Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 61


Tapi mawar tidak mendengarkan sean, sampai akhirnya sean jenuh dan sedikit kesal dengan apa yang di lakukan mawar.


Sean mendekati mawar yang sedang fokus membaca dokumen, sean menarik dokumen tersebut lalu menghamburkannya hingga nampak berserakan di lantai ruang kerja mawar


“Apa yang kau lakukan?” ucap Mawar


“Apakah dengan cara itu barulah kau ingin mendengarkanku ?” balas Sean


“Menurutmu ?!” ucap Mawar dengan sedikit emosi


“Mawar aku tahu aku salah, telah membohongimu, tapi semua yang kulakukan bukan karena inginku, semuanya kulakukan karena aku melindungimu,walaupun caraku yang salah” jelas sean


Tapi Mawar masih menatap sean dengan tajam


“Mawar apakah kau pikir dengan seperti ini, bisa memperbaiki hubungan kita ? apakah semua yang kulakukan tidak ternilai di matamu ? mawar apakah kau tidak menginginkanku lagi ? jika iya baiklah, aku akan pergi dari rumah ini, semuanya sudah menjadi atas namamu, semoga kau baik – baik saja dan jaga anak kita” ucap sean dengan menahan rasa yang sudah bercampur sedih dan kesak


Mawar mendengarkan kalimat terakhir sean membuatnya sedikit takut, melihat sean melangkah pergi dari ruangan itu, membuat mawar takut dan akhirnya mawar berlari mengejar sean dan memeluk sean dari belakang.


“sayang, maafkan aku, bisakah kau sedikit lebih sabar lagi ?” ucap mawar


Sean merasakan pelukan mawar merasa lega, perasaan yang serasa menjadi sebuah bangunan usang di dalam dadanya roboh seketika menjadi taman yang indah.


Sean membalikkan badannya, memegang pundak mawar.


“mawar tatap aku, aku bukan malaikat, kau tahu itu, sabarku terbatas, jangan mengujiku lebih jauh lagi, apakah kau tidak merindukanku ?” ucap sean dengan tatapan sendu


Mawar kembali memeluk sean dengan erat, “aku merindukanmu suamiku, sangat merindukanmu, aku tak bisa jauh darimu, maafkan aku, aku marah karena aku sangat mencintaimu, cintaku menuntutku seperti ini” ucap mawar


Sean membalas pelukan mawar, mencium aroma tubuh mawar, dengan perasaaan yang haru, sean menggendong istrinya menuju ruangan singgasana cinta mereka, merebahkan tubuh mawar dengan lembut, memandangi wajah istrinya dan mengecup semua yang terlihat oleh sean, rindu dan nafsu sean menjadi satu, membuat mawar tak kuasa melawan.


“sayang” ucap mawar


“iya sayang”balas sean


“kata dokter kita tidak boleh melakukannya selama aku hamil” ucap mawar


“apa??? Bagaimana mungkin?” ucap sean


“akan berbahaya untuk calon anak kita,” bisik mawar


“apakah kau dan dokter bekerja sama untuk membalas dendam kepadaku?” ucapsean.


Mendengar ucapan sean membuat mawar terkekeh, sedangkan sean kembali mencium mawar tanpa peduli dengan segala ucapan mawar.


“sayang, walaupun malam ini kau memohon untuk tidak, aku akan tetap melakukannya,” ucap sean, “ aku akan lembut” tambahnya lagi dengan senyum seringainya.


Setelah pelepasa mereka, Sean kembali mencium kening mawar, dan merebahkan diri di samping mawar.


“mawar, aku gila tanpamu, jangan pernah menghilang dari dariku, aku bisa mati tanpamu” ucap sean


“sean, jangan mencintaiku dengan lebih, berlebihan itu tak baik untukmu dan untuk kita berdua” ucap mawar lembut


“apakah kau tidak suka menerima cintaku yang besar ini?” ucap sean


“sean, kau tahu dengan cintamu yang sebesar gunung, seluas dunia ini, akan membuat kekasihku cemburu ?” ucap mawar


“kekasih? mawar, aku sedang tidak ingin becanda” ucap sean dengan alis berkerut


“iyaa, kekasihku, tuhanku Allah yang Maha Baik” ucap mawar


Sean seketika merasa ada yang lembut menyentuh hatinya karena ucapan mawar. Sean bangkit dan duduk di tepian king bad mereka.mawar yang melihatnya ikut duduk menepi.


Sean mendengar mawar, tak terasa embun di matanya mengalir tanpa sadar, sean meraba pipinya, “ada apa ini?”


“sean, aku ingin kau berkuasa atasku, dan segala kelebihanmu dengan dekat dengan- Nya” ucap mawar dengan mata berkaca – kaca.


“mawar maafkan aku, aku selalu mengaggap diriku lebih dari segalanya tapi ternyata aku...” ucap sean yang terbata – bata


“ajari aku dekat dengan kekasihmu sayang” ucap sean


“baiklah” senyum mawar, dengan mencium kening suaminya itu.


Mereka saling berpelukan dalam ikatan suci cinta dan hidayah dari Sang kekasih mawar, Sang pencipta Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, yang nafasku berada dalam genggamannya.


...****************...


Adzan subuh berkumandang, mawar bangun untuk melaksanakan subuhnya, sedangkan sean tanpa di bangunkan pun ikut terbangun, sean mengambil wudhu dan mendekati mawar.


“sayang, aku ingin menjadi imam mu, walaupun bacaanku tak seindah yang kauinginkan aku akan berusaha” ucap sean


Mawar hanya mengangguk dan menahan air mata harunya.


Sean melaksanakan shalat subuh untuk pertama kalinya sejak ia dewasa, dengan bacaan yang di hafalnya sean menyelesaikan shalat subuh pertamanya menjadi seorang imam untuk istrinya.


Doa Sean


“Tuhanku yang Maha kasih, aku pendosa ini menghadapmu”


Masihkah Engkau menerimaku ?


Tuhanku, aku mengadahkan tangan kepadaMu,


meminta sedikit cahaya untuk hatiku yang kotor ini.


Allah yang Maha baik pemilik segala yang aku miliki, tuntun aku, jaga orang – orang terkasihku, aku sadar, aku bukanlah apa – apa tanpaMU,” aamiin


Mawar yang melihat sean berdoa dengan khusyu terharu “ semoga Allah mengabulkan doa – doa indahmu sayang” batin mawar.


Untuk pertama kalinya sean mencium kening mawar dengan rasa yang berbeda dan dalam, baginya untuk pertama kalinya tanpa nafsu yang berderu, kecupan di kening mawar adalah bentuk doa nya.


...****************...


“mawar ayu sini duduk” panggil nenek


Mawar menuju ruangan yang semuanya sedang berkumpul membuat mawar bingung.


“ada apa ini” ucap mawar


“mawar kami akan mengadakan resepsi pernikahanmu” ucap mama dara antusias


Mawar ingin membalasnya tapi sean sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan mereka.


“sudahlah sayang, jangan menolak, bapak dan ibu juga sudah setuju, kita hanya menerima semuanya beres, mama akan mengatur segalanya, mama ahlinya dalam hal ini.


Mawar mendengarnya tanpa bantah karena mawar sadar walaupun ia menginginkan yang sederhana tapi dengan status sean itu tidaklah mungkin.


“Resepsi pernikahan kalian akan di adakan seminggu lagi, mama sudah membooking semuanya, 5 weding organizer terkemuka, intinya seminggu lagi kalian hanya nyapa tamu aja” ucap mama dara


B. e. r. s. a. m. b. u. n. g…..