
Theron bersama dengan Daniel dan juga Charles memasuki sebuah hotel, tempat mereka singgah sejenak sebelum mendatangi pelelangan yang akan di adakan tengah malam nanti.
Daniel meletakan barang nya dengan hati-hati, setelahnya dia bergegas merebahkan tubuh ke kasur. Perjalanan selama 2 jam 10 menit membuat nya lelah.
Charles duduk di kursi dekat kasur tangannya sibuk memegang cerutunya, sesekali dia menghisap nya membuat asap mengepul memenuhi ruangan.
Daniel mengernyit, beranjak dari kasur nya dia berdiri tepat di depan Charles "Kau jangan merokok di dalam ruangan!!" tegas Daniel sembari menatap Charles tajam.
Charles tetap sibuk menghisap rokoknya, membuat asap mengepal tepat di depan wajah Daniel.
"kau tau Charles aku menyayangi uang!" tukas Daniel serius.
"Mm" gumam Charles "apa masalahnya, ini tak ada hubungannya?! jika kau Mau akan aku berikan" Charles sibuk menjatuhkan abu rokok dengan menggoyang kan jemarinya.
"aku menyayangi uang yang susah ku dapatkan, tentunya aku menjaga kesehatan agar tak membuang uang tuk berobat, kau merokok seperti ini membuatku akan kehilangan uang aku terkontaminasi dengan asap itu. Aku harus mengecek kesehatan!!" Daniel menarik kerah Charles.
Charles mematikan cerutu yang sudah tampak pendek "hanya mengeluarkan sedikit uang bukan masalah!!" Charles menyeringai "lagian kau terlalu lebai, hanya asap itu tak akan membunuh mu!!" tekan Charles.
"Jika terus menerus menghirupnya tentu akan bermasalah-" Daniel menghentikan ucapan nya.
"Berisik sekali!!" tekan Theron yang baru keluar dari kamar mandi, dia baru saja selesai mandi.
"kau Charles jika ingin menghisap cerutu pergi lah ke tempat untuk merokok jangan disini. Kau juga Daniel Aku benci mendengar celotehmu itu!!" tegas Charles.
"Gaya menjaga kesehatan, kau sendiri membuka club yang berisi minuman keras" ledek Charles beranjak dari duduk nya.
"Aku memang menyediakan minuman keras tapi tak pernah sekalipun Aku meminumnya, untuk apa Aku meminum racun yang jelas sudah tahu dapat membunuh!!" Daniel terkekeh.
Charles dan Daniel saling menatap lekat.
Theron mengangkat tangannya jari-jarinya bergerak-gerak "Sungguh Aku tak suka dengan celoteh menjengkelkan kalian" Theron menatap lekat Charles dan Daniel berhasil membuat Dua orang itu menutup mulut.
"Yeah, disini Charles membuatku kesal" gerutu Daniel.
Charles keluar dengan marah, dia menendang koper milik Daniel.
"Hey!!" Daniel memekik, dia buru-buru melihat koper nya "untuk tak ada kerusakan, jika ada Aku akan meminta kau ganti ragu berkali-kali lipat" ucap Daniel lantang, menyayangi koper nya yang terjatuh tertendang Charles.
Charles tak menanggapi dia keluar dengan wajah datar.
Charles menatap Daniel yang terus menyayangi koper nya "kau sungguh gila uang" tukas Theron dia duduk di kasur.
"Kau pikir mendapatkan satu rupiah itu mudah, dulu Aku tertatih-tatih dan merangkak hanya untuk mendapatkan satu rupiah itu. Tentu saja Aku sangat mencintai uang lebih dari apapun, kau tahu betul uang bisa membeli atau membungkam mulut-mulut sembarang" Daniel terkekeh "uang segalanya Theron!!" Daniel menyayangi koper nya yang sedikit lecet.
"kau selalu saja dramatis jika menyangkut uang!!" Theron menyibak rambutnya, dia terheran kenapa dia bisa berhubungan dengan Dua orang aneh.
>>>
Bibi Sati berlarian, dari lantai atas ke lantai bawah dia membuka pintu kamar Rhea "Nyonya!!" beberapa kali terdengar Bibi memanggil-manggil Nyonyanya namun kunjung tak dia jumpai. Pengurus taman juga ikut membantu.
