
Daniel memarkirkan mobilnya. Mereka bertiga turun bersamaan. Daniel membenahi kerah nya, Theron berjalan dengan tangan sibuk membenahi kancing lengan, dan Charles sibuk menghisap rokoknya. Mereka bagai laksana pria tampan yang akan membuat para wanita jatuh hati melihat nya.
Hari yang larut begitu sepi, mereka bertiga masuk ke sebuah ruangan yang dijaga tiga gangster. Daniel menunjukan kartu identitasnya, begitu juga dengan Theron, dan Charles. Tiga gangster saling menatap dan mengangguk kecil, dengan ramah mereka mempersilahkan mereka masuk.
Salah satu dari gangster itu menunjuk arah, mereka memasuki ke sebuah jalan rahasia. Saat pintu di buka, tampak begitu banyak orang-orang dengan identitas yang di sembunyikan, bahkan tampak ada yang menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
The Classified pelelangan yang tak masalah jika ada pelanggan yang terbunuh, menurut mereka itu bukan urusannya. Dia hanya menjual barang dan bagaimana caranya barang tersebut harus laku. Banyak mafia kejam berdarah dingin di ruangan ini menjadi satu, mereka saling awas satu sama lain. Theron mengamati sekitar, di balik pakaian mereka terdapat senjata mematikan yang tersembunyi. Mereka bertiga duduk dengan waspada sembari menunggu pelelangan di mulai.
Suara gong yang di pukul tiga kali, menandakan dimulainya pelelangan. Pelelangan pertama di awali dengan Jadeite yaitu galat satu mineral yang umumnya dipasarkan menjadi batu giok , batu yg telah dihargai pada Cina, Selandia Baru, Mesoamerika, dan wilayah lain selama ribuan tahun. Mineral piroksen monoklinik, jadeite berwarna hijau cerah, dan padat. Salah satu permata termahal pada global, batu giok kualitas terbaik dijual mulai $3 juta atau lebih kurang Rp.42 miliar per zat oksidasi. Namun, batu giok itu berbentuk kalung mencakup 27 manik-manik besar dengan patokan harga pertama Rp. 221 milyar.
Orang-orang mulai ricuh mereka tertarik dengan Jadeite, kalung antik yang cantik. Mereka mulai menawar dengan berbagai harga dan terjual Rp. 311 milyar. Di dapati oleh Reyhan Tamara orang yang suka mengoleksi barang antik.
Yang kedua Senapan laras ganda. Di bawah Undang-Undang Senjata Api Nasional, adalah ilegal bagi warga untuk memiliki senapan bubuk tanpa asap cararn yang digergaji.
Yeah Theron tak peduli dengan Senapan itu, dia tak tertarik. Sedari tadi dia menunggu giliran hal yang membuatnya jauh-jauh datang ke pelelangan ini.
Yang ketiga Sebuah lukisan wanita cantik Maria Sandra. Seketika Theron tersenyum kecil.
Sang pembicara menjelaskan bahwa lukisan itu lukisan cantik yang di temukan di suatu tempat. Namun, karena detail lukisan itu begitu indah harga dari lukisan itu di patok cukup mahal Rp. 127 milyar "pelelangan di mulai" ucapnya.
Orang-orang sibuk berbisik "aku tak pernah tahu lukisan itu, apakah lukisan itu terkenal atau di lukis oleh seniman terbaik?" orang-orang sibuk berbisik, mereka bimbang ingin menawar atau tidak.
"Bagaimana Daniel?" tanya Theron melirik Daniel.
"jelas itu asli" Jawabnya.
Daniel sengaja di ajak oleh Theron ke tempat ini karena dia cukup pandai membedakan keaslian sebuah barang.
"200 milyar" Theron menawar.
"apa ada lagi yang berani menawar" ucap pembicara.
Hening tak ada yang menjawab.
"kalau begitu-" Pembicara menghentikan ucapan nya ketika seseorang berjubah putih dengan wajah tertutup topeng mengangkat tangannya.
"300 milyar" tawar seseorang.
Sontak Theron, Daniel, dan Charles menoleh ke arah orang tersebut. Orang itu menyeringai, melirik pelan ke arah Theron dan kawan-kawannya.
