Meraki Pernikahan

Meraki Pernikahan
Sedikit lebih baik


Bibi Sati tersenyum kecil, dia sedikit menunduk berjalan keluar. Tuannya telah kembali, kerjanya juga telah usai.


Di luar terdapat Daniel dan Charles yang tengah sibuk mengeluarkan lukisan Maria Sandra. Bibi terkejut, dia tersenyum haru "Berhasil rupanya" Ucapnya pelan.


Charles menoleh, dia memberi anggukan kecil pada Bibi.


Daniel mengernyit, rasanya dia pernah berjumpa seseorang yang mirip dengan Bibi sati, dia mengingat-ingat "hey, apa kau memiliki cucu?" tanya Daniel penasaran.


Bibi sati menyipitkan matanya, menatap Daniel tajam sembari memberikan gelengan kecil.


Daniel mengernyit "Ah, benar wanita itu. Kau Rosetta?!" tukas Daniel lantang. Dia tak bisa melupakan perangai Rosetta yang misterius dengan tatapan nya yang mengintimidasi.


"Apa yang anda katakan, siapa itu?" Ucap Bibi sati tak mengerti.


"Kau Rosetta?!" Daniel melirik Charles.


"Dia bukan Rosetta Daniel!! dia Bibi sati yang bertugas menemani Rhea" Jawab Charles.


"Eh, bukan ya. Sekilas kalian mirip!!" Ucap Daniel ragu, dia kembali mengingat-ingat.


"Sudah lah itu hanya perasaan mu!!" tekan Charles.


Bibi sati dan Charles saling menatap. Charles berkedip pelan, jemarinya menyentuh bibir nya pelan memberi isyarat diam.


Bibi mengerti dia dengan sopan pergi meninggalkan mereka. Daniel menatap punggung Bibi lekat-lekat, dia merasa tebakannya itu benar.


>>>


Theron dan Rhea terdiam saling menatap. Rhea menyelipkan rambutnya ke belakang daun telinganya, dia bingung dan sedikit malu pada Theron mengingat kejadian kemarin.


Theron berjalan begitu pelan, mendekati Rhea "kau kah itu?" tanya Theron hati-hati.


Rhea menatap lekat mata Theron, dia mengangguk.


"Jadi ini benar kau!!" Theron menyentuh pelan pucuk kepala Rhea "Jadi kau ingat pulang rupanya? apa kau takut aku menyakitinya keluargamu?" lagi-lagi Theron berucap dengan nada tinggi, entah kenapa Theron merasa kesal jika jawaban Rhea seperti yang dia pikirkan.


Rhea memiringkan wajahnya, dia tersenyum kecil dengan mata menyipit "bukan, aku tahu kau tak mungkin melakukan itu!!"


Theron tersentak, dia memperhatikan Rhea begitu seksama "ada yang salah dengan dia?" Pikir nya, Rhea bagai orang lain yang tak marah dengan ucapan nya "kau salah aku tak pernah menarik kataku. Jika memang kau berani maka-" Theron menghentikan ucapan nya.


Rhea beranjak dari kursinya, dia berdiri tepat berhadapan dengan Theron. Theron menunduk menatap Rhea yang mendongak menatap nya. Theron membuang muka dia bagai salah tingkah dibuatnya.


"Aku tahu mungkin saja kau akan melakukannya jika kesabaran mu telah habis. Tak ku pungkiri bahwa kau pria yang melakukan banyak hal aneh!!" Rhea menarik kerah Theron membuat mereka semakin dekat "Tapi aku kembali bukan karena hal itu, kau tahu anak ini tetap butuh kau" tegas Rhea.


Theron mengangguk-angguk "jadi dia mengakui aku suami dan Ayah anak nya" Theron menyeringai kecil.


Rhea menyentuh pipi Theron pelan "senyum mu itu menakutkan. Jangan membuatku benci dengan senyum mu itu"


Seketika Theron terdiam.


"Apa kerjaan mu lancar di luar kota?" Rhea memecah kecanggungan, dia sedikit jinjit membuat wajah mereka semakin dekat.


"Mm, iya" Jawab Theron gelagapan.


"Syukurlah, kau tahu ponsel mu tak dapat ku hubungi!!" Rhea sibuk memainkan jemarinya "jadi kemana kau sampai lupa mengaktifkan ponselmu?!"


"Begitu" Jawab Rhea.


