Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Mau Seblak


Theron mengusap wajahnya kasar "Aku marah karena kau tak memberitahuku" Theron duduk di kasur tepat di samping Rhea.


Rhea sedikit menggeser, menjauh dari Theron.


"kenapa kau menghancurkan ponselmu?" tanya Theron.


Rhea sibuk memainkan jemarinya, dia engan menjawabnya. Rhea berpikir Theron tak akan peduli dengan masalahnya.


"Beritahu Aku, jika kau diam Aku bisa menyalah artikan nya" Theron menoleh.


Rhea tak menjawab, dia kembali mengingat semua orang yang mencemoohnya lewat media sosial, dia bergidik.


"apa ada yang menganggu mu. Katakan padaku" tegas Theron "Aku akan membunuh nya" benak Theron dengan emosi menggebu.


Rhea tertunduk "Aku tak berani melihat semua ejekan yang di tujukan untukku, mereka seakan menyudutkan Aku. Kau tahu karena mu Aku di hina oleh orang-orang!!" lirih Rhea, tanpa sadar air matanya luruh.


Theron tertampar, alasan Rhea menghancurkan ponselnya karena tak mampu menahan cemooh dari orang-orang. Jadi siapa yang harus di salahkan disini, itu dia sendiri "kau ingin memukulku?" tanya Theron, menatap Rhea pilu.


Rhea mengusap kasar air matanya "apa boleh?" ucap nya menatap Theron. Rhea mengepal kuat jemarinya, tak tahan ingin memukul pria di hadapannya itu. Pria yang menghancurkan segala impian dan harapannya, pria yang membuat dia berada di posisi yang mencekam ini. Rasanya dia hidup dengan ketakutan, bagai di ujung jurang yang akan jatuh ke jurang yang curam.


Theron mengangguk "kau bebas memukulku" Theron merentangkan tangan. Tak mempersalahkan Rhea yang ingin memberinya pelajaran atas segala hal yang dialaminya.


"kau pria bajingan!!" Rhea memukul dada Theron beberapa kali "kau bajingan keji yang merusak semua mimpiku!!" Rhea memukul dada Theron kencang, emosi sedih Rhea tampak dengan jelas.


Theron tak merasakan pukulan Rhea, pukulan Rhea begitu pelan dan sangat lembut. Bahkan saking tak terasanya, pukulan Rhea bagai kapas yang menggelitik nya.


"kenapa kau begitu keras. pukulan ku bahkan tak terasa untukmu" air mata Rhea kembali terjatuh "tubuh ini terlalu keras!!" pekik nya. Rhea menjadi marah karena dia tak berhasil membuat Theron kesakitan.


"ah, ini sakit!" ucap Theron merintih kesakitan.


Rhea mematung menatap Theron "kau sengaja meledekku, kau tahu bahwa kau lebih kuat dariku!!" Rhea tampak marah, Rhea memukul wajah Theron dengan bantal, terus dan terus. Emosinya tampak menggebu dengan air mata yang tak hentinya menetes.


Rhea dengan amarahnya membuat Theron tumbang ke kasur, Rhea duduk tepat di atas perut Theron. Dia tak hentinya memukul Theron kencang bagai ingin membunuh Theron.


Theron menatap Rhea. Dia tahu Rhea mencurahkan semua rasa sakitnya. Rasa sedih yang terus menyelimuti nya. Rhea yang sehancur ini membuat hatinya terasa sakit.


Dengan pelan Theron memeluk Rhea, mendekapnya dengan lembut "maaf" lirih Theron. Tangan kanan Theron mengusap lembut kepala Rhea, tangan kirinya mengusap lembut punggung Rhea.


"lepaskan jangan memeluk ku" pekik Rhea meronta. Dia kembali memukul Theron kencang "Aku membenci diri mu!!" lirih Rhea, dia semakin terisak.


Theron tak melepas pelukannya, dia dengan pelan mengusap kepala Rhea "sudah ku katakan Aku pria pemaksa!!" tegas Theron.


"kau curang. kau lebih kuat dari ku Aku bahkan tak mampu melepaskan diri!!" Rhea mencengkeram kuat dada Theron.


