau menjadi seorang dokter bukan lagi seorang pembunuh!!" tekan Sicilia "Ini mengejutkanku" Sicilia sok terkejut, dia sendiri tahu bahwa Ayu salah satu dokter disini.
"Haha.." Dr. Ayu tertawa kecil "aku bosan membunuh, jadi aku memilih pekerjaan membantu orang lain" Dr. Ayu dan Sicilia semakin memanas.
"Bukankah kau sibuk mengurusi pasienmu, kenapa kau menahan ku dengan basa-basi tak jelas mu itu" gerutu Sicilia kesal.
"ah, sekarang jam istirahat" Dr. Ayu melirik jam di lengannya "bukankah menyapa kenalan lama itu merupakan etika kesopanan sekalipun memiliki riwayat musuh" bisik Dr. Ayu.
Sicilia menjadi geram, dia hendak meninggalkan Dr. Ayu tak ingin meladeninya yang menganggu pekerjaannya. Namun, Dr. Ayu tak melepas nya begitu saja, dia mencengkeram erat lengan Sicilia.
"aku tahu hadirnya kau disini karena Theron dan kau berniat mengusik istri nya. Pulang lah Sicilia kau hanya akan berakhir buruk jika berjumpa dengan Theron. Kondisi nya buruk dan jika dia tahu kau penyebab istrinya kacau, kali ini kau akan mati!!" Dr. Ayu memprovokasi Sicilia.
"Huh... kau pikir aku akan takut dengan bocah kemarin sore" Sicilia menaiki bahunya acuh dengan ucapan Dr. Ayu "jika aku ingin, Theron mati sedari dulu, kau tahu itu dengan betul!!" bisik sicilia.
Sicilia terkekeh hebat "kau sama saja anak kemarin sore tahu apa kau huh?!" rasanya perut Sicilia tergelitik saking lucunya.
"aku senang melihat Theron perlahan hancur, menderita, dan berakhir tragis untuk apa aku buru-buru membunuh nya. Membunuh nya cepat sama saja menghilangkan objek kesenangan ku. Lagian tuan Kartel sendirilah yang membiarkannya hidup tuk terus menderita" Sicilia menyentuh bibirnya dengan jemarinya. Dia mendekat kan wajahnya di depan Dr. Ayu sembari tersenyum lebar di hadapan nya.
Sicilia mencengkeram erat pundak Dr. Ayu "sebaiknya kau kembali urusi pasien yang tengah menunggu mu. Kau tak usah ikut campur lagi, kau sudah lama tak bergabung tentunya banyak informasi yang tak kau ketahui" tekan Sicilia, tatapan nya begitu tajam. Dia benar-benar memberi ultimatum tegas pada dr. Ayu.
Dr. Ayu melirik jam tangan di lengannya "ah, istirahatku telah usai. Sampai jumpa"
Dr. Ayu mengepal kuat jemarinya. dia kesal pada Sicilia namun ucapan Sicilia tak sepenuhnya salah. Dr. Ayu tersenyum kecil, setidaknya dengan menahan Sicilia dia berhasil mengulur sedikit waktu agar Theron dan Rhea berjumpa. Setelahnya itu akan menjadi tanggungan Theron, dia melihat musuh bebuyutan di depan mata menganggu Theron yang merupakan tuannya dulu, tak mungkin dia pura-pura tak tahu dan mengabaikannya begitu saja.
Sicilia menepuk-nepuk pundak yang di sentuh Dr. Ayu. Dia menatap sinis ke arah punggung Dr. Ayu yang mulai menghilang tak nampak lagi.
Saat Sicilia menoleh ke arah Rhea dia membelalak bergegas bersembunyi dari balik tembok "ah, rupanya aku keduluan lagi" Sicilia tersenyum getir. Hal itu tak membuatnya mengurungkan niat tuk menampakan diri, bersenang-senang dengan menganggu Theron dan juga istrinya.
Sicilia muncul di hadapan Theron dan Rhea "wah.. wah pemandangan indah. Sang suami yang mengejar sang istri tercinta rupanya telah berjumpa. Bagai kisah cinta klasik yang hangat dan membuat siapapun menjadi ikut berbunga-bunga" Sicilia sedikit membungkuk pelan sembari melirik ke arah mereka berdua.
Theron mengabaikannya, dia mencengkeram erat pundak Rhea. Berjalan melewati Sicilia begitu saja.
Rhea menowel pelan pinggang Theron dengan jari telunjuk nya.
Theron menunduk menatap Rhea dengan tetap berjalan tak menghentikan langkah mereka.
Rhea mendekatkan wajahnya, tangan kananya menutupi mulutnya dia berbisik pelan "wanita itu yang mengatakan hal jahat padaku tentangmu tadi"
Theron tersenyum manis, dia dengan lembut menarik pinggang Rhea ke dalam pelukan nya "Tak usah peduli kan orang tua itu. Di umur itu dia lagi lucu-lucunya" ucap Theron.
Sicilia menghentakkan kakinya ke lantai, dia kesal "kau berucap kurang keras. Aku mendengar semua nya!!" gerutunya.
Theron melirik ke arah Sicilia tajam "aku tahu kau tak membawa senjata mu, jangan berisik!!" Theron berucap tak bersuara namun Sicilia dapat mengerti gerak mulut Theron.
Sicilia terdiam sejenak "Yeah.. tak salah" Dia hanya berniat membawa Rhea saja pada awalnya tak berniat menyakiti dirinya. Maka dari itu dia tak membawa senjata nya takut jika dia nanti tak mampu menahan diri untuk menyakiti seorang wanita yang sebenarnya tak tahu apapun dan tak ada sangkut paut nya dalam masalah ini. Sicilia memang memiliki dendam pribadi pada Theron lebih tepat nya Ibu Theron. Namun, mati nya Ibu Theron tak sedikit membuat Sicilia puas dan menurunkan dendamnya pada Theron yang merupakan anak dari Maria Sandra wanita yang amat di benci Sicilia.
Kedatangan Sicilia diawal, Theron mengamati nya dengan seksama. Anehnya kali ini dia tak membawa senjata dalam bentuk apapun. Jadi Theron tak begitu waspada dengan kehadiran Sicilia. Lagian di rumah sakit tempat ramai yang berisi lalu lalang orang-orang, cctv di setiap sudut tak mungkin membuatnya berani bertindak dengan sembrono. Bertindak gegabah sama saja mencari masalah dengan pihak rumah sakit maupun polisi dengan begitu tak mungkin Sicilia dengan bodohnya membuka kartunya dan berurusan dengan pihak berwajib, yang ada dia mencari mati dengan Kartel tuannya yang tak akan pernah mengampuni kebodohan anggotanya.