"Belum tiga hari, kenapa kau memutuskan untuk pulang?! apa yang membuatmu mengubah pikiran?!" Theron mengernyit menempelkan hidung nya tepat di hidung Rhea. Mereka saling menatap lekat, Rhea bahkan tak mau kalah dia juga menatap mata Theron lekat.


Rhea menunjuk dada bidang Theron "Kau. Kau yang membuatku kembali pulang" Rhea tersenyum manis "kau tahu mungkin kau tak seburuk itu, jadi!" Ucap ragu Rhea dia membuang muka.


Theron mengepal kuat jemarinya, hari ini Rhea begitu ceria. Kenapa hatinya berdetak tak karuan melihat Rhea dengan senyuman nya itu.


Rhea mendekap Theron lembut. Theron mematung tak percaya, dia bahkan tak bergerak sedikit pun.


"Maaf, ucapan ku begitu buruk padamu" Ucap lantang Rhea menahan malu.


Theron mengedipkan matanya beberapa kali. Tangannya dengan hati-hati di letakan di punggung Rhea "aku bukan orang yang mempersalahkan hal itu" tegas Theron, namun disisi lain Theron berusaha menahan jantung yang semakin berdegup kencang.


Rhea benar-benar menekan perasaan buruknya terhadap Theron.


Mereka berpelukan cukup lama, tak terucap sepatah kata.


"Apa ini?" Ucap Daniel yang baru saja masuk kedalam rumah membuat Rhea terkejut. Rhea hendak melepaskan pelukannya, namun di tahan Theron.


Daniel mendekat, dia mengamati Rhea memutari Rhea beberapa kali "dia cantik" Ucap Daniel, dia tersenyum genit "Wah, apa Theron terang-terangan berselingkuh karena sang istri melarikan diri!!" Daniel menggeleng tak percaya "aku pikir kau pria baik Theron!!" Daniel semakin dramatis "kasihan sekali sang istri yang tengah mengandung, namun sang suami mencoba wanita lain!!"


Theron melepaskan pelukannya pada Rhea, kepalan tangannya tepat mengenai wajah Daniel "mulut mu itu semakin pedas. Sebelum kau banyak bicara cari tahu dulu!!" Seakan ucapan Daniel merendahkan Theron, Theron tak terima dengan ucapan itu.


"Kau tak tahu rupanya, wanita yang berada di dekapanku tadi Rhea Evadne istriku!!" Tekan Theron, dia menatap Daniel tajam.


Daniel mendesis, dia menyentuh pipi nya yang terasa nyeri. Daniel menatap Theron dia tersenyum kecil "ah, mulutku ini suka berbicara sembarang" tukasnya.


"Mulut mu itu perlu di ajarkan sopan santun agar tak terus selalu berucap sembarang" Theron menahan amarahnya dia mengeratkan gigi kuat, dia berusaha keras agar tak meledak.


Rhea melihat kejadian itu, dia takut. Siapa pria yang berbicara asal itu dan membuat Theron marah.


"Aku akan mengajarkan mulut ini" Daniel memukul pelan bibir nya, tak lupa tetap tersenyum. Dia melirik Rhea, dengan pelan mendekati Rhea "ah, ucapan ku tadi sembarang. Tolong jangan pikirkan, suamimu juga sangat suka bermain tangan apa denganmu dia begitu?" bisik nya.


"Tak pernah!! tak pernah sekalipun!!" Ucap lugas Rhea.


Daniel tersenyum kecil "Baik lah" Daniel melirik Theron kesal, dia hendak berjalan keluar.


"Daniel" Panggil Theron.


"Apa?!" Ketus Daniel dia menghentikan langkah nya tanpa menoleh.


"Katakan pada Charles agar tak masuk, istriku disini. Tinggalkan lukisan di luar dan setelahnya kalian pergilah" Ucap Theron.


Daniel menoleh kebelakang "sebelumnya kau harus ganti rugi pukulan yang mengenai wajah ku ini" Daniel berusaha meminta uang.


"Kau yang memulai dulu. Cepat katakan jika kau tak ingin mendapat luka lebih" tekan Theron.


"Baik" Ketusnya kembali berjalan keluar, Daniel sampai menghentakan kaki nya keras.


Rhea terheran "dia seperti anak kecil" tunjuk nya ke arah Daniel.


"Stt" Theron menarik pinggang Rhea membuat Rhea jatuh ke dekapan Theron.