Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Wanita licik


Rhea berusaha tenang, dia masih sesenggukan. Theron mendekap pundak Rhea sembari mengusap pelan, Theron tersenyum kecil berusaha memperlihatkan kehangatannya. Pandangan orang-orang tertuju pada mereka, Theron melirik ke arah orang-orang yang sibuk penasaran. Tatapan tajam yang di berikan Theron membuat orang-orang mengalihkan pandangannya. Theron dengan pelan menuntut Rhea masuk ke ruangan di mana dokter telah menunggu mereka.


"Halo, selamat datang. Silahkan masuk" Sapa hangat Dokter itu ketika melihat Theron dan sang istri di depan pintu nya.


Dokter itu sibuk membaca laporan map milik suami istri di depannya, sembari sibuk menoreh tulisan di map itu. Tertera susunan nama di meja dr.Ayu Konsita Sp.OG (k-onk).


Theron dan Rhea duduk di kursi berhadapan tepat dengan Dokter Ayu.


Dr. Ayu menatap mereka tak lupa terukir senyuman hangat di bibir nya "Selamat siang tuan Theron dan nyonya Rhea" Dr. Ayu menutup map yang tadi dia baca.


"Selamat siang Dr. Ayu" jawab Theron.


Rhea hanya memberikan senyuman kecil.


"Istrimu sangat cantik" Dr. Ayu sedikit basa-basi melihat Rhea yang tampak engan dan malu.


"Tentu saja" Theron melirik Rhea yang masih terdiam.


"nah, Mari kita periksa" Dr. Ayu beranjak dari duduk nya dia menyibak gorden di dalam sana terdapat kasur fleksibel dan alat-alat untuk pemeriksaan.


Dr. Ayu melirik Rhea dia tersenyum manis sembari memberi syarat agar Rhea tidur telentang di sana.


Rhea melirik Theron, dia engan dan merasa takut.


"Tak apa suami boleh ikut masuk" ucap Dr. Ayu.


Theron menatap Rhea lekat "tak apa" tukasnya. dia menggenggam erat tangan Rhea sembari mengajaknya masuk kedalam.


Rhea tidur telentang di kasur itu, dia tampak canggung.


"saya buka ya" Dr. Ayu menarik pelan baju Rhea hingga perutnya tampak.


Rhea tampak malu "kau jangan lihat" lirih Rhea pada Theron.


"Baik" Theron menutup matanya dengan tangan kirinya, namun terdapat celah di jemarinya.


"kau mengintip" gerutu Rhea.


Theron terkekeh, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Pengantin baru masih malu-malu" ledek Dr. Ayu dia sangat suka melihat pasangan yang hangat.


Dr. Ayu mengoleskan gel khusus di perut Rhea dengan lembut. Gel itu berguna mencegah terjadinya gesekan antara kulit dan transduser. Gel tersebut juga berfungsi untuk memudahkan pengiriman gelombang suara ke dalam tubuh.


Rhea mengernyit sensasi dingin terasa di sekitar perutnya.


Dr. Ayu menggerakkan transduser di bagian perut Rhea. Gerakan ini diperlukan agar gelombang suara yang dikirim mampu memantul kembali dan menghasilkan gambar yang baik.


Selama melakukan USG, dr. Ayu meminta Rhea untuk mengubah posisi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas gambar yang diperoleh. Tampak layar hitam dengan janin yang ukuran badannya kira-kira sudah sebesar buah lengkeng dengan berat sekitar 7 gram dan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 2,54 sentimeter.


"dua bulan lebih dua minggu usia kandungan nya" tukas Dr. Ayu.


"Meski masih termasuk mungil, namun Si Kecil sudah bertumbuh semakin kuat" tambah nya.


Rhea menatap ke layar, dia benar-benar tak percaya makhluk kecil hidup di perutnya. Dia terharu anaknya tumbuh dengan baik di tengah Ibu nya yang kekanakan.


Bisa di lihat bahwa Si Kecil di dalam rahim mulai bergerak-gerak. Pergerakan janin ini menjadi momen yang paling dinantikan setiap orang tua. Rhea dan Theron saling menatap, mereka tersenyum manis tak percaya.


