Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 64


Masih dengan ruangan yang sama, Sean yang setiap hari berada di ruangan itu bersama orang – orang yang di cintai nya yang memberi nya semangat tanpa lelah dan membantu Sean.


Perusahaan sesekali di kelola oleh tuan Roshan dan kakek Prabu, sedang kan perusahaan tuan Roshan dia kontrol melalui jarak jauh karena melihat kondisi menantu nya Roshan dan istri nya tidak tega meninggalkan nya, di tambah kehadiran cucu mereka, perasaan berat untuk ke luar negri sangat berat.


“Aydan sayang anak Papa, bangunin Mama dong, Papa rindu nih, emang Aydan nggak rindu Mama?” ucap Sean yang sedang bermain dengan anak nya, Sean meletak kan Aydan di sebelah Mawar.


“Bu, saya buatin susu Aydan dulu ya, tolong jagain ya Bu” ucap Sean


“Oh iya nak Sean, ibu aja yang jaga cucu ibu” ucap bu Dewi


Sean berlalu, sedang kan bu Dewi yang sedang melihat Aydan memegang jari Mawar dan melihat jari Mawar bergerak terkejut.


“Nak Seannn” teriak bu Dewi


Mama Dara yang sedang duduk bersama papa Roshan mendengar teriakan bu Dewi semua nya berlari, Sean pun ikut berlari dengan memegang sebotol susu untuk Aydan.


Mereka sangat terkejut melihat Mawar yang membuka mata nya, Sean berlari mendekati Mawar dengan perasaan haru dan bahgia.


“Sayang???” ucap Sean pelan


Tuan Rooshan sedang menekan tombol urgency di ruangan tersebut.


Mawar menggerakkan tangan nya dan melepaskan alat bantu pernapasan nya.


“Se-an?” ucap Mawar dengan air mata nya mengalir


Tiba – tiba suara Aydan menangis membuat suasana semakin haru, Mawar melihat nya ikut menangis, melihat , malaikat kecil nya berada di dekat nya.


“Sean makasih,” ucap Mawar lirih


Sean mendengar Mawar memeluk nya erat “Aku mencintaimu Mawar”


“Aku juga mencintai mu Sean” ucap Mawar.


Mereka berpelukan erat seakan tak terpisahkan.


"Alhamdulillah, kondisi nyonya Mawar kembali pulih sepenuh nya, ini juga termasuk dengan keajaiban, biasa nya tragedi koma setelah melahir kan hanya sedikit yang bisa beruntung, kebanyakan dari kalangan ibu lain nya akan mengidap suatu penyakit tapi untuk nyonya Mawar saya nyatakan pulih total, selamat tuan" jelas Dokter yang membuat semua bahagia.


Pak Prasetya dan istri nya telah kembali ke desa mereka sementara waktu untuk memeriksa panen kol mereka, yang saat ini mereka telah memiliki lahan yang luas dan menjadi seorang pengusaha, rumahnya yang dulu sederhana saat ini sedikit lebih besar karena kesabaran mereka.


“Wah selamat yaa Pak Prass untuk kelahiran cucu nya, gimana keadaan nak Mawar, apakah dia baik – baik saja ?” tanya salah seorang warga


“Alhamdulillah, sekarang Mawar baik – baik saja, dia sudah melewati masa kritis nya” ucap Pak Prass


“Pak, Bu, maafin saya..”


Terdengar suara yang mereka sangat kenal berdiri di pintu rumah mereka dengan derai air mata.


“Ada apa nak Ros ?” ucap bu Dewi sambil mendekati Rosmini


“Pak, Bu, Ros lah yang dulu memfitnah Mawar berbuat tidak – tidak, dan menjelek kan nama Mawar Bu, maafin saya Bu, saya merasa bersalah Bu” ucap Ros dengan sesegukan


Mendengar itu, Pak Prass dan Bu Dewi terkejut, begitu pun warga yang hadir.


