Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Parasit yang menempel


"Theron jangan mengusik eza!!" Rhea menengahi mereka, memberanikan diri menatap Theron dengan tajam.


Theron menatap Rhea lekat, dia sedikit menunduk mendekat kan wajahnya pada Rhea "kau yang membawanya dalam masalah kita, jelas yang mengusik dulu dia" tunjuk Theron ke arah Eza.


Rhea mengepal kan jemarinya "Aku disini yang meminta pada nya. Aku yang meminta agar dia membantu ku, aku muak terus di rumah bak penjara itu, terlalu banyak privasi yang kau sembunyikan membuat ku tak tahan" ucap Rhea panjang.


Theron menyentuh belakang kepala Rhea, dia mendorongnya dengan pelan, membuat wajah mereka semakin dekat "kau pikir dia lebih baik?" Theron menatap Rhea lekat.


Rhea mengalihkan pandangannya, dia sendiri tak tahu seperti apa Eza sekarang, dia hanya kenal Eza yang dulu. Rhea melirik Eza yang terdiam. Eza sekarang pria dewasa tak menutup kemungkinan dia bisa melakukan hal mengerikan pada dirinya sebagai wanita. Rhea menggeleng pelan "Eza tak seburuk itu" Rhea menepis pikiran buruknya. Namun Rhea gusar, dia sepenuhnya tak percaya dengan pria sekalipun teman lama nya. Dia hanya ingin bebas dari paksa Theron yang ingin membawanya pulang, setelah ini dia akan pergi jauh dan tak akan bergantung pada Eza yang merupakan kawan lama nya, hanya itu.


Theron menjentikkan jarinya tepat di wajah Rhea "apa yang tengah kau pikirkan di saat aku tengah berbicara serius?" dahi Theron mengkerut.


Rhea tersentak, dia tertunduk "aku tak tahu dia lebih baik atau lebih buruk darimu!!" Rhea mendongak dengan mata penuh benci "namun jelas kau lebih buruk!!"


Theron mengeratkan gigi kuat "yeah, sepertinya kau tak ingin pulang hari ini" Theron melepaskan Rhea, dia menaiki bahunya "Tiga hari ku berikan kau kebebasan, sembari berpikir matang keinginan tak mendasar mu itu!!" Theron menyentuh dagu Rhea greget, jelas kali ini dia berusaha keras agar tak meledak "Seberusaha apapun kau ingin pergi nyatanya kau tak akan mampu pergi selangkah pun tanpa izin dariku!! aku tak akan pernah melepas anak dan istriku, kau mengerti!!" tekan Theron.


"Hey bung, kau keterlaluan dalam memperlakukan istrimu" Eza mencengkeram lengan Theron yang menyentuh dagu Rhea.


Theron menatap datar tangan Eza yang menyentuh nya, dia dengan pelan melepas pegangannya pada dagu lancip Rhea "Dan kau seenaknya ikut campur!!" Theron menepis tangan Eza, dia menatap nya dengan penuh intimidasi.


"Tak mungkin aku diam saja saat melihat teman lama ku di kdrt oleh suaminya!!" tegas Eza.


Theron menyeringai "stt!! kau berisik bak kenalpot usang yang berasap" Theron tak acuh pada Eza.


Theron berbalik berjalan kembali menuju mobilnya "Aku menunggu jawabanmu Rhea!!" Theron menghentikan langkahnya, dia melirik ke arah Rhea.


Rhea membuang muka cepat tak mau bertatapan dengan Theron.


Theron masuk ke dalam mobil, dengan mobil melaju kencang Theron tak tampak lagi.


Rhea menghela napas, kaki nya begitu lemas berhadapan dengan Theron yang kasar.


"kau tak apa?" tanya Eza hendak menyentuh Rhea.


Dengan cepat Rhea menghindari sentuhan dari Eza "aku baik, tolong jangan menyentuh ku" ucapnya, Rhea berusaha menenangkan diri.


"Jadi apa rencana mu?" Eza menatap Rhea penuh tanya.


Rhea menggeleng "aku tak tahu" jawabnya bingung.


Eza tersenyum lembut "kau bisa ikut dengan ku, kebetulan aku sendiri di apartment ku" ajak Eza.


"wah, gile ngajak istri orang satu apartment!!" Anna menggeleng kecil "sesat lu!!" ucapnya semakin tak percaya.


