Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Kemunculannya


Dua, tiga, tidak lebih dari itu orang-orang yang tengah mengintai. Theron berlarian kecil sembari bersembunyi dari balik pot besar dekat dengan pagar rumah, sesekali dia melepaskan tembakan.


Theron mengamati sekitar dengan seksama, terdapat tiga titik yang menjadi tempat persembunyian pengintai itu. Dari pohon besar yang berada di seberang jalan, mungkin sekitar dua orang. Dua orang berada di samping tembok pagar rumah, dan satu lagi tak terdeteksi rasanya satu orang tersebut penembak jarak jauh.


"Sial" umpat Theron menekan pelatuknya, dia berlarian kecil keluar dari rumah. Sebisa mungkin menjauh dari rumah, bahaya jika Rhea terbangun dan keluar karena mendengar suara tembakan.


Theron melirik ke arah dua orang yang bersembunyi di samping tembok rumah, dia melepas tembakan beberapa kali, begitu pun dua orang itu. Suara tembakan saling bersautan di tengah malam yang sunyi.


"Bagus" Rencana Theron berhasil menjauhkan dua orang itu dari rumah.


Malam yang semakin larut membuat jalanan sepi, Theron berlari sengaja menuju ke arah dua orang yang tengah mengintai dari sebrang jalan. Kali ini rencananya juga berhasil, total 4 orang tengah mengejarnya. Theron meningkatkan kewaspadaannya bisa saja ada orang lain yang tengah bersembunyi belum lagi seorang yang belum di ketahui letak persembunyiannya.


Dor!!


Dor!!


Tembakan dari berbagai arah mengarah padanya, Theron dengan cepat bersembunyi dari balik pohon besar. Dia sesekali menembakan pistol nya lagi. Dia di kepung dari berbagai arah, kondisi nya saat ini tak menguntungkan. Satu-satunya cara dia harus bersembunyi, lalu menjatuhkan satu persatu para pengintai itu. Agar rencananya berhasil dia harus bersembunyi dari pantauan penembak jarak jauh.


Namun, dia menunggu cukup lama tak terdengar tembakan dari penembak jarak jauh. Harusnya dia dengan mudah di temukan, tapi nyatanya sejauh ini tak ada tembakan ke arah nya.


Terdengar langkah kaki yang berjalan pelan kearahnya, rupanya 4 pengintai itu berpencar mencari keberadaannya. Theron memasukan pistol nya ke dalam saku baju, dia mengeluarkan belati yang selalu dia bawa. Dengan hati-hati berpindah-pindah tempat.


Theron mendekap kuat seorang pengintai dari belakang, pengintai itu terkunci dengan mulut yang di cengkeram kuat. Pengintai itu tak dapat bergerak, Theron menancapkan belati itu tepat di leher pengintai itu. Darah mengalir derasnya, pengintai itu mati begitu saja. Hal seperti ini bukan lagi tabu bagi seorang Theron.


Di sana!!


Pekik seseorang pengintai, tembakan yang di lepas nyaris melukai wajah Theron, beruntung dengan cepat dia menghindar dan kembali bersembunyi. Mereka orang-orang yang cukup terlatih, mereka bergerak dengan hati-hati tak berisik, bahkan langkah kaki mereka nyaris tak terdengar. Beruntung Theron ahli mengatasi hal seperti ini.


"Rupanya kau bersungguh-sungguh Kartel" Theron mengepal kuat jemarinya.


Theron mengelap belatinya dengan sapu tangan yang dia bawa, tatapan tajam dan amarah menguasai dirinya. Cukup lama mereka membuang waktunya itu mengesalkan. Waktu dan timing yang sangat tepat berduaan dengan Rhea terganggu karena ulah mereka. Theron kembali mengeluarkan pistol nya, kali ini dia berniat bergerak cepat.


Seorang pengintai dengan pistol yang di genggamannya mengamati sekitar, dia tepat berjalan di samping Theron. Theron dengan cepat menendang pistol yang ada di genggaman pria itu membuat pistol pria itu terlempar entah kemana. Pengintai itu sungguh cekatan, dia bergerak cepat menjauh dari Theron.


