
Rhea di rawat di kediaman, dia berada di kamar Theron. Sengaja Theron menggunakan kamarnya untuk merawat Rhea, sekaligus menjaga keamanan Rhea.
Theron menopang dagu dengan kedua tangannya, dia menatap Rhea lekat. Dia begitu khawatir, sudah lama Rhea tak kunjung bangun. Theron memijit pelan jidatnya, dia teringat ucapan orang-orang yang membicarakan persoalan pelecehan tadi, wajah Theron begitu cemas "aku benar-benar pria jahat" Theron menyentuh lengan yang tak terpasang infus "ku mohon bangun Rhea, biarkan aku menebus kesalahan ku" Theron menunduk tepat di lengan Rhea, dia menggenggamnya erat.
Theron mengingat ucapan nya yang selalu menekan Rhea, ucapan yang tak pantas dia lontarkan untuk orang yang sedang terguncang "aku begitu buruk, sulit sekali merubah kebiasaan" gumam Theron. Theron selalu sulit agar tak berbicara kasar, ucapan Theron selalu saja menekan. Theron terbiasa berbicara kerasa penuh tekanan, agar setiap orang yang berhadapan dengannya tak berani melawan. Namun, kebiasaan itu malah menjadi bumerang untuk istrinya sekarang.
Beberapa kali ponsel Theron berdering, beberapa kali juga pesan masuk. namun, Theron tak menggubris nya.
"Ku harap kau tak kesal, karena aku menganggu" Charles berada tepat di belakang Theron dengan membawa dokumen di dekapannya.
Theron melirik "bukankah aku melarang mu menampakan diri di kediamanku!?"
Charles mendekat "aku tahu! tapi setidaknya buka ponselmu dan beri jawaban!!" Charles sedikit menekan.
Theron bangkit dari duduk nya, berdiri tepat di depan Charles "aku tak berbicara dua kali dan aku tak suka dengan orang yang tak patuh!!" Theron menatap Charles tajam. Suasana menjadi mencekam. Theron seakan memberi ultimatum tegas pada Charles.
Setelah kejadian Rhea melihat Charles hari itu. Rhea yang bergidik dengan ketakutan membuat Theron melarang Charles muncul di kediaman nya, menghindari pertemuan Charles dan Rhea yang mungkin akan membuat kondisi Rhea semakin memburuk.
Theron berjalan keluar. Tak ingin membuat Rhea terganggu. Charles mengikutinya dengan pelan.
"Hal ini sungguh mendesak, aku tak punya waktu menunggu kau membalas pesan. Aku memutuskan datang, tenang saja sebelum masuk aku mengawasi sekitar agar tak berjumpa dengan istrimu" tutur Charles pelan, berusaha agar tak membuat Theron emosi. Tak di sangka hal mendesak yang membuat Theron meninggalkan kerjaannya adalah istrinya. Hal ini dapat menganggu kestabilan organisasi. Charles menatap Theron yang tak hentinya memberinya tatapan tajam.
"kau berlebihan Charles!!" Theron menarik paksa dokumen Charles "ini hanya dokumen pembayaran senjata, aku bisa menandatanganinya besok!!" ketusnya.
Charles menatap Theron datar "ini bukan pemimpin Oleander. Pemimpin kami tak pernah menunda!!" ucapnya penuh penekanan. Charles mengepal kuat jemarinya, dia tahu kondisi istri Theron juga penting, dimana dia adalah korban pelecehan dan penyebab wanita itu terseret tak lain adalah dia. Namun, jika Theron terus lalai karena hadirnya Rhea maka kestabilan rencana mereka akan kacau. Itu akan membuat celah bagi musuhnya. Bagi orang seperti mereka, tak seharusnya menunjukan emosi pada keluarga yang akan menghancurkan hati, perasaan sayang akan membuat mereka menjadi lemah. Charles mulai mengamati Theron, dia merasa Theron menganggap Rhea berharga.