“Pak , Bu, saya siap menerima hukuman nya Bu..” ucap Rosmini


“Nak Ros, sudahlah, semua nya sudah berlalu, semoga kedepan nya nak Ros menjadi lebih baik lagi” ucap bu Dewi


“Sudahlah nak Ros, kau harus sabar, Allah itu Maha Baik, semoga Allah mengampuni dosa mu dan memberikan jalan yang terbaik” ucap bu Dewi


“Makasih Bu” jawab Ros sambil memeluk ibu Dewi.


...****************...


“Agung, sampai kapan kamu akan seperti ini, mama harap kamu menyetujui pernikahan ini, mama sudah ingin menimang cucu dari kamu nak“ ucap ibu Sri


“Ma, aku belum punya niat untuk menikah” balas Agung


“Tapi bagaimana dengan pertunangan mu dengan anak tante Susi, mereka sudah lama menunggu, mama tidak enak hati” ucap ibu Sri


“Ma, anak tante Susi tidak menyukai Agung, kenapa mama selalu memaksa keadaan ini ?, Agung juga tidak mencintai nya Ma” ucap Agung


“Agung, apakah kau masih memikirkan gadis kampung itu ? apakah kau bodoh ? dia sudah hampir menghancurkan perusahaan kita, saat ini perusahaan kita mengalami kemunduran karena dia” jelas ibu Sri


“Mama sudah Ma, Agung lelah, bukan karena Mawar Ma, ini semua salah Agung” ucap Agung


“Agung kau begitu lemah, kau bodoh, menyukai wanita sampah seperti dia, wanita mata duitan” balas ibu Sri


“CUKUP MA ! ! selama ini Agung selalu mengalah, Agung mengikuti segala keinginan Mama, Agung meninggalkan Mawar karena Mama, wanita yang aku cintai, aku kehilangan separuh jiwaku Ma, karena surga terletak di telapak kaki Mama, tapi Ma apakah dengan begitu Mama tidak puas menyiksaku? Liat aku Ma? Aku sangat mencintai nya yang telah menjadi milik orang lain, apa yang harus ku lakukan ??” ucap Agung dengan air mata nya yang mengalir.


Agung berlalu, dia melajukan mobil nya ke perusahaan miliknya untuk menenangkan diri. Sedangakn ibu Sri bersiap – siap bertemu dengan ibu Susi calon besan nya.


“Halo jeng, bisa ketemu nggak di restoran tempat biasa ?” ucap bu Sri


“Maaf jeng, aku sibuk” balas ibu Susi


“Bentar aja jeng, atau aku ke rumah jeng aja ya” ucap bu Sri


“OH baiklah kalo gitu” balas ibu Susi


Sesampai nya di rumah ibu Susi, bu Sri lansung berbicara ke pokok permasalahan.


“Jeng, kapan Merlin balik ke Indonesia ?” tanya bu Sri


“Nggak ada waktu jeng, Merlin sibuk mengurusi perusahaan Papa nya” ucap ibu Susi


“Udah buruan minta balik, kita percepat pernikahan nya” ucap bu Sri


Wanita yang sedang duduk di hadapan bu Sri itu sesaat terdiam dan tersenyum.


“Maaf jeng, seperti nya pertuangan ini kita batalkan saja” ucap ibu Susi


“Loh kenapa jeng ?” balas bu Sri dengan syok


“Saat ini anakku menjadi CEO dengan perusahaan besar internasional, sedang kan anak mu saat ini hanya pengusaha perusahaan kecil itupun mengalami kemunduran, apakah pantas ?” balas ibu Susi dengan menyilangkan tangannya di dada


“Jeng Susi, kau jangan menghina anak ku” ucap bu Sri dengan geram


“Kenapa ? faktanya kok, aku tidak ingin punya besan miskin” balas ibu Susi


Mendengar ucapan Susi, ibu Sri keluar tanpa mengatakan apa – apa, hatinya hancur mendengar perkataan sahabatnya itu tentang anak nya.