Terkadang hadirnya buah hati mampu mempererat hubungan Ayah dan Ibu. Dr. Ayu ikut senang melihat kebahagian pasutri di hadapan nya.


"nah, Mari kita dengar detak jantung si kecil" Ucap pelan Dr. Ayu berusaha tak merusak suasana haru.


Deg!!!


Deg!!!


Deg!!!


Theron menyeka wajahnya, matanya begitu merah dia menahan tangis dengan kuat nya. Dia tertunduk di hadapan Rhea dengan tangan yang semakin memegang erat tangan Rhea "terimakasih" lirih nya. Perasaan terharu begitu memuncak dalam diri Theron dia begitu senang akan hadir buah hatinya itu.


Rhea menatap pilu ke arah layar, dia bahkan sempat berpikir buruk pada anak nya itu "maaf kan Ibu" lirih nya, air mata Rhea perlahan menetes.


Kebahagian pasutri itu bahkan membuat Dr. Ayu ikut terbawa suasana. Setelah USG selesai, dr. Ayu membersihkan gel yang dioleskan tadi.


Setelah hasil USG diperoleh, dr. Ayu mengevaluasi dan menjelaskan hasilnya kepada mereka. Dr. Ayu juga membuat laporan tentang hasil pemeriksaan USG tersebut.


Kebetulan Theron dan Dr. Ayu adalah teman semasa di bangku sekolah menengah atas dulu. Jadi dia meminta untuk berbicara berdua dengan Theron dan meminta Rhea menunggu sekejap di luar depan ruangan Dr. Ayu.


"Istrimu tampak sangat lelah, apa kau begitu menekannya?!" tukas Dr. Ayu.


"Mungkin" jawab Theron.


"kau tak berubah Theron, aku sedikit khawatir akan kesehatan Istrimu. Dimasa ini dia sangat sensitive jadi sebisa mungkin kau jangan membuatnya stres dan banyak pikiran. Jangan lupa terus dukung dia, beri makanan sehat, istirahat dan olahraga yang cukup" jelas Dr. Ayu.


Saat Sekolah menengah atas Dr. Ayu sempat bergabung dengan Theron di organisasi Oleander namun dia memiliki cita-cita menjadi seorang dokter hebat dan memilih lepas dari Organisasi. Tapi dia masih berhubungan baik dengan rekan di organisasi dan berhubungan baik dengan Theron. Dr. Ayu tahu kabar bahwa Rhea adalah korban, sungguh itu menyayat hatinya.


Rhea menunggu Theron, dia tampak bosan. Seseorang duduk di samping Rhea. Rhea menoleh cepat dia khawatir orang yang duduk di samping nya Ibu yang mengganggunya tadi. Namun orang ini berbeda, rambut pendek dengan kaca mata melekat.


"kenapa anda sendiri disini?!" tanya wanita itu.


"aku tengah menunggu suami ku-" jawab canggung Rhea.


Wanita itu menyeringai "Sicilia Madelin namaku, nona Rhea"


Rhea tersentak "bagaimana kau tahu namaku?!" Rhea terheran.


"Theron Perseus suamimu bukan?!" tanya Sicilia.


"benar" jawab cepat Rhea.


Sicilia menaiki alisnya, dia menoleh menatap Rhea lekat. Dengan begitu erat dia meraih tangan Rhea menggenggam nya kuat "Theron dia pria kejam jika kau tahu, dia seorang pembunuh dingin. Kau pikir sikap yang di tunjukan nya padamu murni karena dia mencintai atau menghargai mu?. Bukan dia melakukan itu karena ada hal yang dia ingin kan darimu dan aku yakin kau tahu akan hal itu!!" Sicilia memprovokasi.


Rhea terdiam, pikirannya menjadi kalut "kau siapa Theron kenapa kau mengatakan hal itu padaku?!"


Sicilia bangkit dari duduknya, dia berjalan pelan meninggalkan Rhea "jangan terlalu percaya pada pria itu dan pembicaraan kita rahasia" wanita itu tersenyum licik menghilang dengan cepat.


"tunggu-. kau belum menjawab ku" ucap lantang Rhea.


Pintu terbuka Theron keluar dari ruangan Dr.Ayu mendapati Rhea yang tengah berucap lantang namun entah dengan siapa.