"wah, bagaimana apa ada yang ingin menawar lagi?" ucap pembicara senang.
"350" ucap Theron.
"400" balas orang berjubah tersebut tak mau kalah.
"470" tegas Theron.
Theron bernapas lega, setelah selesai transaksi mereka bergegas keluar dari tempat pelelangan, karena hal yang Theron ingin kan sudah dia dapat kan. Daniel dan Charles lebih dulu masuk kedalam mobil, sedangkan Theron meletakan lukisan itu di bagian belakang mobil.
Di luar Orang berjubah putih rupanya tengah menunggu mereka di luar "aku tak senang kau mendapat lukisan itu" tunjuknya menatap Theron lekat.
Theron tersentak menoleh kebelakang, dia mendapati orang yang bersinggungan dengannya di tempat pelelangan tadi.
Theron menatap orang itu tajam "jangan mencoba menganggu!!" tekannya.
"Aku suka menganggu!!" ucapnya "kau tahu si Maria bodoh yang sok hebat dan sok penguasa berakhir Mati mengenaskan seperti apa yang dia lakukan pada orang yang tak bersalah!!" dia memprovokasi Theron.
Theron berkeringat dingin, rasanya kepala nya terasa sakit "Berisik!!" umpat Theron kesal.
Orang berjubah mendekat "Hey, kau sungguh kasar kau begitu mirip dengan wanita di foto itu membuat ku ingin membunuh mu!!" Tanpa Theron sadari belati menancap tepat di lengannya. Orang berjubah begitu cepat, sampai-sampai Theron tak menyadari niat dan pergerakannya. Sungguh kali ini Theron teledor.
"ugh!!" Desis Theron menarik belati yang masih menancap di lengannya, dia menahan sakit, tangannya menyeka darah yang mengalir.
"Kau pengecoh handal rupanya!!" Theron terkekeh.
Orang itu menyeringai "kali ini aku melepaskan mu, aku hanya ingin melihat mu merintih sakit terus menerus sampai akhir nya kau mati mengenaskan Perseus Ron" Orang itu terkekeh sembari menghilang ke tempat gelap yang tak berlampu.
Theron memegang erat belati itu. Dia baru menyadari dia adalah Sicilia Madelin (41 tahun) , orang kepercayaan pemimpin Organisasi Vantoni yang merupakan musuh bebuyutan Theron. Sicilia selalu manggil namanya Perseus Ron, itu ejekan untuk Theron "Aku yang akan memenggal kepalamu lebih dulu" ucap lugas Theron. Theron membawa belati itu, dia tampak kacau. Theron membuka pintu mobil dia bergegas masuk.
Charles dan Daniel membelalak.
"kenapa lenganmu itu?" tanya Charles.
"Vantoni mereka mulai menampakan diri dan mengacau" ucap Theron dia sampai mengeratkan giginya kuat.
"aku tahu dia pasti akan muncul, dia mengincar lukisannya" ucap Theron kosong.
"kau Charles tak bisa diandalkan!!" tekan Daniel marah, dia menyetir mobil bergegas meninggalkan tempat pelelangan.
"aku tak tahu, jika Sicilia akan datang mengusik. Aku minta maaf Theron" Charles sungguh merasa bersalah, dia tak kompeten.
Theron terdiam, dia sibuk dengan pikirannya "Sicilia selau mengunakan kelemahan ku dan menyerang ku" gumam nya kesal.
>>>
Jam menunjukan pukul 03:24 WIB, Rhea begitu sulit tertidur. Entah kenapa perasaanya menjadi tak tenang. Dia terus menerus melihat jarum jam yang terus berputar.
Rhea menatap ponsel yang di berikan Theron, dia dengan berani memencet nomor Theron. Namun, nomor Theron tak aktif. Rhea semakin khawatir "apa dia baik-baik saja" gumam nya.
Rhea beranjak dari kasurnya, berjalan pelan agar Anna tak terbangun. Anna memutuskan menginap setelah mengantar Rhea kembali pulang. Anna tampak lelah tidur nya begitu lelap.
Rhea berjalan begitu hati-hati menuruni anak tangga, perasaanya gusar. Dia terus menekan kontak Theon namun terus tak aktif.