Target di temukan!!


Pekik pengintai itu membuat dua teman lainnya mendekat. Wajah pengintai itu begitu serius rasanya tak sabar menghabisi Theron. Theron terjepit, tiga orang mengitari dirinya.


Pengintai pertama menghujani Theron dengan pukulan tinju, begitu pula dengan dua lainnya, adu skill dan tinju terjadi. Theron menghindar dengan baik, dia melayangkan tinjunya mengenai tepat di wajah para pengintai itu.


Dor!!


Rekannya tergeletak ke tanah dengan bersimbahan darah. Pengintai itu tak peduli dengan tertembak rekannya dia terus menghujani Theron dengan tembakan. Beruntung sekali peluru pistol pengintai itu habis, pas sekali satunya tak tahu kemana pistol nya terjatuh.


Duakk!!


Pandangan Theron yang berhasil teralihkan akibat pistol yang tak mengeluarkan peluru, di jadikan kesempatan oleh pengintai satunya memukul Theron dengan balok kayu besar. Theron terjatuh kelantai sembari menahan sakit.


Seorang pengintai menduduki Theron yang menelungkup tangannya mencengkeram leher Theron Dari belakang, satunya berjalan mendekat dia memasukan pistol yang tak berpeluru ke dalam sakunya. Theron sedikit lengah kali ini.


Tanpa basa-basi pengintai yang kesal para Theron melayangkan tinju beberapa kali di wajah Theron. Membuat luka di wajah Theron hingga bibirnya mengeluarkan darah. Terdengar tawa puas mereka seakan mengejek Theron.


"Bodohnya kau malah menjauh dari rumahmu!!" Pengintai yang menduduki Theron memukul kasar kepala Theron.


"Tuan Kartel kami tengah berkunjung ke rumahmu, kau tahu" Timpal pengintai satunya yang berada tepat di hadapan Theron.


Ah, akhirnya yang Theron ingin dengar terjawab sudah alasan mereka mengintai kediamannya. Rupanya benar atas perintah Kartel. Di rumah hanya Rhea sendiri, dua sniper miliknya tak tahu kemana. Jika dia sampai bertemu Kartel ini akan bahaya.


Theron dengan mudah nya bangkit, bahkan pengintai yang menduduki nya bukan apa-apa bagi Theron, stamina Theron sangat kuat tubuh kecil menduduki nya bukan hal berat. Dia sengaja di tumbangkan agar pengintai mengurangi kewaspadaan mereka dan dengan mudah Theron mengurusnya, bahkan hal yang tak di tanyakan mereka dengan bodohnya memberi tahu tujuan penting tuannya.


Theron mencekik pria di depannya seraya menembakan peluru beberapa kali ke arah pria sok itu. Setelahnya menendang keras dada pria yang mendudukinya.


Argh!!


Pria itu merintis sakit.


Dor!!


Darah muncrat mengenai wajah Theron, dia mengusapnya kasar, menatap detik-detik kematian pria itu.


Arkh..


Pria itu tergeletak ke tanah, tatapan nya lurus ke arah Theron sampai matanya tertutup, dia menyusul rekannya meninggalkan dunia. Itu hal yang pantas untuk mereka yang mencari perkara dengan Theron.


Emosi menjulur di sekujur tubuh Theron, bergegas dia kembali ke rumah. Bagi Theron Kartel tak boleh bertemu dengan Rhea, sampai kapanpun.


Seorang pria berpakaian rapi, wajah sangar dengan rambut yang hampir semua berwarna putih dengan setelan jas putih melangkah menaiki anak tangga dia mengarah ke kamar Theron, di mana Rhea tengah tertidur di sana. Pria itu di temani dengan seorang pria yang membawa senapan. Yeah, pria yang membawa senapan penembak jarak jauh yang tadinya menghujani Theron dengan peluru nya. Namun, atas perintah tuannya dia menghentikan pengintainya pada Theron dan ikut menemani tuannya masuk ke rumah ini. Dia yakin rekannya akan berhasil mengurus Theron.