Theron tak hentinya mengusap kepala Rhea. Rhea yang kelelahan menangis dan menggunakannya tenaganya perlahan tertidur di atas Theron. Theron membenahi posis kaki Rhea, dia tetap memeluk Rhea membiarkannya tertidur menimpa diri nya. Perlahan Theron ikut tertidur.


>>>


Rhea mengernyit, tangannya meraba-raba sesuatu. Sesuatu yang keras namun lembut. Bau yang lembut membuat Rhea merasa tenang.


Samar-samar Rhea mendengar suara yang tak asing. Rhea perlahan membuka mata "dada?!" ucap nya tersentak hendak bangun, namun dia di tahan oleh Theron.


"kau kenapa Aku tertidur di atasmu?" Rhea tampak marah.


"kau tak ingat? setelah memukulku kau tertidur dengan tenang di atasku" Theron menyeringai, dia tampak puas.


Rhea memberontak, bangun dengan cepat. Dia sibuk mengusap diri nya, diri nya yang masih bergidik.


Theron hendak bangun namun tubuhnya terasa keram, kesemutan yang menyiksa "rupanya tidurnya di posisi ini tak baik" gumam Theron.


Rhea menatap Theron datar, seketika dia menyeringai jahat "benar semalam Aku belum puas memukulmu" Rhea mendekati Theron. Dia menyentuh kuat tangan dan badan Theron yang kesemutan.


Theron merasa sensasi seperti di tusuk jarum "Hey, hentikan" pinta Theron.


Rhea menyentuh laher Theron. Theron merasa di gelitik, dia menahan tawa. Rhea tak peduli dia terus saja melakukannya, dia tampak sedikit puas. Pandangan Rhea tertuju ke luar jendela, tampak sudah sore. Rhea berkedip beberapa kali, dia melirik ke arah Theron yang masih berbaring dengan tubuh yang terasa kesemutan.


"kau, jika untuk anak mu kau akan melakukan apapun?" tanyanya memecah keheningan.


"tentu" jawab cepat Theron.


Rhea termenung sejenak, dia sudah 7 minggu di rumah ini.


"Aku ingin seblak" lirih Rhea.


"seblak? apa itu?" Theron menatap Rhea penasaran.


Rhea menatap suaminya lekat "kau sungguh tak tahu?" Rhea balik bertanya.


Theron mengangguk cepat, sembari bangun dari posisi tidurnya. Keramnya sudah lebih baik.


" Itu makanan. Seblak terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, boga bahari, atau olahan daging sapi, dan dimasak dengan kencur. Aku benar-benar ingin makan itu" pinta Rhea dia mengepal kuat jemarinya "Theron tak mungkin menolaknya, ini demi anaknya" benak Rhea.


"Di mana Aku bisa mencarinya. Apa disini ada?" tanyanya yang benar-benar tak tahu.


Rhea menatap Theron heran. "Apa saking kayanya dia tak tahu apa itu seblak, makanan gurih dengan sensasi pedas?. Sungguh kasihan dia tak tahu apa itu seblak, dia bahkan belum pernah mencicipinya" benak Rhea.


"Mungkin di warung-warung ada, tenang saja harganya tak mahal. Makanan itu cukup terkenal di banyak kalangan" jawab Rhea. Dia baru di kota Palembang, dia tak tahu seblak apa juga ada disini.


"Harga tak jadi masalah untukku" ucap Theron dia tampak berpikir "Aku akan meminta pencari informasi mencari seblak" Theron menggeluarkan ponselnya.


Rhea menahan Theron untuk menelepon "Aku ingin kau yang mencarinya sendiri dan membelikannya untukku" pinta Rhea.


Theron menatap Rhea "ah, seperti nya ini yang dinamakan mengidam. Katanya wanita mengidam harus dituruti, agar suasana hatinya tak buruk dan anak juga terlahir baik" benak Theron dia mengangguk "akan Aku carikan sekarang" Theron beranjak dari duduk nya, dia bersiap keluar mencarikan Rhea seblak "walaupun Rhea tak mengidam, Aku pasti menuruti hal yang dia mau" gumam Theron.


"yeah, setidaknya dia tak menolak permintaanku" Rhea menatap Theron yang tampak serius.