"Yeah, tandatangani itu" Charles menunjukan dokumen yang Theron pegang. Charles melirik ke kamar Rhea di mana Rhea tampak begitu lemas. Charles memang merasa bersalah, namun itu sepenuhnya bukan kesalahannya. Dia hanya melakukan tugas yang di minta atasannya. Charles mengeratkan gigi kuat "aku tak berhak merasa bersalah" gumamnya. Charles berharap Rhea tak menjadi penghalang untuk kedepannya, namun jika Rhea menjadi penghalang mau tak mau Charles akan bertindak. Orang-orang seperti mereka sudah membunuh banyak orang dan mereka semua menepis hati nurani untuk merasa kasian pada orang-orang yang memohon untuk hidup. Lalu untuk kali ini Charles memilih menutup mata dan mengesampingkan perasaan kemanusiaannya.
"tepis niat busuk mu itu" Theron tahu saat ini Charles menganggap Rhea kelemahannya. Bagi pemimpin seperti dia, sungguh di larang memiliki perasaan sayang.
"aku menghargainya, namun ketika kau berhasil menjadi lemah. Aku tak bisa membiarkannya" tukas Charles.
"jadi ku mohon tepis perasaan cinta yang mulai muncul darimu!!" Charles menepuk bahu Theron.
Theron mencengkeram bahu Charles kuat "aku tak mencintainya!! namun sebagai seorang pria mengakui kesalahan dan bertanggung jawab itu penting" Theron sedikit menunduk dengan sorot mata tajam menatap Charles yang sedikit pendek darinya "membunuh musuh dan wanita yang menjadi korban itu berbeda Charles!!" Theron bagai tau niat buruk Charles.
"Istrimu memang bukan musuh, tapi kau berhasil membunuh mentalnya. Jangan munafik kita dua orang penjahat disini!!" ucapan Charles begitu menusuk Theron.
Theron semakin mencengkeram kuat bahu Charles "itu benar. Aku tak pernah menyebut diriku orang baik" bisik Theron penuh tekanan "aku mengakui kesalahanku pada target yang salah, aku berusaha menyembuhkan target yang salah itu. Penjahat tak selamanya menjadi penjahat!!"
"jangan pernah berani mengusik milikku Charles. jika kau sayang nyawamu!!" sorot mata Theron begitu mencekam.
"aku mengerti" jawab Charles. Itu hanya ucapan patuh Charles, bagi Charles jika ada hal yang membuat organisasi terhambat maka tugasnya membereskan hal itu.
Theron melepas cengkeramannya "kau tahu betul bagaimana aku menghabisi para penghianat! maka jangan main-main dan mencoba bertindak bodoh!" Theron menyeringai "kau tak perlu khawatir, aku memiliki logika. Jangan berpikir aku mudah di tumbangkan"
Tapi pria seperti Charles lebih mementingkan organisasinya dan mengesampingkan hal lain, tujuan organisasi merupakan tujuan hidup nya.
>>>
Setelah Theron menandatangani dokumen itu. Charles bergegas pergi dari kediamannya.
Theron kembali ke kamarnya menatap Rhea, pikirannya kembali kalut. Gadis yang tak tahu apa-apa terseret ke dalam permasalahannya, itu akan membahayakan Rhea dan anak nya kelak.
Charles tak sepenuhnya salah. Saat ini sudah terdapat 10 pengintai yang tertangkap di dekat kediaman Theron, setelah dia resmi menikah. Di beberapa titik Theron menempatkan 2 sniper yang memiliki kemampuan yang tak main. Theron tahu betul pengintai itu kiriman dari musuhnya yang ingin menggunakan Rhea sebagai titik kelemahan Theron, di tambah mereka tahu bahwa Rhea tengah mengandung anaknya. Hal itu menjadi alasan Rhea tak pernah di beri izin keluar tanpa di temani seseorang yang berpengalaman. Di luar sangat berbahaya bagi keselamatan Rhea sendiri, sewaktu-waktu jika Theron lengah sedikit mungkin pihak musuh akan berhasil.
"tenang saja, Aku akan menjagamu" Theron mengusap lembut wajah Rhea. Bagi Theron dia harus bertanggung jawab pada Rhea, gadis yang dia rusak masa depannya, dan terseret ke dalam masalahnya.
Mentari mulai tenggelam, namun Rhea masih tak kunjung bangun "sampai kapan kau terpejam, sungguh kau memberi hukuman padaku" ucap pilu Theron.
Sniper, atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk berdaya membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan. Theron sendiri menamai mereka dengan Sniper black Revenge.