Sontak Eza dan Rhea menoleh kebelakang.


Anna dengan cepat memeluk Rhea "apa kabar kakak cantik" Anna begitu senang.


Rhea tampak sedih "aku-. baik aku baik-baik saja" ucap Rhea, air matanya dengan pelan menetes.


Anna mengusap punggung Rhea pelan "tak apa kakak cantik, tenang saja semua akan baik-baik saja" Anna berusaha menenangkan.


Rhea mengangguk pelan, semakin terisak dalam pelukan Anna. Beberapa menit berlalu Rhea kembali tenang.


"kenapa kau bisa ada disini?" tanya Rhea heran dengan kemunculan Anna.


Anna membelalak "kau tak menyadari ku?"


Rhea mengangguk.


"Mm. Aku datang bersama dengan kak Theron namun aku berdiam diri didalamnya hanya mengamati dan mendengarkan percakapan memanas kalian, jendela mobil terbuka membuat ku mendengar jelas. Setelah kakak Theron masuk dia meminta ku keluar dengan kasar!" Anna memajukan bibir nya, dia melipat tangannya di dada, dia kesal.


Sebelumnya Anna di minta untuk menjemput Theron yang tiba di bandara, kebetulan Anna masih berada di kota ini. Anna dengan senang menjemput Theron, dia masih memiliki tujuan agar diakui kemampuan hebatnya. Theron meminta nya untuk berbicara pada Rhea agar dia mau kembali. Theron menghubungi Anna kembali karena dia tahu Rhea dekat dengannya, dengan mengajak Anna mungkin bisa memperbaiki keadaan. Namun ceritanya menjadi berbeda karena terdapat parasit yang menempel pada Rhea.


"ikut denganku kak, jika kau tak nyaman tinggal bersama kak Theron ada aku. kakak ku itu memang sangat bodoh dalam menunjukan perasaanya" Anna menyentuh kedua tangan Rhea lembut.


"jadi kau saudara dari pria kasar itu?" Eza mendekat.


Anna mengangguk kencang, dia begitu senang jika di hubungkan dengan kakak nya itu.


"jelas kau memiliki sikap sama dengan pria itu. kenapa kau menyerobot memeluk Rhea dan dengan mudah mengajaknya tinggal bersamamu. Disini aku dulu yang menawarkan tempat tinggal!!" ucap panjang Eza.


Anna memutar bola matanya, dia begitu jijik dengan pria seperti Eza "kau sendiri mengajak wanita yang sudah menikah tinggal bersama, bukankah kau tak bermoral?" Anna tersenyum kecil, kali ini dia serius.


"Aku hanya menawarkan Rhea yang tak memiliki tujuan untuk sementara bukankah tak masalah?!" Eza melirik Rhea meminta nya membenarkan ucapan nya.


"tidak Eza. Sejak awal aku tak ingin menyeret mu lebih ke dalam masalah ku. Terimakasih niat baik mu, tapi aku menolak" tegas Rhea.


"hey, kenapa? tak apa aku teman mu kau bisa percaya padaku dan sedikit melepas lelah mu di pundak ku" ucap lembut Eza, dia melirik Rhea penuh harap.


Rhea menggeleng "tidak" tegas nya penuh penekanan.


"Rhea, apa kau ingin kembali dengan pria bajingan itu. Hidupmu akan sia-sia, tinggal kan saja dia dan kau pasti akan berjumpa dengan pria baik yang akan menyayangimu sepenuhnya dan pasti orang tersebut juga akan menerima anak mu" jelas Eza, dia benar-benar ingin Rhea pisah dengan Theron yang sarkas.


Anna melirik Eza marah, dia mendekati Eza "wah, mulut mu sungguh tajam. Kau memiliki wajah blasteran yang memiliki nilai plus. namun, kakak Theron lebih rupawan dan lebih segalanya dibandingkan diri mu, dia memang kasar namun dia benar-benar tak main-main dengan Rhea" Anna menunjuk Eza kesal.


"Kau tak perlu menghawatirkan ku Eza. Aku bukan anak kecil lagi, masalah keputusanku itu hakku" Rhea mengepal jemarinya kuat, dia bingung jika benar Theron akan mengusik keluarganya nanti, maka dia akan memilih kembali atau membiarkan orang tersayang terluka. Rhea begitu kacau.