Bibi membelalak menyadari bahwa dia tak mengunci pintu depan, dia termangu dengan pikiran kosong "Aku akan mati" lirih nya bergidik "Aku akan mati!!" Bibi mengguncang tubuh Pengurus taman kencang, Bibi tampak takut "Bagaimana Aku bisa begitu teledor" Bibi mematung mengigit bibirnya kuat.
Penjaga taman merasa ikut terancam jika Rhea benar-benar menghilang "Aku akan menghubungi si kembar.
Ponsel Bibi berdering tertera di layar " Ivan" bergegas Bibi mengangkat nya.
Pengurus taman menghentikan niat nya menghubungi si kembar sniper, mereka menghubungi lebih dulu.
"tuan tak mengatakan apapun soalnya nyonya yang pergi keluar? jadi kenapa nyonya berlarian di luar dengan menangis?" tanya Ivan dari balik telepon.
Bibi Sati tampak lega mendengar nya "tolong jaga nyonya, Aku melakukan kesalahan" jawab jujur Bibi.
"kau tak becus rupanya!!" terdengar suara Ivan yang sedikit menekan "Chris bersamanya, mengikuti Nyonya secara diam-diam" tukasnya "Apa kami membawa Nyonya pulang dengan paksa atau bagaimana?" tanya Ivan memastikan.
"Jangan" jawab cepat Bibi Sati "Aku akan menghubungi tuan, takut nya jika kau membawanya paksa membuat trauma nyonya semakin menjadi"
Pengurus paman tersentak "kau yakin akan mengatakannya, kita akan habis di cerca tuan" Pengurus taman ikut bingung.
"Kau pikir bisa menyembunyikannya dari tuan, dia akan tahu dengan cepat" Bibi Sati memantapkan diri dia akan mengakui kesalahannya "tenang saja kau tak akan terlibat, disini Aku yang lalai" ucap Bibi Sati.
"nah, nah berhenti dengan dialog mu. Aku butuh jawaban, bertindak dengan cepat" ucap lugas Ivan.
"Baik, tak akan lama" Bibi Sati mematikan ponselnya.
Bibi Sati menekan nomor tuannya, dia menelan ludah.
"Halo" terdengar suara lantang tuannya dari balik telepon.
Bibi Sati terdiam sejenak.
"Jika hal darurat, katakan cepat. Kenapa kau malah membuang waktu ku!!" tekan Theron.
Bibi Sati menghela napas pelan "tuanku saya telah lalai, saya tak pantas di sebut pelayan anda. Nyonya telah melarikan diri, sebab saya tak mengunci pintu depan, namun Chris tengah bersama Nyonya secara diam-diam, nyonya untuk saat ini aman. Jadi Saya meminta tanggapan anda, apa sebaiknya saya langsung menjemputnya, namun jelas Nyonya akan menolak dan Nyonya pasti akan memberontak saya meminta tanggapan anda, agar Nyonya pulang tanpa mendapat luka fisik maupun psikis" ucap Bibi Sati pelan.
Dari balik telepon terdengar suara Theron yang mendesis jelas dia menahan emosi "Pinta Cris dan Ivan untuk mengawasi Rhea, Aku akan kembali, Aku akan membawanya pulang ke rumah!!" ucap Theron tanpa pertimbangan dengan yang lainnya.
"saya mengerti" jawab cepat Bibi.
"dan, kau sungguh lalai kali ini" terdengar Theron dengan kekecewaan nya.
"saya akan menerima konsekuensinya tuanku" ucap Bibi Sati pasrah.
>>>
"jadi apa kau akan kembali, bagaimana dengan pelelangannya?" tanya Daniel yang dari tadi menguping pembicaraan Theron.
Theron tampak berpikir, Theron menatap Daniel lekat "Aku akan mengurus Rhea dulu, tapi Aku pastikan Aku akan datang ke pelelangan. Namun, jika Aku terlambat maka kau dan Charles yang menghadirinya, dapatkan barang yang menjadi tujuan kita kemari"
Daniel tersenyum lebar "kau tahu bukan?!" Daniel mengulurkan tangannya.
"kau tenang saja, uang akan Aku tambahkan nanti" ucap Theron yang begitu mengerti watak dan sifat seorang Daniel.
"baiklah jika begitu, kau tenang saja Aku akan melakukannya dengan baik sesuai dengan jumlah uang yang kau janjikan tentunya" Daniel menyeringai.